Trik Jitu Memutihkan Baju di Rumah

Dwi AstariniDwi Astarini - Senin, 10 April 2023
Trik Jitu Memutihkan Baju di Rumah
Memakai pemutih tak semudah yang kita bayangkan.(foto: pexels/rodnae-productions)

SETITIK noda di baju putih bisa bikin harimu runyam. Noda kuning di baju saja bisa membuatmu enggan mengenakannya keluar rumah. Namun, di saat yang bersamaan, membuang sehelai baju hanya karena setitik noda rasanya amat berlebihan.

Di momen ini, trik paling cepat dan jitu ialah menggunakan pemutih. Namun, penggunaan pemutih di rumah tidak semudah yang kamu bayangkan. Seperti dilansir Guardian, berikut trik memutihkan noda baju dengan aman di rumah.

BACA JUGA:

Mengusir Bercak Kuning pada Baju Putih

1. Tes alergi

pemutih
Selalu gunakan sarung tangan saat menggunakan pemutih.(foto: pexels/anna-shvets)

Jangan abaikan ini. Kita semua tahu pemutih memiliki bau seperti kolam renang dan secara umum terasa seperti sesuatu yang tidak boleh dituangkan ke saluran air. Terlebih lagi, klaimnya menyebutkan bisa merusak pakaian. Padahal, kita berniat menggunakan pemutih untuk memperbaiki pakaian yang kuning.

Jika pakaian saja berpotensi rusak terkena pemutih, apalagi kulitmu. Ilmuwan tekstil di Universitas RMIT Rebecca van Amber mengatakan pemutih berbahaya bagi kulit telanjang atau saat terhirup.

Ia menyarankan untuk selalu memakai sarung tangan, kacamata pelindung, dan melakukan pemutihan baju di area yang berventilasi baik. Jika kamu merasa memiliki kulit yang sensitif, lebih baik untuk menghindari pemakaian pemutih sama sekali.

2. Periksa label pakaian

Eits, jangan buru-buru memutihkan baju. Cek dahulu triangle safety yang ada di label baju. Pakaian yang tidak boleh diputihkan akan memiliki tanda silang di label segitiga. Beberapa bahan pakaian yang tidak boleh dituangkan pemutih, contohnya wol, sutra, kasmir, elastane, spandeks, dan kulit.

“Hanya serat selulosa alami atau serat sintetis yang dapat diputihkan. Kecuali jika kamu percaya diri untuk melakukan tie-dye. Namun, tetap saja tidak disarankan,” kata Amber.

Bahan serat selulosa atau sintetis yang boleh diputihkan, di antaranya katun, rayon viskosa, linen, rami, poliester, dan nilon.

BACA JUGA:

Cara Merawat Pakaian Putih Tetap Baru

3. Periksa jenis pemutih

baju putih
Pilih jenis pemutih yang umum digunakan. (foto: pexels/skitterphoto)

Tidak semua pemutih itu sama. Menurut dosen fesyen di Queensland University of Technology Zoe Mellick, terdapat dua jenis pemutih yang perlu dibedakan. “Secara umum, ada dua jenis pemutih: pemutih klorin dan pemutih nonklorin yang juga disebut pemutih oksigen. Pemutih oksigen jauh lebih lembut pada pakaian, ” kata Mellick.

Untuk membedakan pemutih klorin dan oksigen, kamu dapat memeriksa label botol pemutihnya atau jika masih bingung jangan ragu untuk bertanya kepada staff.

“Aku berbicara dengan SPG setempat tentang apa yang harus dipilih untuk memutihkan bahan poliester dan sutra. Mereka menyarankan menggunakan pemutih oksigen karena pemutih klorin akan menyebabkan poliester menjadi kuning,” katanya.

4. Rasio pemakaian pemutih

Tentu kamu tidak menginginkan pakaianmu malah luntur saat menggunakan pemutih. Kamu dapat mengujinya terlebih dahulu apakah pakaianmu tahan luntur atau tidak dengan menggosokkan kain putih yang basah ke garmen untuk melihat apakah ada warna yang menempel.

Jika sudah memastikan bahwa kain tidak mudah luntur mengenai pakaian lainnya, kamu bisa mulai memutihkan sesuai anjuran pada botol. “Pemutih dapat digunakan untuk mencerahkan kain lama yang menguning. Selalu ikuti petunjuk yang umumnya mencakup mengencerkan pemutih dengan air, merendam kain sebentar, lalu membilasnya sampai bersih,” kata Mellick.

Van Amber menyarankan mengencerkan pemutih dengan rasio umum 15-20 mililiter pemutih dengan satu liter air.(kmp)

BACA JUGA:

Cara Cerdas 'Styling' Kemeja Putih, Item Fesyen yang Paling Fungsional dan 'Timeless'

#Fashion
Bagikan
Ditulis Oleh

Dwi Astarini

Love to read, enjoy writing, and so in to music.
Bagikan