Uniknya Tas Rajut Dari Limbah Pakaian Limbah pakaian itu nantinya akan diolah oleh mereka menjadi tas yang cantik dan unik. (Foto: Merahputih.com/Nabila)

BINGUNG mau diapakan pakaian-pakaian yang bertumpuk di rumah? Mungkin kamu bisa coba donasikan ke Perca Project. Limbah pakaian itu nantinya akan diolah oleh mereka menjadi tas yang cantik dan unik.

Widya, desainer muda Indonesia sekaligus pendiri Perca Project, berbicara tentang inspirasi pembuatan tas dari limbah pakaian. Ide itu muncul ketika dia melihat tumpukan pakaian di rumahnya.

“Ide munculnya, aku punya kaos banyak sisa. Jadi apa aku gunting-gunting, terus aku coba rajut-rajut ya,” ungkap Widya kepada Merahputih.com Minggu, (11/9/22).

Limbah pakaian sampai saat ini terus jadi ancaman ekologis dan keberlangsungan alam. World Bank mencatat setidaknya pada tahun 2000 ada 50 miliar pakaian baru diproduksi dan terus mengalami peningkatan konsumsi sebanyak 60% hingga hari ini.

Produksi pakaian secara besar-besaran ditopang oleh gaya hidup Fast Fashion. Kebiasaan mendorong konsumsi pakaian secara masif dan mengikuti tren fesyen di masyarakat. Sebagian besar dari pakaian-pakaian ini kemudian berakhir dengan terbuang di pembuangan akhir dan menjadi limbah sampah.

Baca juga:

Ajak Masyarakat Kurangi Limbah Plastik dengan #rethinkplastic

perca project widya
Widya, desainer muda Indonesia sekaligus pendiri Perca Project, berbicara tentang inspirasi pembuatan tas dari limbah pakaian. (Merahputih.com/Nabila)

Sebagai bentuk perlawanan terhadap gaya hidup tersebut, sekelompok orang mengajukan kebiasaan baru : thrifting atau berbelanja pakaian bekas. Bagi sebagian orang, thrifting menjadi alternatif berbelanja produk bermerek dengan harga miring. Selain itu, thrifting menjadi salah satu alternatif berbelanja yang berkontribusi pada kelestarian lingkungan.

Sebagian kecil orang, seperti Widya, berusaha mendukung tren ini. Melalui Perca Project, dia bereksperimen membuat tas rajut yang berasal dari limbah industri tekstil yang tak terpakai.

Hingga saat ini, Perca Project sudah menghasilkan empat model tas berbeda. Ada yang memiliki bentuk seperti clutch, shoulder bag, dan sling bag. Warna dan motifnya pun berbeda. Ini mengikuti bahan limbah macam apa yang digunakan.

Karena dibuat terbatas, tas rajut ini menjadi eksklusif. Untuk membuat satu tas yang cantik dan unik ini, Widya butuh waktu 3 jam, terlepas dari pemilihan warna dan bahannya.

Baca juga:

Memanfaatkan Limbah Kayu Jati jadi Karya Seni

perca project jf3
Perca Project telah diundang tampil di gelaran fesyen nasional, JF3 di Jakarta, awal September 2022. (Foto: Merahputih.com/Nabila)

Dari lima baju bekas, Widya mampu menghasilkan tiga model tas berbeda. Dalam pembuatanya, dia menggunakan teknik rajut crochet.

Selain membuat tas, Perca Project juga membuat pakaian-pakaian terbuat dari limbah dengan teknik yang sama. Widya membeberkan bahwa sebenarnya semua bahan pakaian mampu dimanfaatkan.

“Aku udah pernah bikin pake kain tenun, pake kain katun yang berserat juga udah pernah, ” ungkap Widya.

Saat ini Perca Project melakukan kerjasama dengan pabrik demi memperoleh kain-kain bekas. Selain itu, Perca Project juga membolehkan para followers-nya berdonasi kain bekas kepadanya. Tentunya dengan beberapa ketentuan. Tak asal kirim atau donasi.

Followers kita suka ngirim kain-kain ke kita juga. Kita suka nerima kain-kain sisa. Jadi rata-rata mereka, tuh, punya produksi rumahan gitu,” tambahnya.

Walaupun jenama ini tergolong muda, karena baru berdiri pada bulan Mei 2022, Perca Project telah diundang tampil di gelaran fesyen nasional, JF3 di Jakarta, awal September 2022. Ini berkat modelnya yang kekinian dan unik. (nbl)

Baca juga:

Bukan Sulap Bukan Sihir, Pakaian Olahraga Ini Terbuat dari Limbah Botol Plastik

Kreasi Nasi Padang untuk Anabul
Fun
Makna Warna Hijau Kuning pada Warteg
Kuliner
Kreasi Nasi Padang untuk Anabul
Fun
Makna Warna Hijau Kuning pada Warteg
Kuliner
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pentingnya Pengalaman Positif Konsumen dalam Beriklan
Fun
Pentingnya Pengalaman Positif Konsumen dalam Beriklan

Tren industri periklanan dan cara menghasilkan konten iklan berkualitas.

88rising Umumkan Head in The Clouds Jakarta 2022, Catat Tanggalnya
ShowBiz
88rising Umumkan Head in The Clouds Jakarta 2022, Catat Tanggalnya

Akhirnya Head In The Clouds digelar di Jakarta.

"Satu Rupiah saja Anas Korupsi di Hambalang, Gantung Anas di Monas"
Fun
"Satu Rupiah saja Anas Korupsi di Hambalang, Gantung Anas di Monas"

Korupsi Hambalang menyeret Anas ke depan hakim.

Ramah Lingkungan dengan Mobil Hibrida
Fun
Ramah Lingkungan dengan Mobil Hibrida

Mobil hibrida ini tersedia dalam transmisi manual dan otomatis.

4 Tanda Kamu sedang Berada dalam Hubungan yang Tidak Pasti
Fun
4 Tanda Kamu sedang Berada dalam Hubungan yang Tidak Pasti

Ada beberapa tanda bahwa kamu sedang berada dalam hubungan yang tidak pasti.

Jangan Sering Mengecek Gawai Setelah Bangun Tidur
Fun
Jangan Sering Mengecek Gawai Setelah Bangun Tidur

Apa sebenarnya dampak sering membuka ponsel setelah bangun tidur?

Ajang Street Race di Tangerang dan Bekasi Berpotensi Ditunda, Ini Penyebabnya
Fun
Ajang Street Race di Tangerang dan Bekasi Berpotensi Ditunda, Ini Penyebabnya

Karena adanya suatu hal yang bersifat sangat penting, event street race berpotensi ditunda

Farwiza Farhan, Perempuan Tangguh asal Indonesia Terdaftar dalam Time 100 Next 2022
Fun
Farwiza Farhan, Perempuan Tangguh asal Indonesia Terdaftar dalam Time 100 Next 2022

Farwiza menjadi juru bicara para pemimpin dan organisasi lokal dalam memerangi eksploitasi dan ekspansi pihak-pihak yang serakah dan mengancam ekosistem Leuser.

Pandemi COVID-19 Membentuk Tipe Konsumen Baru
Fun
Pandemi COVID-19 Membentuk Tipe Konsumen Baru

Pelanggan menciptakan kebiasan baru pasca-pandemi COVID-19.

Smart Warehouses Hadir sebagai Solusi Rantai Pasokan
Hiburan & Gaya Hidup
Smart Warehouses Hadir sebagai Solusi Rantai Pasokan

Tekanan pada rantai pasokan global terparah sepanjang sejarah terjadi pada Desember 2021.