TKN: Apa Sih Mampunya Ahok?

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 07 Februari 2024
TKN: Apa Sih Mampunya Ahok?

Politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran angkat bicara soal pernyataan politikus PDI Perjuangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang menyinggung Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming Raka tidak bisa bekerja.

Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran Habiburokhman mengaku tahu betul kinerja dari Ahok. Maka alangkah baiknya Ahok tidak berkomentar yang nantinya berujung polemik.

Baca Juga:

Keluarga Besar Bani Falaq Ngiring Sareng Habib Luthfi Deklarasi Dukung Prabowo-Gibran

"Kalau Pak Ahok bilang dia tahu Pak Jokowi ya kita bilang kita tahu Ahok, apa sih mampunya Ahok? Saya juga tahu dulu pernah sama-sama di Gerindra, saya juga pernah mendukung beliau di 2012. Saya juga tau kualitas dia cuma seperti apa," ujar Habiburokhman di Jakarta pada Rabu (7/2).

Mestinya, Ahok berkaca pada diri sendiri yang tidak bisa kerja dan jangan komentari orang lain. Habiburokhman menyebut mantan Komisaris Utama PT Pertamina ini cuma banyak omong, tidak bisa kerja. "Cuma bisa omon-omon," ucap dia.

Baca Juga:

Tidak Hadir, Sidang Mediasi Wanprestasi Almas Lawan Gibran Ditunda

Habiburokhman tak sepakat jika Jokowi disebut tidak bisa kerja. Pasalnya, data menunjukkan tingkat kepuasan rakyat terhadap pemerintahan Jokowi mencapai 80 persen.

Seperti diketahui, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menilai Presiden Jokowi dan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka tidak bisa bekerja.

Ia juga mengatakan, bahwa Capres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto dalam keadaan tidak sehat dan emosional.
Pernyataan itu keluar dari mulut Ahok ketika berbicara dengan seorang ibu berusia 82 tahun.

Baca Juga:

Jalan Menuju GBK Macet, Hasto: Sepertinya Tidak Ada Rekayasa Lalu Lintas



Mulanya, ibu itu menyampaikan akan memilih Prabowo-Gibran di Pilpres 2024. Namun, Ahok berusaha mengeluarkan pandangannya terkait cara memilih pemimpin.

"Persoalan pilih presiden, kita tidak mau pilih orang yang sudah tidak sehat. Kita tidak mau pilih orang yang emosional. Kita tidak mau pilih orang yang tidak terbukti bisa kerja," ucap Ahok dalam video yang beredar.

"Terus ibu pikir Pak Jokowi juga bisa kerja? Saya lebih tahu dan sebenarnya saya enggak enak bilang depan umum," lanjutnya. (Asp)

#Basuki Tjahaja Purnama #Habiburokhman #TKN Prabowo-Gibran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
RUU Perampasan Aset kini sedang dikebut. Komisi III DPR menargetkan RUU tersebut disahkan 15 Desember 2026.
Soffi Amira - Kamis, 24 September 2026
RUU Perampasan Aset Jadi Super Prioritas, DPR Targetkan Rampung 15 Desember 2026
Indonesia
Komisi III DPR Minta Rekening Koordinator AMPB Dibuka Hari Ini
Komisi III menilai rekening Supriyono sebaiknya dapat kembali digunakan. 

Dwi Astarini - Rabu, 26 Agustus 2026
Komisi III DPR Minta Rekening Koordinator AMPB Dibuka Hari Ini
Indonesia
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026, Cuma Punya Waktu 8 Minggu
Komisi III DPR kebut pembahasan RUU Perampasan Aset. RUU tersebut segera disahkan Desember 2026.
Soffi Amira - Rabu, 26 Agustus 2026
DPR Targetkan RUU Perampasan Aset Disahkan Desember 2026, Cuma Punya Waktu 8 Minggu
Indonesia
Komisi III Kebut RUU Perampasan Aset, Targetnya Diketok DPR Akhir 2026
RDPU RUU Perampasan Aset akan digelar intensif di Komisi III DPR 2-3 kali sepekan untuk mengejar target pengesahan Desembe2 2026
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
 Komisi III Kebut RUU Perampasan Aset, Targetnya Diketok DPR Akhir 2026
Indonesia
Belum Ada Surat dari Presiden Prabowo, DPR Jamin Posisi Kapolri Jenderal Sigit masih Aman
Informasi yang menyebut surpres pergantian Kapolri telah diterbitkan tidak benar.
Dwi Astarini - Rabu, 05 Agustus 2026
Belum Ada Surat dari Presiden Prabowo, DPR Jamin Posisi Kapolri Jenderal Sigit masih Aman
Indonesia
DPR Bantah Isu Surpres Pergantian Kapolri, Habiburokhman: Tidak Benar Ada Surat Presiden
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman memastikan tidak ada surat presiden terkait pergantian Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 05 Agustus 2026
DPR Bantah Isu Surpres Pergantian Kapolri, Habiburokhman: Tidak Benar Ada Surat Presiden
Indonesia
Komisi III DPR Ingatkan Penanganan Kasus Kematian Misterius Karumga Febri Adriansyah Harus Berbasis Bukti Ilmiah
Kepala rumah tangga (Karumga) eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Sutrimo ditemukan meninggal dunia di depan sebuah klinik kecantikan di Jakarta Selatan.
Frengky Aruan - Rabu, 29 Juli 2026
Komisi III DPR Ingatkan Penanganan Kasus Kematian Misterius Karumga Febri Adriansyah Harus Berbasis Bukti Ilmiah
Indonesia
DPR Serap Aspirasi Daerah untuk RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Saatnya Follow the Money
Komisi III DPR menyerap aspirasi daerah untuk RUU Perampasan Aset. Kini, DPR memilih pendekatan Follow the Money.
Soffi Amira - Selasa, 28 Juli 2026
DPR Serap Aspirasi Daerah untuk RUU Perampasan Aset, Habiburokhman: Saatnya Follow the Money
Indonesia
Ketua Komisi III DPR Minta JAM-Pidsus Baru Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Menurut Habiburokhman, kasus yang menyeret mantan JAM-Pidsus bukan sekadar perkara hukum biasa.
Dwi Astarini - Kamis, 23 Juli 2026
Ketua Komisi III DPR Minta JAM-Pidsus Baru Tuntaskan Kasus Febrie Adriansyah
Indonesia
Komisi III DPR tak Ingin Ada Gesekan Polri dan Kejaksaan dalam Kasus Febrie Adriansyah
Polri dan Kejaksaan Agung merupakan dua institusi penegak hukum yang sama-sama memiliki peran penting dalam penegakan hukum di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 14 Juli 2026
Komisi III DPR tak Ingin Ada Gesekan Polri dan Kejaksaan dalam Kasus Febrie Adriansyah
Bagikan