Kesehatan
Telisik Penyakit Genital Warts Pada Perempuan penyakit kutil kelamin cukup membahayakan. (Foto: Freepik/Diana.grytsku)

JARANG diketahui oleh masyarakat luas ternyata penyakit kutil kelamin cukup membahayakan. Kutil kelamin merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Pada umumnya kondisi ini terjadi saat area kemaluan serta rektum ditumbuhi oleh kutil.

Kutil kelamin atau genital warts merupakan salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS) di area genital dan dubur (anus) yang disebabkan oleh infeksi HPV (Human Papilloma Virus). Sebagian besar kasus (90 persen) genital warts disebabkan oleh jenis HPV risiko rendah, seperti HPV tipe 6 dan 11 dan sebagian kecil oleh jenis HPV risiko tinggi seperti HPV 16, 18, 31, 33.

Baca Juga:

Tanpa Penanganan Tepat, Penyakit Autoimun Kulit Munculkan Komplikasi

Tidak hanya pria, penyakit kutil kelamin juga bisa menyerang perempuan. Sebagai salah satu penyakit menular seksual, kutil kelamin mampu menyebarkannya pada orang lain. Berbagai faktor bisa menjadi penyebab kutil kelamin ini. Akan tetapi, umumnya HPV (Human Papilloma Virus) tertentu menjadi penyebab kutil kelamin.

Kutil kelamin umumnya berbentuk tonjolan dan biasanya berwarna keabu-abuan atau sewarna dengan kulit. Ukuran dan jumlahnya pun beragam, ada yang berukuran kecil atau besar, ditemukan dalam jumlah yang banyak ataupun hanya satu. Pada perempuan, kutil kelamin ini dapat muncul di luar dan dalam vagina (vulva, vagina, leher rahim) maupun dubur (anus).

Disebabkan oleh infeksi HPV. (Foto: Freepik/Vector Juice)

Selain itu, dapat juga muncul pada area mons pubis (daerah yang berbentuk segitiga, berambut, dan terletak di atas tulang kemaluan), bibir, mulut, lidah dan tenggorokan. Pada beberapa kasus, genital warts dapat berkembang menjadi suatu keganasan

dr. Amelia Soebyanto, Sp.DV, Spesialis Kulit dan Kelamin (Dermato-venereologi) Klinik Pramudia memaparkan data terkait insidensi Genital Warts di seluruh dunia dari tahun 2001-2012 pada perempuan adalah 120,5 kasus per 100.000 per tahun, dengan puncak usia pada perempuan adalah pada usia 24 tahun.

Baca Juga:

Sering Dijumpai, 5 Jenis Penyakit Kulit Ini Ternyata Menular

Di Indonesia sendiri, Kasus Infeksi Menular Seksual (IMS) yang dilaporkan oleh 12 Rumah Sakit Pendidikan mulai tahun 2007-2011 menunjukkan bahwa angka kejadian Genital Warts ini menduduki peringkat 3 terbesar, dengan distribusi terbanyak ditemukan pada perempuan (62,5 persen) usia 25-45 tahun.

Gejala dan tanda Genital warts

Genital warts seringkali tidak menimbulkan tanda atau gejala yang langsung disadari. Hal ini dikarenakan ukurannya yang sangat kecil atau lokasinya di dalam lubang miss V atau anus sehingga tidak nampak. Namun, beberapa tanda dan gejala yang dapat dikenali diantaranya :

• Benjolan kecil, sewarna kulit, kecoklatan atau merah muda di area genital dan anus (dubur)

• Bentuknya menonjol namun permukaan rata dengan kulit atau seperti kembang kol

• Gatal atau rasa tidak nyaman di area genital

• Pendarahan saat berhubungan badan

Seseorang yang aktif secara seksual memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi HPV genital. (Foto: Unsplash/Molly Blackbird)

Faktor Risiko Genital warts

Seseorang yang aktif secara seksual memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi HPV genital. Selain itu, beberapa kebiasaan tertentu juga dapat meningkatkan risiko mengalami genital warts, di antaranya:

• Berganti-ganti pasangan seksual

• Konsumsi tembakau atau alkohol

• Memiliki riwayat infeksi menular seksual lain

• Stress yang berlebihan

• Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah karena kondisi tertentu, seperti diabetes, kehamilan, HIV/AIDS, atau konsumsi obat-obatan tertentu.

"Salah satu yang penting dilakukan adalah deteksi dini Genital Warts. Penegakan diagnosis umumnya dapat melalui pemeriksaan klinis langsung," jelas dr. Amelia pada jumpa pers virtual, Rabu (15/6).

Beberapa pemeriksaan penunjang di antaranya adalah test asam asetat, pap smear, patologi, pemeriksaan dengan alat pembesaran optik (kolposkop), dan identifikasi genom HPV.

"Yang perlu sering dilakukan secara rutin yakni pemeriksaan klinis, tes asam asetat dan pap smear. Diagnosis yang tepat merupakan langkah awal sebelum pemberian terapi,” pungkas dr. Amelia. (dgs)

Baca Juga:

Ketahui Gejala dan Penyebab Penyakit Kulit Vitiligo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Punya Skill Creative Thinking Penting Banget
Fun
Punya Skill Creative Thinking Penting Banget

Pemikir kreatif tentu sangat diminati di dunia pekerjaan.

BPOM Bagikan Tips Memahami Label Kemasan Makanan
Fun
BPOM Bagikan Tips Memahami Label Kemasan Makanan

Label kemasan makanan memuat seluruh informasi terkait nutrisi dan gizi.

Olahraga Ekstrim bukan Melulu Tentang Adrenalin
Fun
Olahraga Ekstrim bukan Melulu Tentang Adrenalin

Bukan tentang adrenalin saja, namun juga tentang kesehatan fisik dan mental.

Aspire Vero National Geographic Edition, Laptop Ramah Lingkungan dari Acer
Fun
Aspire Vero National Geographic Edition, Laptop Ramah Lingkungan dari Acer

Laptop kolaborasi Acer bersama National Geographic.

Konflik Seputar Netflix Terbaru Dave Chapelle
ShowBiz
Konflik Seputar Netflix Terbaru Dave Chapelle

Komedi spesial berdurasi 72 menit ini telah menerima banyak keluhan dari pemirsa pendukung LGBTQ.

Jinan Laetiti Rilis 'Mannequin', Ajak Pendengar Abaikan Pendapat Orang Lain
ShowBiz
Cara Cepat Jual Mobil Bekas
Fun
Cara Cepat Jual Mobil Bekas

Tiga cara menjual mobil bekas yang mudah dan praktis.

Kartu Pokemon 'Pikachu Illustrator' Terjual Seharga Rp 13 Miliar
Fun
Kartu Pokemon 'Pikachu Illustrator' Terjual Seharga Rp 13 Miliar

Pikachu Illustrator memecahkan rekor harga kartu Pokemon termahal.

Dirty Ass Rilis CD Album Distopia di Record Store Day 2022
ShowBiz
Dirty Ass Rilis CD Album Distopia di Record Store Day 2022

Dirty Ass, akan merilis album ketiganya yang berjudul Distopia di Record

MGPA Buka Pendaftaran Volunteer WSBK Mandalika 2022
Fun
MGPA Buka Pendaftaran Volunteer WSBK Mandalika 2022

Terbuka untuk umum, terutama warga Lombok Tengah dan sekitarnya.