Terlihat Pendiam Tapi Ternyata Hiperseks, Kenali Tanda-Tandanya! Pengidap hipersek terlihat pendiam dari luar (Foto: Pexels/David Garrison)

SEKS merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan seseorang. Namun, jika seseorang menganggap seks atau perilaku seksual menjadi satu-satunya tujuan hidup. Maka tandanya orang tersebut mengidap hiperseks.

Terkadang, penderita hiperseks terlihat pendiam dari luar. Tapi rupanya di pemikirinnya, mengandung banyak hal-hal berbau seks. Jadi seperti apa sih ciri-ciri penderita hiperseks?

Menurut laman Alodokter, hiperseks memungkinkan seseorang sering melakukan masturbasi. Kemudian mereka juga enggak enggan melakukan cybersex (seks virtual). Pasangan yang dimiliki juga banyak, dan pornografi menjadi makanan harian mereka. Tentunya hasrat seksual juga sulit dibendung atau ditahan oleh mereka.

Hiperseks dapat berdampak buruk bagi penderitanya. Perilaku ini dapat mengganggu konsentrasi untuk melalukan aktivitas harian. Yang lebih parahnya lagi, penderita hiperseks dapat mudah terkena Penyakit Menular Seksual (PMS).

Perempuan juga bisa mengidap hiperseks (Foto: Pexels/Pixabay)

Pria kelihatannya lebih mudah terkena kelainan hiperseks. Tapi ternyata baik pria maupun perempuan, sama-sama bisa menjadi pecandu seks. Pada pria, hiperseks disebut dengan istilah satriasisem. Sementara pada perempuan disebut dengan istilah nymphomania.

Pria atau perempuan yang mengidap hiperseks. Memiliki kemungkinan besar untuk berselingkuh. Karena satu pasangan saja enggak cukup bagi mereka. selalu ada keinginan untuk menggali lebih dalam fantasi bercinta dengan orang lain.

Baca juga:

Menu Makan Sehat, Kunci untuk Membuat Orgasme Pria Lebih Berkualitas

Cara mengatasi hiperseks hanya melalui bantuan psikiater dan psikolog. Namun, sebelumnya dokter harus memastikan terlebih dulu apakah orang tersebut juga menderita kondisi tertentu. Sebab, biasanya hiperseks juga berkaitan dengan gangguan bipolar, kecemasan, demensia, gangguan kepribadian, hingga depresi.

Setelah berkonsultasi dengan psikiater atau psikolog. Pengidap hiperseks akan diarahkan untuk melakukan terapi perilaku. Tujuannya agar bisa membentuk perilaku yang lebih baik, yaitu dengan menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan positif.

Dokter juga akan memberikan obat-obatan untuk meredam hiperseks (Foto: Pexels/freestocks.org)

Terapi penyembuhan hiperseks akan membimbing penderita menentang segala pikiran untuk melakukan tindakan seks yang kelewatan. Oleh karena, itu dalam terapinya penderita juga akan dilatih untuk berinteraksi dengan orang lain tanpa melibatkan hubungan seksual.

Kunci kesembuhan penderita hiperseks intinya sangat bergantung dengan kekuatan pemikiran mereka. Terkadang, dokter juga akan memberikan obat-obatan tertentu semisal pereda cemas dan obat anti depresan untuk meredam perilaku hiperseks.

Sahabat Merah Putih, jika menemukan ciri hiperseks pada diri kamu sendiri atau orang lain. Segera berkonsultasi dengan dokter ya. Ingat, seks yang paling sehat ialah dengan pasangan resmi. (ikh)

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH