"The Journey", Refleksi Perjalanan Musik Rendy Pandugo Penyanyi Rendy Pandugo. (Foto: MP/Raden Yusuf Nayamenggala)

PENYANYI Rendy Pandugo merilis album perdananya yang bertajuk "The Journey" pada hari ini, Rabu (30/8), di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Album ini berisikan 11 buah lagu. Delapan lagu ditulis di Indonesia, dan tiga lagi di Swedia.

Pada kesempatan temu media Rabu siang, Rendy menceritakan latar belakang terbentuknya album ini. Baginya, album "The Journey" merefleksikan perjalanan musikalnya tatkala ia memutuskan bersolo karier.

Pembuatan album ini bukan hal mudah. Butuh proses panjang yang menguras waktu, pikiran, dan tenaga. Ia harus menggeber proses produksinya. Penggarapan dilakukan bersama The Kennel Studio di Stockholm, Swedia. The Kennel Studio menjadi pilihan lantaran telah lama dikenal sebagai gudangnya para produser papan atas yang menggarap musik sederet penyanyi terkenal seperti The Chainsmokers, Veronicas, Birdy, dan Kyo.

Usai mengeluarkan album perdananya, Rendy mengaku sangat lega. "Lega banget karena penantian cukup panjang untuk album ini," ujarnya.

Apalagi album tersebut telah lama ia nantikan selama berkarier di industri musik sejak 2010. "The Journey" terdiri dari berbagai genre sehingga menjadikannya unik dan berbeda dari musisi lain. Meski albumnya dibilang "nano-nano" karena mengusung genre yang beragam, ia tidak peduli, karena itu memang merupakan bagian dari perjalanan kariernya.

"Beberapa orang nyebut album ini nano nano, gue gak masalah," tegasnya.

Album itu sendiri nantinya akan dipasarkan secara digital. Selain itu, 500 keping album fisik juga siap disebarkan ke seluruh indonesia. (*)

Simak penampilan Rendy Pandugo di "We The Fest 2017" pada artikel Suguhkan Penampilan Spesial Di "We The Fest 2017", Rendy Pandugo Deg-Degan.


Tags Artikel Ini

Rina Garmina

LAINNYA DARI MERAH PUTIH