Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan Ilustrasi stop rasisme. Foto: Pixabay/Thisabled

MerahPutih.com - Tindakan rasisme terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai oleh relawan pendukung Joko Widodo, Ambroncius Nababan menuai kritikan keras.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (LBH PB SEMMI) Gurun Arisastra menilai, kelompok yang dekat dengan kekuasaan, jangan merasa bisa melakukan apa saja. Apalagi menyebarkan konten rasisme.

Baca Juga

Usut Dugaan Rasis Oleh Relawan Jokowi, Penyidik Pakai Konsep Komjen Listyo

Elit politik atau kekuasaan harusnya menggunakan media sosial sebagai alat intelektual dan edukasi moral.

"Bukan alat untuk rasisme atau saling menghina," kata Gurun kepada MerahPutih.com di Jakarta, Selasa (26/1).

Gurun melanjutkan, dalam menghadapi laporan terhadap politisi Partai Hanura ini, Polisi harus mengedepankan prinsip equality before the law atau persamaan dimata hukum.

"Jangan tebang pilih dalam proses penegakan hukum," jelas Gurun.

Ambroncius Nababan dan Presiden Jokowi

Gurun mendesak, Ambroncoius tak hanya meminta maaf terhadap Natalius Pigai saja. Tetapi juga kepada seluruh masyarakat Indonesia.

"Karena ia telah memberi contoh yang tidak baik dan merusak pondasi kebangsaan yang berdemokrasi serta persatuan bangsa," tutup Gurun.

Ambroncius Nababan sebelumnya menegaskan bahwa dalam kasus ini, dia tidak melakukan tindakan rasis terhadap warga Papua. Hal itu akan dijelaskan Ambroncius kepada penyidik.

"Saya tidak melakukan perbuatan rasis sebenarnya, saya bukan rasis," katanya.

Sekedar informasi, akun Facebook atas nama Ambroncius Nababan mengunggah konten bernuansa rasis terhadap mantan Anggota Komnas HAM Natalius Pigai.

Tudingan itu berkaitan dengan foto kolase Natalius Pigai dan satwa yang diunggah oleh Ambroncius Nababan di akun FB-nya.

Laporan pelapor terhadap Ambroncius terdaftar dengan nomor:LP/17/I/2021/Papua Barat. Penanganan kasus ini kemudian diserahkan ke Bareskrim Polri untuk memudahkan penyelidikan karena pelaku ada di Jakarta.

Pada Senin (25/1), Ambroncius Nababan memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilayangkan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri kepadanya.

"Jadi berkembang isunya sebenarnya itu hanya untuk pribadi, jadi saya dengan pribadi Natalius Pigai," kata Ambroncius saat tiba di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta.

Dia menyebut semestinya penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadapnya pada Rabu (27/1). Namun dia menyambangi Bareskrim Polri untuk menegaskan pihaknya akan mengikuti proses hukum kasus tersebut.

"Sebenarnya saya seharusnya menghadap dua hari lagi, tapi karena kami, apalagi saya sebagai Ketum Projamin (Profesional Jaringan Mitra Negara), saya terpanggil untuk sampaikan bahwa saya ini bertanggung jawab. Saya enggak lari dan tidak akan ingkar dari hukum," tegasnya. (Knu)

Baca Juga

Bareskrim Segera Periksa Relawan Jokowi Terkait Kasus Dugaan Rasis

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tumbangkan Antonsen, Sinisuka Ginting Tembus Semifinal Olimpiade Tokyo
Indonesia
Tumbangkan Antonsen, Sinisuka Ginting Tembus Semifinal Olimpiade Tokyo

Tunggal putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting belum terhenti di Olimpiade Tokyo 2020.

Vaksinasi COVID-19 per Hari Tembus 1,2 Juta, Target Jokowi Terlampaui
Indonesia
Vaksinasi COVID-19 per Hari Tembus 1,2 Juta, Target Jokowi Terlampaui

Mabes Polri kini memiliki fasilitas pemantauan vaksinasi seluruh Indonesia. Terlihat, angka vaksinasi hari ini menembus 1,285,460. Hal ini sesuai target dari Presiden Joko Widodo.

Suap Bansos, KPK Selidiki Kewajaran Harga Sembako
Indonesia
Suap Bansos, KPK Selidiki Kewajaran Harga Sembako

KPK sebelumnya juga telah menerima keluhan dari masyarakat terkait kualitas sembako yang disalurkan tersebut.

KPK Geledah Kantor Penyuap Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah
Indonesia
KPK Geledah Kantor Penyuap Gubernur Nonaktif Sulsel Nurdin Abdullah

Saat ini proses penggeledehan di lokasi masih berlangsung

Penanggulangan Sampah Masih Jadi PR Pemkot Bandung
Indonesia
Penanggulangan Sampah Masih Jadi PR Pemkot Bandung

Kota Bandung masih menyisakan sejumlah persoalan yang harus dibereskan terlebih dahulu.

Pengawasan Transporasi Udara Diminta Diperketat
Indonesia
Pengawasan Transporasi Udara Diminta Diperketat

Komisi V DPR akan menanyakan kepada pihak-pihak berwenang

Resmikan 25 Kantor PDIP Daerah, Megawati Kenang Tidur di Ranjang Bambu Berkutu
Indonesia
Resmikan 25 Kantor PDIP Daerah, Megawati Kenang Tidur di Ranjang Bambu Berkutu

"Saya saja pernah begitu, kalian harus lebih, lebih, lebih keras lagi berjuang," ujar Megawati yang juga Presiden kelima RI ini.

Modus Penipuan Rekrutmen Karyawan BNI dengan Iming-iming Gaji Rp10 Juta
Indonesia
Modus Penipuan Rekrutmen Karyawan BNI dengan Iming-iming Gaji Rp10 Juta

Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap MTN, pelaku tindak pidana manipulasi rekrutmen karyawan Bank Negara Indonesia (BNI).

KPK Gelar OTT di Kolaka Timur, Firli Bahuri: Kami Tidak Pandang Bulu
Indonesia
KPK Gelar OTT di Kolaka Timur, Firli Bahuri: Kami Tidak Pandang Bulu

Firli Bahuri membenarkan pihaknya melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Selasa (21/9) malam.

Wagub DKI Dorong Warga Jakarta Segera Ikut Vaksinasi COVID-19
Indonesia
Wagub DKI Dorong Warga Jakarta Segera Ikut Vaksinasi COVID-19

"Sekali lagi bagi warga Jakarta segerakan mengikuti vaksin di mana saja, sekarang sudah tidak dibatasi zonanya," ucap Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patri