Parenting

Tips dan Trik Agar Anak Mau Melahap Menu Sehat di Meja Makan

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 31 Oktober 2019
Tips dan Trik Agar Anak Mau Melahap Menu Sehat di Meja Makan

Jangan sampai anak menjadi picky eater (Foto: Unsplash/pablo merchan montes)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SALAH satu momen paling berharga sebuah keluarga adalah makan bersama di meja makan. Pada kesempatan tersebut, semua anggota keluarga bisa berbagi waktu untuk berkomunikasi dan menyantap makanan bergizi. Di samping itu, menurut pakar kesehatan, waktu yang tepat untuk memperbaiki pola makan anak adalah dengan menyajikan makanan sehat di meja makan.

Para orangtua bisa memberi contoh untuk mengkonsumsi makan sehat ketika bersama-sama duduk di meja makan. Namun hampir semua orangtua tahu, itu tidak mudah. Nah, berikut beberapa strategi menyajikan makanan lezat dan bergizi untuk anak di meja makan.

Baca juga:

Bunda Jangan Panik, Ini Tips ketika Nafsu Makan Anak Turun

Memasak Berbagai Menu Pilihan Sendiri

Tips dan Trik Agar Anak Mau Melahap Menu Sehat di Meja Makan
Makanan beragam biar anak bisa memilih (Foto: Unsplash/stefan vladimirov)

Semua orang pasti punya menu favorit. Sebaliknya, ada juga menu yang kurang disukai. Agar lebih mudah, cobalah menyajikan berbagai macam menu. Dengan begitu, semua yang duduk di meja makan memiliki pilihan untuk menyantap makanan yang disuka, termasuk anak-anak.

Siapkan Menu Sayuran

sayuran
Siapkan sepiring besar sayuran untuk makanan pembuka. (Foto: Pexels/Stokpic)

Cobalah kebiasaan baru untuk selalu menyiapkan sepiring besar sayuran untuk makanan pembuka di atas meja. Misalnya sayuran seperti wortel, kembang kol, brokoli, bayam, kangkung. Jenis-jenis sayur tersebut biasanya akan dilahap habis bila diolah dengan tepat.

Menurut Lynn Barendsen, Direktur Eksekutif Family Dinner Project di Harvard Graduate School of Education, waktu yang paling cocok untuk anak mau memakan sayuran adalah ketika orang tua masih memasak dan si anak sudah benar-benar lapar.

Baca juga:

Bekal Sehat ke Sekolah Jaga Tumbuh Kembang Anak

Hindari Berkomentar di Meja Makan

makan
Jangan berkomentar saat makan. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Setelah makanan disajikan, batasi pembahasan tentang seberapa enaknya jenis makanan lain yang tak ada di meja makan. Selain itu, jangan berkomentar tentang seberapa banyak atau sedikit makanan yang ditaruh seseorang di piring mereka.

Bahkan, kalimat yang selalu dianggap sepele seperti, “ayo makan lebih banyak lagi!” jangan sekali-sekali diucapkan ketika anak sedang menyantap makanan di meja makan. Ternyata kalimat tersebut berdampak buruk dan mendorong anak menjadi keras kepala pada gilirannya menolak makanan.

Trik lainnya adalah jangan membujuk anak untuk mau menghabiskan makanannya. Selain itu jangan menyuap atau memaksa. Profesor psikologi klinis di Harvard Medical School Anne Fishel menjelaskan, bujukan dan paksaan bisa menciptakan ketegangan di meja makan.

Hindari Penghargaan dengan Memberi Hadiah

Tips dan Trik Agar Anak Mau Melahap Menu Sehat di Meja Makan
Tak perlu janjikan hadiah jika anak mau menyantap makanannya (Foto: Unsplash/tanaphong toochinda)

Penelitian menunjukkan, anak-anak bisa bereaksi negatif ketika orang tua menekan mereka untuk makan. Bahkan ketika orangtua memberi iming-iming hadiah untuk mereka. Penting untuk diingat, jangan membubuhi dengan persyaratan apa pun agar mereka mau makan.

Gunakan Piring yang Lebih Besar

makan
Gunakan wadah yang besar sehingga porsi makanan terlihat sedikit. (Foto: Pexels/Kaboompics.com)

Trik menarik lainnya adalah gunakan piring, gelas, dan mangkuk dengan ukuran lebih besar. Menggunakan perlengkapan dengan ukuran besar akan membuat porsi makanan terlihat lebih kecil. Hal itu akan mendorong anak untuk makan lebih banyak. (lgi)

Baca juga:

Bunda, ini Alasan Soda enggak Baik untuk Anak

#Parenting #Anak #Menu Makanan #Makanan Sehat #Gizi Anak
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Dengan membawa tema Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You, Karya Raya menegaskan pertumbuhan bukan hanya tentang banyaknya karya yang dihasilkan.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Karya Raya 2026, ketika Karya Bertumbuh, Anak Ikut Bertumbuh
Indonesia
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Sebelumnya tersangka juga berniat menjual anak pertamanya R p15 juta. Tetapi batal dan saat ini bayi telah berusia sekitar satu tahun
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 24 September 2026
Ibu di Solo 2 Kali Jual Anak Rp 15 Juta dan 6 Juta Buat Bayar Hutang dan Penuhi Kebutuhan Sehari-hari
Lifestyle
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Regulasi penggunaan sosial media pada anak di Indonesia belum seketat negara maju lainnya.
Dwi Astarini - Senin, 07 September 2026
8 Cara Keluarga Cegah Anak Terpapar Pemahaman Kekerasan dan Radikalisme
Indonesia
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
BNPT mengungkap 620 anak usia 11-18 tahun terpapar kekerasan dan radikalisme. 6 anak di Jakarta diarahkan menjalani rehabilitasi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
620 Anak Terhubung Terorisme, BNPT Soroti Bahaya Paparan Radikalisme di Media Sosial
Lainnya
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Usus buntu bisa mengakibatkan kematian. Jangan anggap semua sakit perut anak sebagai keluhan biasa.
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Jangan Dianggap Sakit Perut Biasa, Ini Ciri-Ciri Gejala Usus Buntu Anak!
Berita Foto
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Sejumlah anak mengikuti pertandingan padel dalam ajang Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026 di Tangerang, Banten, Sabtu (29/8/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Jaring Bibit Padel Muda Lewat Rosiade Padel Tournament Youth Series 2026
Indonesia
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Survei Forum Anak di Jawa Tengah terhadap lebih dari 20 ribu anak menunjukkan 80 persen lebih nyaman curhat kepada teman dibanding orang tua.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Menteri PPPA Soroti Pola Asuh di Era Digital, Anak Lebih Nyaman Curhat ke Teman
Foto Essay
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Gio dan Hamzah berlatih tinju dengan alat seadanya di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 19 Agustus 2026
Peluh dan Semangat Anak Menteng Berlatih Tinju Melawan Keterbatasan
Indonesia
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Jangan pernah menjadikan anak sebagai alat untuk memperoleh keuntungan ekonomi
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 03 Agustus 2026
Ramai Bincang Anak Jadi Bintang Vape di Media Sosial, DPR Desak Polisi Bertindak
Indonesia
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
KPAI menyoroti dugaan keterlibatan anak dalam promosi vape di YouTube dan meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 03 Agustus 2026
KPAI Soroti Dugaan Anak Dijadikan Promosi Vape, Minta Penegak Hukum Bertindak
Bagikan