Transmisi Otomatis Masuk Angin, Ini Penyebabnya Mobil matik sudah sangat umum digunakan di Indonesia. (Foto: Pexels/Pixabay)

MOBIL bertransmisi otomatis sudah hal yang umum ditemukan di Indonesia. Transmisi otomatis merupakan jawaban dari ‘kesengsaraan’ mobil transmisi manual di saat jalan macet. Hanya tinggal injak gas dan rem saja, mobil sudah dapat melaju dengan antengnya.

Karena karakteristiknya berbeda, maka perawatannya juga memiliki perbedaan dengan transmisi manual. Yang tak boleh ditinggalkan adalah penggantian oli trasmisi selain oli mesin. Terkadang pemilik mobil otomatis hanya mengganti oli mesin dan melupakan oli transmisi.


Baca Juga:

Wow, Segini Nilai Tunggakan Pajak Mobil Mewah di Jakarta

mobil
Mobil dengan transmisi otomatis sudah umum digunakan. (Foto: Pexels/Mike Bird)

Menurut laman KabarOto, orang mengganti oli transmisi pada saat-saat akhir. Mereka punya kebiasaan bila perpindahan giginya sudah bermasalah, baru tersadar untuk mengganti oli transmisi.

Lupa mengganti oli transmisi bukanlah salah satu masalah dalam merawat mobil matik. Namun cara melakukan penggantiannya juga dapat menimbulkan masalah. Terutama bila dilakukan oleh montir atau teknisi yang tidak terbiasa berurusan dengan mobil matik.

Kesalahan dalam proses penggantian oli transmisi bisa membuat kendaraan tidak bisa jalan atau digunakan. Bila sudah begini mobil dapat masuk angin.

matik
Menguras oli transmisi matik tidak boleh sembarangan. (Foto: Pexels/Markus Spiske temporausch.com)

Keadaan kendaraan masuk angin ini disebabkan proses kuras yang tidak sempurna. Masih ada angin yang tertinggal dalam ruang karter. Jika hal ini terjadi, kendaraan tidak akan bisa berjalan walaupun tuas sudah dipindah ke D atau R.

Menguras oli transmisi matik tidak bisa disemprot menggunakan angin kompresor. Ini yang membuat kemudian angin atau udara terjebak di dalamnya. Kalau sudah begini angin harus dikeluarkan dari ruang karter agar tak rembes ke radiator.

Memompanya dengan menggunakan pompa bensin (fuel pump) untuk menekan oli yang disalurkan ke selang dan masukkan ke kaleng. Setelah bersih dan dipastikan tidak ada angin yang tertinggal, baru masukkan oli transmisi yang digunakan. (*)

Baca Juga:

Ini nih, Poin Penting untuk Mengategorikan Mobil sebagai Supercar


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH