Kesehatan

Tips Tetap Sehat Pascapemilu Bagi Anggota KPPS, Caleg, dan Timses

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 15 Februari 2024
Tips Tetap Sehat Pascapemilu Bagi Anggota KPPS, Caleg, dan Timses

Tak merokok, beraktivitas fisik selama 30 menit sehari, makan sayur dan buah sebanyak 3-5 porsi sehari. (Foto: Pexels/Rfstudio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemilu 2024 mulai memasuki babak penghitungan suara. Meski tugas petugas KPPS belum selesai, beban puncaknya telah lewat. Begitu pula dengan aktivitas para caleg dan timses.

“Pemilu sudah berlalu, deteksi dini adalah kunci. Untuk petugas KPPS, panitia Pemilu, caleg, timses, simpatisan (diharapkan) lebih peka dengan keluhan kesehatan masing-masing,” kata dr. Ngabila, Kepala Seksi Pelayanan di Jakarta, Kamis (15/2) seperti dikutip Antara.

Praktisi kesehatan masyarakat itu menganjurkan mereka menerapkan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat) agar dapat terhindar dari gejala masalah kesehatan fisik yang mungkin terjadi pasca Pemilu kemarin.

Baca juga:

Partisipan Pemilu Bisa Konsultasi Kesehatan Mental di RSUD Tamansari

“Cek kesehatan rutin. Pakai masker di keramaian, rajin mencuci tangan, mengonsumsi vitamin D3 dan vitamin C secara oral (minum) atau injeksi (injeksi atas saran dokter) agar kondisi badan fit, imunitas terjaga,” kata Ngabila.

Ngabila juga menganjurkan untuk menerapkan pola hidup sehat CERDIK. Antara lain tak merokok, beraktivitas fisik selama 30 menit sehari, makan sayur dan buah sebanyak 3-5 porsi sehari, serta membatasi konsumsi gula, garam, lemak dan minuman tinggi gula (seperti minuman berenergi, kemasan, dan soda).

Tidur pun harus cukup. Minimal 7 jam dalam 24 jam (jika terpaksa begadang, sempatkan tidur di siang hari). Hindari juga stres berlebih dengan berempati dan tetap menjaga kerja sama tim dengan baik agar proporsi pekerjaan dapat seimbang.

Tak hanya masalah kesehatan fisik, anggota KPPS, caleg, maupun timses juga dapat mengalami masalah kesehatan mental.

“(Gangguan) kesehatan mental ada yang berat dan ringan. Kalau yang ringan, biasanya konsultasi online dengan psikolog, psikiater, atau poli rawat jalan saja itu cukup,” kata Ngabila.

Ngabila menganjurkan untuk melakukan konsultasi ke ahli segera jika merasa ada masalah pada kesehatan mental masing-masing. Hal ini dilakukan agar pasien mendapat penanganan segera sesuai dengan diagnosa dari psikolog maupun psikiater.

Ngabila berpesan untuk selalu berpikir positif dan mengambil hikmah positif dari setiap peristiwa. (dru)

Baca juga:

Pemilu Satu Putaran Berdampak Positif untuk Industri Properti

#Pemilu 2024 #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Tekno
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Tren olahraga ekstrem seperti lari dan Hyrox kian marak, namun fenomena mendadak atlet tanpa cek kesehatan justru memicu risiko fatal henti jantung!
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Risiko Jantung Mengintai di Balik Maraknya Fenomena 'Mendadak Atlet'
Kuliner
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Mi instan sebagian besar terdiri dari karbohidrat olahan, tapi rendah serat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Belajar Trik Makan Mi Instan Sehat ala Gen Z Korea, Dobel Manfaat sebagai Pereda Pengar
Bagikan