Teknologi
Teknologi Ini Mampu Lacak Badak Lewat Foto Jejak Kaki Memanfaatkan alogaritme khusus. (Foto: Unsplash/David Clode)

PENTING untuk melacak keberadaan badak hitam yang terancam punah. Namun kegiatan ini bisa sangat menantang jika dilakukan di alam liar Namibia. Di situlah sistem identifikasi jejak kaki baru dirancang untuk mengambil celah.

Dikenal sebagai Footprint Identification Technique (FIT), pengaturan berbasis perangkat lunak ini dirancang oleh para ilmuwan di Universitas Duke North Carolina.

Baca juga:

Angkatan Udara AS Latihan Perang dengan Robot Anjing

1
Membedakan antara banyaknya jejak kaki yang difoto di satu lokasi. (Foto: Unsplash/Ricardo Gomez Angel)

Menurut New Atlas, cara kerja alat ini dengan foto jejak kaki individu badak hitam yang sudah terdata. Memanfaatkan algoritme khusus, FIT kemudian menganalisis gambar tersebut, membuat lebih dari 100 pengukuran jejak kaki.

Kemudian FIT akan memeriksa apakah ada tanda khas pengukuran yang cocok dengan yang ada di database-nya. Jika ya, maka pengguna akan tahu ke mana badak tertentu telah melakukan perjalanan sejak terakhir kali diamati.

Selain itu, mereka akan tahu badak itu memang masih ada, bukan dibunuh oleh pemburu. Sistem ini juga mampu membedakan antara banyak jejak kaki yang difoto di satu lokasi. Fungsionalitas ini memungkinkan FIT menentukan kira-kira berapa banyak badak yang ada di daerah tersebut.

Baca juga:

Pertama, Bandara Internasional Dubai Gunakan Jasa Anjing Pelacak Virus Corona

2
Dikenal sebagai Footprint Identification Technique (FIT). (Foto: Unsplash/David Clode)

Para ilmuwan sekarang melatih konservasionis satwa liar, pengelola lahan, pemandu lokal, dan agen anti perburuan dalam penggunaan FIT. Ini diharapkan akan digunakan di seluruh Namibia, yang merupakan rumah bagi sekitar 90 persen dari total populasi badak hitam di seluruh dunia.

"Ini adalah pendekatan berbiaya hemat yang tidak hanya melindungi kesehatan badak dan manusia, namun juga membawa keterampilan pelacakan ke abad ke-21," ungkap Assoc. Prof. Zoe Jewell. Sebuah makalah tentang penelitian tersebut baru-baru ini diterbitkan di jurnal PeerJ. (lgi)

Baca juga:

'Mata-Mata' Berwujud Bayi Gorila Imut

Penulis : Leonard Leonard
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Butuh Inovasi Out of The Box untuk Pulihkan Pariwisata
Fun
Butuh Inovasi Out of The Box untuk Pulihkan Pariwisata

Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki multiplier effect terbesar dalam roda perekonomian Indonesia.

Inggris Ciptakan Mobil Listrik dari Plastik Daur Ulang
Fun
Inggris Ciptakan Mobil Listrik dari Plastik Daur Ulang

Mobil listrik ini cocok untuk commuter singkat.

Youn Yuh-jung Jadi Aktris Korea Pertama Masuk Nominasi Oscar
ShowBiz
Youn Yuh-jung Jadi Aktris Korea Pertama Masuk Nominasi Oscar

Berhasil masuk nominasi lewat Minari.

Alodokter Ajak Tenaga Medis Jadi Relawan untuk Program Vaksinasi Merdeka
Fun
Edukasi Kesehatan FKG Usakti di Tengah Pandemi
Fun
Edukasi Kesehatan FKG Usakti di Tengah Pandemi

Kegiatan untuk menguatkan kesehatan masyarakat di tengah pandemi.

'Ghostbuster: Afterlife' Munculkan kembali Karakter Asli
ShowBiz
'Ghostbuster: Afterlife' Munculkan kembali Karakter Asli

Para penggemar sangat menunggu kejutan yang akan disajikan.

Tren Bedah Plastik Sepanjang 2020
Fun
Tren Bedah Plastik Sepanjang 2020

Pandemi juga turut mengubah gaya dan tren plastic surgery.

5 Serial Edukatif Netflix untuk Balita
ShowBiz
5 Serial Edukatif Netflix untuk Balita

Rekomendasi serial edukasi berkualitas di Netflix yang cocok untuk balita.

Destinasi Wisata Terbaik untuk Pergi Liburan Bersama Anak
Fun
Destinasi Wisata Terbaik untuk Pergi Liburan Bersama Anak

Panduan lokasi liburan yang tepat ketika pergi dengan bayi, anak kecil, dan remaja.

CEO Disney: ‘Black Widow’ Tetap Rilis di Bioskop Mei 2021
Fun
CEO Disney: ‘Black Widow’ Tetap Rilis di Bioskop Mei 2021

Tapi masih belum pasti apakah diundur atau tidak.