Tiga Cara Jadi Ayah Keren bagi Keluarga Tak mudah menjadi ayah sempurna, tapi ada jalannya kok. (foto: pixabay/olichel)

SOSOK ayah dalam keluarga tak kalah penting daripada kehadiran ibu. Ayah menjadi figur kuat dan berpengaruh besar bagi kehidupan seorang anak. Seperti halnya parenting, tak ada sekolah khusus menjadi ayah.

Meskipun demikian, seperti yang dilansir Department for Education of South Australia, ada kunci untuk menjadi sosok ayah keren bagi keluarga.

BACA JUGA: 4 Cara Nyeleneh Ayah Lindungi Anak Perempuan dari Pacar yang Tak Baik


1. Menunjukkan kasih sayang

ayah menunjukkan kasih sayang
Habiskan waktu dan temani anak. (foto: pixabay/ddimitrova)

Wajar saja jika ayah sulit mengekspresikan perasaan sayang kepada anak. Itu seperti sudah sifat aslinya para pria ya. Selain itu, para ayah kerap berusaha keras menjaga citra gagah di depan anak-anak.

Meskipun demikian, para ayah bisa kok menunjukkan rasa sayang dengan cara tersendiri. Dukungan finansial dan melakukan hal bersama anak ialah contohnya. Habiskanlah waktu dengan bermain bersama untuk membangun hubungan dan melihat potensi dan bakat anak.

Para ayah juga bisa menunjukkan ketertarikan terhadap proses pembelajaran mereka, seperti membantu tugas sekolah. Seringlah memberi pelukan dan katakan kamu sayang kepada anak. Saat anak mencapai sesuatu atau menekuni suatu bidang, ayah bisa menunjukkan bahwa kamu bangga terhadap mereka.

Menjadi sosok ayah yang baik juga berarti membagi waktu dan perhatianmu kepada anak. Matikan televisi dan peralatan elektronik yang menyangkut pekerjaan ketika berada di rumah. Berikan perhatian penuh kepada anak.

Faktanya, ketidakhadiran seorang ayah dalam kejadian penting dalam hidup anak ternyata cukup berdampak besar. Sebuah penelitian dari Annual Review of Sociology menyebut ayah yang sering tidak berada di dekat anaknya berpengaruh pada perkembangan sosial emosional anak secara negatif. Mulai dari perilaku kenakalan remaja, seperti merokok dan kenakalan-kenakalan lain di sekolah.

Jadi, para ayah, luangkan waktumu untuk menunjukkan kepedulian dan kasih sayang kepada anak.

2. Belajar dari ayah sendiri

anak belajar dari ayah sendiri
Ayah jadi panutan bagi anak. (foto: pixabay/free-photos)

Memang tak ada pakem khusus menjadi ayah. Namun, kamu bisa kok becermin dari sikap dan pola asuh yang diterapkan ayahmu.

Kamu bisa berkaca dari perjuangan yang dilakukan ayahmu dulu ketika mendidikmu dan apa yang mereka takutkan. Hal ini cukup menantang secara emosional. Namun, setidaknya proses itu membantu kamu untuk bangun dari masa lalu dan mencoba menjadi ayah yang lebih baik versi sendiri.

Jangan lupa juga bahwa anak belajar dari apa yang mereka lihat dari perilakumu. Oleh karena itu, tunjukkan sikap yang baik jika kamu ingin anak meniru perilaku tersebut. Selain itu, praktikkan juga nilai-nilai positif yang ayah kamu ajarkan kepada buah hati.

3. Bekerja sama dengan pasangan

bekerja sama dengan pasangan
Selalu berkomunikasi dengan pasangan soal pengasuhan anak. (foto: pixabay/satyatiwari)


Berhubung mengasuh anak merupakan kerja bersama, aktiflah berkomunikasi dengan pasangan. Komunikasikan ide yang kamu miliki dan dengarkan apa masukan pasangan. Jika tidak setuju dengan pasangan, carilah jalan tengah untuk mengurangi konflik terutama di hadapan anak.

Hubungan yang kuat dengan pasangan dapat memberikan fondasi kokoh untuk perkembangan anak. Mereka perlu melihat bagaimana kamu dan pasangan bisa mempertahankan keluarga seutuhnya.

Tunjukkan kepada anak kasih sayang, rasa hormat, cara mengelola emosi, dan ingat tidak perlu menjadi sempurna.

Bagi anak laki-laki, mereka perlu sosok ayah yang dapat memperlakukan perempuan dengan baik meskipun sedang marah atau emosi. Bagi anak perempuan, ayah menjadi batu loncatan pertama mereka apa yang tidak boleh diabaikan ketika mempunyai pasangan.

Menjadi sosok ayah yang baik, kuat, sekaligus dihormati memang tidak mudah. Akan tetapi, ketika kamu berhasil mendidik anak agar tumbuh dengan cara yang sehat, tentu hal tersebut merupakan sebuah pencapaian yang sangat bermakna.(*)

BACA JUGA: Pejantan yang Melindungi Anak-Anaknya


Tags Artikel Ini

Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH