Fashion
Tidak Ada Pandemi di Shanghai Fashion Week Tiongkok telah menjadi satu-satunya pasar yang masih bergairah (setelah) pandemi. (Foto: cnn.com)

SENSASI dan antisipasi pertunjukan live fashion show sangat dirindukan di seluruh dunia mode selama pendemi. Pekan mode di Eropa dan Amerika masih berlangsung virtual atau dalam pentas terbatas dengan berbagai protokol kesehatan. Namun di Tiongkok, Shanghai Fashion Week berjalan seperti biasa seolah tidak ada pandemi di negara asal virus penyebab COVID-19 itu.

Edisi Musim Gugur-Musim Dingin 2021 Shanghai Fashion Week, berjudul Bloom the Spring, adalah satu-satunya pekan mode yang menyelenggarakan program pementasan langsung yang lengkap untuk musim mendatang.

Baca Juga:

Louis Vuitton Bikin Tas Bentuk Pesawat Seharga Rp 565 Juta

fashion
Peragaan busana dari perancang keturunan Taiwan-Kanada Jason Wu. (Foto: cnn.com)

Shanghai Fashion Week diluncurkan pada tahun 2003 dengan tanggapan yang relatif kurang memuaskan dari industri mode. Acara dua tahunan itu sekarang menjadi tanggal penting di kalender mode, bahkan sebelum COVID-19 menjadikannya satu-satunya tempat untuk melihat koleksi baru secara langsung.

Sejumlah merek internasional berpartisipasi musim ini, meskipun koleksi Shanghai Fashion Week masih banyak dibuat di dan untuk Tiongkok. Selama program delapan hari, label lokal bertanggung jawab atas sebagian besar dari 100 lebih pertunjukan peragaan busana yang ditampilkan di empat tempat di seluruh kota.

Tempat utama minggu itu, yang dapat menampung ratusan tamu di distrik Xintiandi kelas atas, menampilkan merek-merek fasyen Tiongkok yang sudah mapan seperti Comme Moi dan Dawei.

Tempat-tempat peragaan yang lebih kecil di distrik West Bund, pusat seni dan budaya baru Shanghai, menjadi tuan rumah bagi desainer baru seperti Angel Chen dengan rancangan warna-warni dan perayaan paduan estetika Timur dan Barat.

Baca Juga:

Sultan Merapat, Rolex Hadirkan Koleksi Baru di 2021

Sebuah kepulangan

fashion
Rancangan dari koleksi desainer baru Shie Lyu yang menggunakan bahan daur ulang. (Foto: cnn.com)

Koleksi terbaru Private Policy, label yang didirikan oleh desainer Tiongkok tetapi berbasis di New York, diluncurkan pada Kamis malam (8/4). Koleksi ini terinspirasi dari pengalaman imigran China abad ke-19 di Amerika dan lonjakan kejahatan rasial baru-baru ini yang ditargetkan terhadap orang Asia-Amerika.

Mengenakan topi bergaya nelayan bertepi lebar, gaun Qipao yang memeluk tubuh, dan sepatu bot koboi, para model berjalan di catwalk. Warna dominan abu-abu dan hitam menjadi hidup dengan semburat warna permen karet merah muda dan mint, menjadikan seluruh koleksi unik tetapi siap untuk busana sehari-hari.

Pertunjukan tersebut juga menandai kepulangan Private Policy, label yang dikenal karena menggabungkan masalah sosial terkini dengan mode anak klub. Dan sementara COVID-19 telah menghadirkan tantangan yang tidak terduga, pandemi juga memberi kesempatan kepada co-founder Haoran Li dan Siying Qu untuk menguji pasar di negara asal mereka.

"Kembali ke pasar [Tingkok] adalah langkah yang sangat penting dan berarti bagi kami," kata Li dalam wawancara telepon kepada cnn.com (13/4). Dia menambahkan, COVID-19 bahkan telah memicu permintaan baru dari negara tersebut, "Mungkin karena banyak pembeli tidak bisa bepergian (ke luar negeri untuk berbelanja), sehingga penjualan dipulangkan kembali ke China."

Baca Juga:

Ladies, Intip Cara Unik Mengaplikasikan Pola Checkerboard Agar Tampil Standout

fashion
Dior menjadi salah satu dari beberapa brand internasional di Shanghai Fashion Week. (Foto: cnn.com)

Penjualan produk fesyen pun semakin digital. Di Tiongkok, retail daring, di semua sektor, tidak hanya mode, mengalami kenaikan 10,9% pada tahun 2020 dari tahun sebelumnya, berdasarkan Biro Statistik Nasional negara tersebut.

Namun, e-commerce yang disiarkan langsung, di mana vendor menyiarkan pengalaman belanja interaktif melalui perangkat seluler, tumbuh lebih dari 120% pada periode yang sama. Demikian firma riset pasar iiMedia Research melaporkan.

Berdasarkan pertimbangan tersebut, meskipun ada panggung peragaan langsung, Shanghai Fashion Week yang dimulai Selasa lalu juga memiliki sesi daring yang dipandu oleh penyiar terkenal Jiaqi "Austin" Li. Acara daring itu menurut penyelenggara acara Labelhood, ditonton oleh lebih dari 10 juta pemirsa.

Itu juga yang menyebabkan Private Policy yang jumlah butik dan department store Tiongkok melonjak dari 15 menjadi 40 sejak awal 2020, duo desain itu tetap menjajaki strategi penjualan daring baru sejak kembali ke pasar Tiongkok Agustus lalu.

"Saya belajar hal-hal baru setiap hari," kata Li, "Kami sekarang mencoba menjelajahi saluran langsung-ke-konsumen di Tiongkok. Ada begitu banyak platform, dari (platform e-commerce) Tmall hingga (layanan media sosial) Buku Merah Kecil, dalam lingkungan yang begitu beragam."

Baca Juga:

Dilelang, Kostum Ikonik Destiny’s Child

Bakat yang muncul

fashion
shanghai fashion-4-Koleksi Private Policy yang terinspirasi pengalaman imigran China abad ke-19 di Amerika. (cnn.com)

Shanghai Fashion Week juga menyoroti para desainer yang akan datang, sebagian berkat kolaborasi dengan Labelhood, platform yang membina bakat muda yang muncul. Di antara mereka adalah Louis Shengtao Chen, salah satu dari 12 talenta muda yang melakukan debut runway mereka di acara musim ini, menurut pernyataan dari penyelenggara pekan mode.

Perancang berusia 24 tahun itu baru-baru ini memutuskan untuk menangguhkan gelar masternya, di Central Saint Martin yang bergengsi di London, untuk fokus pada label eponimnya, yang baru berusia tiga bulan.

Di antara 35 penampilan dalam koleksi debut intim Chen, yang ditampilkan pada hari Minggu, adalah jaket yang kaya akan detail renda, tas tangan kulit berbentuk kerucut dan gaun lateks yang menampilkan suku cadang mobil daur ulang. Dia menyebut koleksinya Debutante, dari peresmian debut peragaan busananya dan fokus mereknya pada pakaian perempuan.

Baca Juga:

Uniknya Kostum Satai Madura yang Masuk Top 3 National Costume Miss Grand International

fashion
Dior menjadi salah satu dari beberapa brand internasional di Shanghai Fashion Week. (Foto: cnn.com)

Meskipun fokus pada desainer baru seperti Chen, ada juga banyak nama besar yang muncul. Pada hari Jumat, perancang busana Taiwan-Kanada Jason Wu menunjukkan koleksi Musim Semi 2021-nya, yang menggabungkan magenta, kuning, dan lavendel yang ceria dalam celana dan jumpsuits yang terinspirasi oleh liburan ke Tulum, di Semenanjung Yucatán, Meksiko.

Kemudian pada Senin malam, Dior meluncurkan koleksi pakaian siap pakai Musim Gugur 2021, yang terinspirasi oleh seni pop dan futurisme baru, di Long Museum Shanghai, hanya beberapa bulan setelah meluncurkan koleksi pria di Beijing. Koleksi tersebut akan tersedia di platform e-commerce dan streaming termasuk WeChat, Bilibili dan TikTok versi Cina, Douyin.

"Pindah ke Tiongkok adalah tendensi yang tidak dapat dihindari di dunia saat ini," kata Shaway Yeh, pendiri agensi kreatif Yehyehyeh dan tokoh berpengaruh di media mode China, melalui WeChat, "Tiongkok telah menjadi satu-satunya pasar yang masih bergairah (setelah) pandemi." (aru)

Baca Juga:

Rok untuk Pria Jadi Tren Baru di Masa Pandemi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Gegayaan Stiker Mobil di Negeri Aing yang Salah Kaprah
Fun
Gegayaan Stiker Mobil di Negeri Aing yang Salah Kaprah

Banyak masyarakat negeri aing yang salah kaprah dalam memasang stiker mobil.

Hello Kitty dan Kawan-Kawan Main ke Animal Crossing
Fun
Hello Kitty dan Kawan-Kawan Main ke Animal Crossing

Hello Kitty, My Melody, hingga Keroppi akan datang dan mengunjungi desa para pemain Animal Crossing: New Horizon.

'Black Friday Sale', Brand ini Malah Jual Sampah
Fun
'Black Friday Sale', Brand ini Malah Jual Sampah

Hal ini dilakukan Public Fibre untuk meningkatkan kesadaran serta mengumpulkan uang untuk The Ocean Cleanup.

Jangan Kalap dan Trik Jitu Turun Berat Badan selama Ramadan
Hiburan & Gaya Hidup
Jangan Kalap dan Trik Jitu Turun Berat Badan selama Ramadan

Tanamkan komitmen selama satu bulan penuh untuk mengendalikan diri.

Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal
Indonesiaku
Prosesi Wisuda Sekolah di Fase New Normal

Pelaksanaan wisuda secara drive thru ditengah pandemi COVID-19 telah menyesuaikan peraturan Pemerintah

Pandemi Bikin Wisata Virtual Jadi Tantangan Baru
Fun
Pandemi Bikin Wisata Virtual Jadi Tantangan Baru

Setiap terobosan baru pasti ada kelebihan dan kekurangan.

Dampak Negatif Penggunaan Ponsel Berlebih
Fun
Dampak Negatif Penggunaan Ponsel Berlebih

Berikut ini dampak negatif yang timbul jika terlalu sering terpapar radiasi ponsel.

Bryan Sony Melaju ke Final ICiGSC ICE 2021
Fun
Bryan Sony Melaju ke Final ICiGSC ICE 2021

Bryan meracik dua sajian kopi beralkohol First Love dan Bittersweet.

Model Rambut Pendek Buat Si Pipi Chubby
Fashion
Model Rambut Pendek Buat Si Pipi Chubby

Lima model rambut pendek yang cocok untuk kamu si pemilik pipi chubby.

Granola Bar, Sahur Sehat Mudah dan Cepat
Hiburan & Gaya Hidup
Granola Bar, Sahur Sehat Mudah dan Cepat

Sekali lahap, beres. Bukan junk food