Teknologi
TikTok Segera Luncurkan Fitur Kontrol Waktu Layar TikTok akan hadirkan fitur baru yang cukup berguna (Foto: pixabay/salen_feyisha)

APLIKASI musik video TikTok terus melakukan berbagai inovasi dan berbagai fitur-fitur baru yang canggih demi memberikan pengalaman yang luar biasa bagi para penggunanya.

Namun tidak hanya itu, TikTok juga meluncurkan aplikasi yang peduli dengan kesehatan pengguna. Perusahaan asal Tiongkok tersebut meluncurkan fitur kontrol waktu layar, yang bisa membantu pengguna dalam mengatur dan mengetahui berapa banyak waktu mereka habiskan untuk scrolling TikTok.

Baca Juga:

Anak 10 Tahun Tewas akibat Blackout Challenge, TikTok Digugat

pengguna TikTok saat ini bisa mengatur batas waktu layar, untuk mengetahui berapa lama mereka menggunakan aplikasi dalam satu waktu (Foto: pixabay/antonbe)

Kemudian, TikTok juga menambahkan dasbor dalam aplikasi, yang akan menampilkan statistik. Seperti berapa banyak waktu yang pengguna habiskan pada aplikasi, kapan pengguna paling sering melihat aplikasi, dan seberapa sering aplikasi dibuka.

Menariknya, pengguna TikTok saat ini bisa mengatur batas waktu layar, untuk mengetahui berapa lama mereka menggunakan aplikasi dalam satu waktu, demikian dikutip dari laman Engadget.

Baca Juga:

Tiktok Larang Konten Tantangan Viral yang Berbahaya

TikTok juga sebelumnya sudah menawarkan kontrol waktu layar, yang habis setelah batas harian ditentukan. Namun, dengan pengaturan baru, pengguna bisa memilih tagar aplikasi, untuk mengingatkan mereka beristirahat apabila mereka sudah membukanya untuk waktu cukup lama.

Pembaruan aplikasi TikTok tersebut dilakukan setelah menghadapi pertanyaan soal dampak aplikasi mereka bagi para remaja. (Foto: pixabay/amrothman)

Pembaruan aplikasi TikTok tersebut dilakukan setelah menghadapi pertanyaan soal dampak aplikasi mereka bagi para remaja. Seperti pada awal tahun ini, anggota parlemen di Senat memperkenalkan undang-undang yang akan meningkatkan studi kecanduan media sosial, dalam langkah memasang lebih banyak pagar pembatas untuk melindungi para pengguna masih muda.

TikTok mengatakan akan memperkenalkan batas waktu layar tambahan untuk remaja antara usia 13 hingga 17 tahun. Saat ini pengguna usia remaja akan melihat pertunjukan kesehatan digital mingguan, serta mendapat pengingat waktu layar tambahan saat mereka sudah menghabiskan lebih dari 100 menit di aplikasi. (Ryn)

Baca Juga:

TikTok Shopping 2021 Didominasi Pelanggan Perempuan

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
'Voyage', Album Terbaru ABBA Setelah Vakum 40 Tahun
ShowBiz
'Voyage', Album Terbaru ABBA Setelah Vakum 40 Tahun

Album terbaru dari ABBA akan menjadi yang terakhir.

Pemain Liverpool Tetap Prima Meski Sedang Puasa, Apa Rahasianya?
Olahraga
Pemain Liverpool Tetap Prima Meski Sedang Puasa, Apa Rahasianya?

Ibadah puasa jadi berkah Ramadan bagi Liverpool.

Platform Pelatihan Bahasa Inggris Dukung Keterampilan SDM Pariwisata Indonesia
Fun
Lumba-lumba Tandai Teman dengan Nama, Seperti Manusia
Hiburan & Gaya Hidup
Lumba-lumba Tandai Teman dengan Nama, Seperti Manusia

Menggunakan siul lumba-lumba lain untuk memanggil individu.

Whistleblower: Penanganan Konten Pelecehan Anak di Facebook Tidak Memadai
Fun
Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang
Fun
Pentingnya Penyerapan Kalsium yang Optimal Bagi Kesehatan Tulang

Menjaga Kesehatan Tulang dengan Penyerapan Kalsium yang Optimal sangat penting

Suka "Lapar Mata" Lihat Diskonan? Jangan Kalap
Fashion
Suka "Lapar Mata" Lihat Diskonan? Jangan Kalap

Jangan kalap beli barang yang tak terlalu dibutuhkan

WhatsApp akan Hadirkan Fitur Anti Retas
Fun
WhatsApp akan Hadirkan Fitur Anti Retas

Pengguna akan semakin terlindungi.

Wuling Resmi Luncurkan Air ev Secara Global di GIIAS 2022, Intip Harganya
Fun
Wuling Resmi Luncurkan Air ev Secara Global di GIIAS 2022, Intip Harganya

Menghadirkan kehidupan yang ramah lingkungan bagi para konsumen.

Ingat nih, Waktu Tepat Ganti Shock Breaker Motor
Hiburan & Gaya Hidup
Ingat nih, Waktu Tepat Ganti Shock Breaker Motor

Sokbreker perlu diganti ketika kondisinya sudah tidak mumpuni atau tidak layak jalan