Merawat Ingat
Tragedi Gas Beracun Dieng, Inspirasi Lagu Wajib Bencana Warga +62 Gas beracun memang menjadi ancaman di kawasan Dieng. (Foto: Unsplash/Awan)

SETIAP terjadi bencana alam di Indonesia, bisanya stasiun televisi memutar lagu Berita Kepada Kawan milik Ebiet G. Ade sebagai musik latarnya. Penggalan lirik, “Mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita Yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa...atau alam mulai enggan bersahabat dengan kita...coba kita bertanya pada rumput yang bergoyang”.

Baca Juga:

Mau Healing? Coba Liburan ke Desa Wisata

Lagu ini ditulis sebagai tanda empati penyanyi balada itu terhadap bencana gas beracun di Dieng, Jawa Tengah pada 20 Februari 1979 dalam album Camellia II. Lagu ini mengajak semua orang untuk merefleksikan diri dari apa yang telah kita lakukan terhadap kehidupan di muka Bumi. Lagu ini dinobatkan sebagai “150 Lagu Indonesia Terbaik Sepanjang Masa” oleh majalah Rolling Stone Indonesia.

dieng
Dieng adalah salah satu destinsi wisata alam populer di Jawa Tengah. (Foto:Unsplash/Fina Aprelya Nur Fajri)

Bencana gas beracun di Dieng itu terjadi karena gempa bumi yang membuat retakan dan melepas gas beracun ke udara di kawasan Dieng. Bencana alam itu menewaskan sekitar 149 jiwa penduduk di desa Kepucukan, Dieng. Bencana alam yang dikenal dengan istilah Tragedi Sinila ini mengacu pada kawah Sinila yang mengeluarkan gas beracun akibat erupsi. Tak hanya kawah itu saja yang mengeluarkan racun, namun kawah Timbang yang ada di dekatnya juga mengeluarkan gas beracun Saat itu Presiden Suharto langsung menetapkan kejadian itu sebagai bencana alam. Gas yang keluar kabarnya adalah karbondioksida, sulfida atau metana dalam konsentrasi tinggi yang jelas membahayakan kehidupan di sekitarnya. Setelah peristiwa itu, warga desa di wilayah diikutkan pada program transmigrasi ke Sumatera Selatan. Pada bulan Maret 2013 kawah Timbang kembali mengeluarkan gas beracun.

Dataran tinggi Dieng adalah kompleks vulkanik yang terdiri dari dua atau lebih stratovolcanoes. Menurut penelitian ada pula 20 kawah kecil dan vulkanik purba. Menurut Wikipedia luas area ini 6 x 14 km. Kawasan Prahu yang menjadi destinasi wisata saat ini, merupakan wilayah stratovolaco yang dibagi oleh kaldera Pleistoscene dan diisi oleh gundukan-gundukan, kubah lava dan kawah yang suhunya mencapai 120 derajat celsius. Ada beberapa kawah yang kemudian berubah menjadi danau kecil. Namun tetap yang harus diwaspadai adalah kemungkinan gas beracun keluar dari dalam tanah. (pid)

Baca Juga:

Rekreasi di Hutan Bikin Kamu Kenal dengan Habitat Asli

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Peserta Konferensi Urban 20 akan Kunjungi Urban Farming Buruan Sae Bandung
Travel
Peserta Konferensi Urban 20 akan Kunjungi Urban Farming Buruan Sae Bandung

Urban 20 (U20) merupakan konferensi internasional bagian dari G20.

Kreatif Hub Dampingi Audiensi Tim Pendiri Museum Bappenas
Travel
Kreatif Hub Dampingi Audiensi Tim Pendiri Museum Bappenas

Tim Pendiri Museum Bappenas akan mengubah wajah museum di Indonesia.

Ada Event Seru di Yogyakarta Selama Tahun 2022
Travel
Ada Event Seru di Yogyakarta Selama Tahun 2022

Tahun baru diawali dengan penyelenggaraan Pekan Budaya Tionghoa XVI yang digelar pada Februari 2022.

GELAR Cetak 100 Pegiat Literasi Perkuat Ekosistem Literasi Nasional
Hiburan & Gaya Hidup
GELAR Cetak 100 Pegiat Literasi Perkuat Ekosistem Literasi Nasional

Bertujuan mencetak 100 penggiat literasi serta meningkatkan keterampilan dan kemampuan membaca anak-anak.

Horas! 5 Kuliner Khas Batak Wajib Kamu Cicipi
Kuliner
Horas! 5 Kuliner Khas Batak Wajib Kamu Cicipi

Kuliner khas Batak kaya akan bumbu rempah-rempah.

Surga Barang Antik di Pasar Cikapundung
Travel
Surga Barang Antik di Pasar Cikapundung

Tempat ini menjadi berkumpulnya ragam aksesori yang telah melewati ragam zaman.

Ultah PB XIII ke-74, Teken MoU dengan ISI Surakarta Soal Pengembangan Seni Budaya
Tradisi
Ultah PB XIII ke-74, Teken MoU dengan ISI Surakarta Soal Pengembangan Seni Budaya

Kedua belah pihak bekerjasama dalam hal kerjasama pengembangan seni-budaya.

Pengembangan Kota Tua dan Jakarta Barat Sebagai Tempat Pariwisata
Travel
Pengembangan Kota Tua dan Jakarta Barat Sebagai Tempat Pariwisata

Kota Tua dan Jakarta Barat semakin berkembang sebagai kawasan wisata.

Rekreasi di Hutan Bikin Kamu Kenal dengan Habitat Asli
Travel
Rekreasi di Hutan Bikin Kamu Kenal dengan Habitat Asli

Mencoba bersahabat dengan alam dengan rekreasi di hutan.

Dongkrak Pariwisata, Pemda DIY Gelar Jogja International Travel Mart 2021
Travel
Dongkrak Pariwisata, Pemda DIY Gelar Jogja International Travel Mart 2021

Event mancanegara tahunan ini mempertemukan para pelaku pariwisata dengan masyarakat.