UNIQLO Remake Project Adrie Basuki Bikin Pakaian Hasil Daur Ulang Lebih Bernilai

Yudi Anugrah NugrohoYudi Anugrah Nugroho - Jumat, 30 September 2022
UNIQLO Remake Project Adrie Basuki Bikin Pakaian Hasil Daur Ulang Lebih Bernilai
Koleksi Remake Project Adrie Basuki. (Foto: MP/Nabila)

TIGA kotak bertumpuk bertulis UNIQLO tampak berbeda. Tulisan kanji dan UNIQLO tetap putih seperti biasa. Namun, tak ada warna merah khas perusahaan ritel global asal Jepang tersebut. Tiga kotak nan bertindih di tepi pentas Menara Astra Lantai 50 justru semuanya berwarna hijau.

Tak hanya itu, seluruh ornamen di ruangan tak ada satu pun warna merah menyala ikon UNIQLO. Seolah gelaran peragaan busana Remake Project bukan bagian darinya. Sebab, lagi-lagi seluruh ornamen malahan hijau di sana-sini.

Baca Juga:

Kreativitas Memainkan Warna Cerah pada Outfit Kamu

Bahkan, boneka Doraemon sebagai tanda mata kepada para narasumber bukan didominasi warna biru tua dan putih tetapi hijau dan putih. Tampak agak menghenrankan kemunculan banyak ornamen serba-hijau bahkan pada kotak ikon UNIQLO.

"Ini pertama kalinya UNIQLO lucurkan sustainable product," kata Marketing Director & E-Commerce Head Business Unit PT Fast Retailing Indonesia (UNIQLO Indonesia) Daniel Pieter Sumual pada peluncuran RE.UNIQLO STUDIO: Remake Project (29/9).

Nuansa serba-hijau ternyata bukan tanpa sebab. Ruangan nan telah tertata dengan manekin mengenakan busana dengan konsep lima elemen kehidupan tersebut merupakan perwujudan RE.UNIQLO STUDIO: Remake Project sebagai sebuah inisiatif keberlanjutan dari implementasi program RE.UNIQLO.

UNIQLO
Koleksi terinpirasi dari elemen api menjadi busana tersulit dalam proses pembuatannya. (Foto: MP/Nabila)

Program tersebut memfasilitasi sesiapa nan ingin berkontribusi dalam menghijaukan bumi dengan menyumbangkan pakaian UNIQLO tak terpakai untuk didaur-ulang menjadi pakaian jangka panjang atau Life Wear seperti tujuan utama RE.UNIQLO STUDIO. "Dengan konsep sustainable product maka memberi nyawa kedua pada pakaian," tegas Daniel Pieter.

Dalam pengaplikasiannya, UNIQLO Indonesia menggandeng desainer nan acap menggubah busana daur-ulang Adrie Basuki merancang 40 busana dari proses daur ulang dengan teknik recycle dan upcycle. Desain tersebut menggunakan sekitar 70 persen material pakaian UNIQLO tidak terpakai nan dikumpulkan dari para pelanggan melalui RE.UNIQLO box di seluruh toko UNIQLO di Indonesia.

Adrie Basuki mengusung tema Godai mempresentasikan lima elemen, meliputi earth, water, wind, sky, dan fire pada rancangannya. Kelima elemen tersebut, menurut Adire Basuki, diusung sebagai peringatan kepada banyak orang nan selama pandemi diberi kesadaran untuk berubah lebih berfokus pada upaya perbaikan lingkungan untuk terus berkelanjutan.

Baca Juga:

Bergaya Muda Walapun Berusia 30-an Tahun

"Ngomongin bumi, langit, tanah, angin, dan api, mau remind enggak perlu complicated deh semua kan ada dalam kehidupan kita," kata Adrie Basuki kepada Merahputih.com usai peragaan busana koleksinya.

Kelima elemen tersebut, sambungnya, diterjemahkan dengan beberapa Fabric Manipulation Techniques dengan semua kain-kain sisa diolah lagi dengan gabungan teknik slashing, anyam, kemudian ada pakai perca marmer.

Selain warna nan tampil ikonik mewakili tiap-tiap elemen, Adrie membuat unsur ikonik lain semisal earth (bumi) di tiap pakaiannya pasti memiliki motif seperti bebatuan alami berwarna abu, hitam dan putih, berasal dari cacahan kain dan kemudian dijahit dengan teknik smoking.

UNIQLO
Busana dengan elemen air memiliki motif wrinkle. (Foto: MP/Nabila)


Elemen water (air), sambungnya, dominan berwarna biru tua dengan wrinkle di setiap busananya sehingga memberikan tampilan unik. Pada busana elemen wind (angin) terdapat motif kain bertumpuk menggambarkan alam pikiran manusia terdiri dari berbagai lapisan.


Sedangkan untuk sky (langit) terdapat motif marmer berwarna biru muda menggambarkan ketenangan tetapi juga dituntut menjadi manusia kreatif dalam mencari solusi kehidupan. Terakhir, elemen fire (api) tentu saja seperti nyala api berwarna terang untuk melambangkan semangat mencapai tujuan.

Adrie pun mengungkapkan Remake Project mampu menginspirasi teman-teman UMKM lainnya untuk lebih bereksplorasi dalam dunia fesyen dan mengubah persepsi masyarakat kalau barang hasil daur ulang nyatanya juga bernilai ekonomi.

“Harapan saya semoga orang lebih menghargai, karena koleksi busana dibuat dengan handmade itu, membantu banyak ibu-ibu dan adik-adik putus sekolah dan ternyata bisa menghasilkan sebuah karya,” tambahnya.

Koleksi tersebut selain bisa dilihat di Menara Astra dan Sarinah, juga di Uniqlo PIM 3, sampai akhir Oktober. (NBL)

Baca Juga:

Barang Preloved Branded Masih Menjadi Primadona di Tengah Pandemi

#September Warga +62 JUALAIN #Fashion
Bagikan
Bagikan