Usaha Rintisan Terkendala Kredit Bank Ilustrasi UMKM. (KemenKop UMKM.

MerahPutih.com - Akses pembiayaan perbankan masih menjadi salah satu kendala bagi startup atau pelaku usaha rintisan. Karena biasanya perbankan mensyaratkan agunan.

"Inilah hambatan untuk usaha-usaha yang baru dimulai," ujar Plt Direktur Akses Pembiayaan Kemenparekraf/Baparekraf Hanifah Makarim di Jakarta, Jumat (24/10).

Ia memaparkan, berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 sebesar 92,73 persen startup masih menggunakan modal sendiri, baru kemudian 24 persen bisa mengakses perbankan.

Baca Juga:

18.304 Pelaku UMKM Solo Lolos Syarat Administrasi Bantuan Sosial Produktif Rp2,4 juta

"Dan baru 0,66 persen startup yang mengakses pembiayaan melalui skema venture capital. Masih sedikit yang tahu untuk startup mengenai itu," ucapnya.

Ia mengemukakan, terdapat beberapa tahap dan tipe pendanaan startup yang sesuai dengan fasenya.

"Pertama yakni tahap idea, di mana mereka baru memulai usahanya. Mungkin tidak terlalu membutuhkan anggaran yang terlalu besar, masih bisa dari dana pribadi," katanya.

UMKM
UMKM. (Foto: Kemenkop UMKM).

Kemudian, lanjut dia, yakni tahap seed and early. Pada tahap ini perusahaan rintisan bisa menggunakan angel investor, misalnya dari pemerintah atau bergabung dalam sebuah akselerasi seperti IDX Incubator yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Ia menyampaikan pada tahap selanjutnya, yakni mid and late. Perusahaan rintisan bisa mendapatkan pembiayaan dari sumber-sumber lainnya, misalnya perbankan dan venture capital.

"Di tahap lebih tinggi lagi adalah mereka sudah bisa masuk untuk melakukan IPO (penawaran umum perdana)," katanya.

Baca Juga:

Catat, Cicilan UMKM Terdampak Corona Ditunda 1 Tahun dengan Bunga Ringan!

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Sejumlah Pentolan KAMI Ditangkap, Kompolnas Siap Dengar Keluhan Masyarakat
Indonesia
Sejumlah Pentolan KAMI Ditangkap, Kompolnas Siap Dengar Keluhan Masyarakat

Konstitusi UUD NRI Tahun 1945 tegas menjamin kemerdekaan menyampaikan pendapat

Kapolri Perpanjang Operasi Ketupat 2020
Indonesia
Kapolri Perpanjang Operasi Ketupat 2020

COVID-19 sendiri masih berlangsung hingga kini

OTT Menteri Edhy Prabowo, KPK Sita Tas Louis Vuitton hingga Jam Rolex
Indonesia
OTT Menteri Edhy Prabowo, KPK Sita Tas Louis Vuitton hingga Jam Rolex

KPK telah menetapkan 7 orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penetapan ekspor benih lobster atau benur.

Belum Tangkap Harun Masiku, KPK Tak Terpengaruh Kepercayaan Masyarakat Menurun
Indonesia
 Demokrat: Proses Pemilihan Wagub DKI Bikin Gaduh Ibu Kota
Indonesia
Demokrat: Proses Pemilihan Wagub DKI Bikin Gaduh Ibu Kota

"Menurut saya persoalan wagub DKI ini sudah mulai menganggu kenyamanan publik. Saya berharap Partai Gerindra dan PKS bisa segera melakukan langkah konkret menyelesaikan persoalan ini," ujar Misan

Kesal Anggota TGUPP Dipangkas, Bambang Widjojanto Sindir KSP Jokowi
Indonesia
Kesal Anggota TGUPP Dipangkas, Bambang Widjojanto Sindir KSP Jokowi

Bambang Widjojanto berkomentar soal pemangkasan jumlah tim TUGUPP menjadi 50 orang.

Libur Panjang Polda Metro Jaya Bikin 16 Titik Pos Pengamanan
Indonesia
Libur Panjang Polda Metro Jaya Bikin 16 Titik Pos Pengamanan

Ada lima titik rawan kemacetan jalur di tol Jakarta-Cikampek bertepatan dengan long weekend.

Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Sudah Layani 2.638 Pasien
Indonesia
Praktik Aborsi Ilegal di Raden Saleh Sudah Layani 2.638 Pasien

Sebanyak 17 orang ditangkap dalam kasus praktik aborsi ini. Enam orang di antaranya tenaga medis.

Formula E di Monas Tabrak UU Cagar Budaya dan Peraturan Gubernur
Indonesia
Formula E di Monas Tabrak UU Cagar Budaya dan Peraturan Gubernur

Commitment fee Formula E dialokasikan pada APBD Perubahan tahun 2019 dalam Program Pengembangan dan Pembinaan Olahraga.

Mahfud MD Harusnya Perkuat Koordinasi Bukan Aktifkan Tim "Gagal" yang Sudah Almarhum
Indonesia
Mahfud MD Harusnya Perkuat Koordinasi Bukan Aktifkan Tim "Gagal" yang Sudah Almarhum

Nawawi pun mengingatkan Mahfud untuk fokus pada memperkuat sinergitas antar lembaga.