TNI dan Polri Utamakan Tindakan Persuasif Terhadap Warga yang Tak Patuhi PSBB Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana (MP/Kanu)

MerahPutih.Com - Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana mengatakan tak ada penindakan terhadap warga yang membandel saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.

"Kami hanya imbauan, tidak ada penindakan. Murni kegiatan persuasif dan sosialisasi," kata Wahyu di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (26/5).

Baca Juga:

Pandemi Corona Diklaim Tak Mampu Kembalikan Kehidupan Normal Seperti Sedia Kala

Metodenya patrolinya pun statis dan mobil.

"Kalau patroli itu sama sama untuk mengingatkan warga tak pakai masker untuk pakai. Yang tak bawa dikasi masker. Lalu ada restoran tak memenuhi aturan kami ingatkan," jelas Wahyu.

Kolonel Inf Wahyu Yudhayana
Dandim 0501/JP BS Kolonel (Inf) Wahyu Yudhayana. Foto: MP/Kanu

"Yang sudah melaksakan kami ucapkan terima kasih," tambah Wahyu.

Menurut Wahyu, mekanisme pengawasan terhadap warga sudah berlangsung sejak pekan lalu.

"Sejak lebaran pertama dan kedua kami sudah survei. Semua fasilitas umum," kata Wahyu.

Wahyu melanjutkan, beberapa mall yang bakal kembali dibuka saat 5 Juni mendatang, juga dilakukan pengawasan seperti Grand Indonesia, Thamrin City dan Pasar Tanah Abang.

"Lalu ada beberapa tempat ibadah seperti Masjid Istiqlal dan lokasi lainnya juga jadi fokus pengawasan," tambah Wahyu.

Wahyu meminta masyarakat untuk merubah kebiasaan dan kultur. Seperti budaya bersih, budaya tubuh sehat, budaya antri, sabar dan peduli.

"Budaya baru harus diperhatikan. Mesti pakai masker, tak berkumpul, rajin cuci tangan, pulang itu mandi bersih. Saya intinya masyarakat punya kebiasaan baru. Kondisi pandemi harus punya manfaat buat kita," tutup Wahyu.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, 75 persen kekuatan pengamanan dari TNI dan 25 persen dari Polri.

"Kami tekankan disiplin terhadap protokol kesehatan. Baik di Stasiun Gambir, stasiun MRT, pasar Tanah Abang dan Mall, kami akan turun untuk menjaga disiplin soal protokol kesehatan," jelas Heru.

Heru melanjutkan, pengamanan sudah dilakukan mulai hari ini.

"Sudah kami lakukan di tempat keramaian. Di Stasiun Gambir ada 100 dari TNI dan 10 dari Polri," ungkap Heru.

Heru menjelaskan, pihaknya mengedepankan imbauan kepada warga sampai PSBB berlangsung.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Ahli Buka-bukaan Bahwa COVID-19 Bukan Penyakit Mematikan

"Kami imbau untuk pakai masker, lalu jaga jarak. Jadi hanya sebatas imbauan. Seperti di Gambir ada yang tak melengkapi surat keterangan masuk maka kami karantina," ungkap Heru.

Heru meminta warga di luar Jakarta tak masuk dulu dan warga yang ada di ibu kota untuk selalu disiplin.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan bahwa mulai hari ini, Selasa, 26 Mei 2020, pasukan TNI dan Polri akan turun ke titik-titik keramaian dalam rangka lebih mendisiplinkan masyarakat agar mengikuti protokol kesehatan sesuai dengan aturan pembatasan sosial berskala besar atau PSBB selama pandemi Covid-19.(Knu)

Baca Juga:

Warga Pendatang yang Tak Miliki Keterampilan Khusus Diminta Tak Kembali ke Jakarta



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH