Teh dari Jawa Dikirim untuk Permaisuri Inggris Ilustrasi penyeduhan teh. (Foto: MP/Paksi Suryo Raharjo)

MASYARAKAT Nusantara telah mengenal budaya minum teh sejak lama. Teh pertama dibawa dari Yunan atau Tiongkok Selatan. Budaya teh di Indonesia sangat terpengaruh Tiongkok sebagai muasal teh.

Teh kemudian dikembangkan pada masa kolonial Belanda. Tak hanya dibuka di Pulau Jawa, perkebunan teh juga menyebar ke pulau-pulau lain. Saat itu, produk teh Nusantara jadi komoditas ekspor.

Jawa, yang masih dijajah Belanda, punya peran dalam industri teh dunia. Praktisi teh Prawoto Indarto mengemukakan permaisuri Inggris masa lampau pernah mengimpor teh Tiongkok yang dikapalkan dari Jawa. Teh asal Jawa menjadi bagian tradisi minum Inggris yang dinikmati bersama kudapan manis dalam ritual afternoon tea.


1. Teh dipesan oleh Catherine of Braganza

Teh dari Jawa pertama kali dikenal oleh Catherine of Braganza. (Foto: Pixabay/jill111)
Teh dari Jawa pertama kali dikenal oleh Catherine of Braganza. (Foto: Pixabay/jill111)

Pada 1664, Catherine of Braganza yang merupakan istri Raja Charles II menjadi pemesan teh pertama dari Jawa. Dia membeli 100 pound (sekitar 45 kilogram) teh Tiongkok ke Inggris yang dikirim VOC dari Jawa.

"Sebelum 1606, Eropa Barat belum kenal teh, kecuali negara seperti Portugis," kata Prawoto dalam diskusi Cerita Teh Nusantara, Dulu dan Sekarang di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, seperti dikutip dari Antara.

Keinginan Catherine menikmati minuman yang belum lazim dicicipi di negeri suaminya tak lepas dari latar belakangnya sebagai orang Portugis, negara yang sudah lebih dulu mengenal teh.

2. Catherine yang memperkenalkan teh di kerajaan

Catherina of Braganza sudah terbiasa dengan tradisi teh. (Foto: Pixabay/Pexels)
Catherina of Braganza sudah terbiasa dengan tradisi teh. (Foto: Pixabay/Pexels)

Catherine ialah putri Raja Portugis yang sudah terbiasa menyesap teh. "Dia memperkenalkan teh di kalangan kerajaan Inggris," ujar Prawoto.

Sementara itu, teh yang ditanam VOC di Jawa baru muncul pada 1835. Teh asal Jawa menjadi teh pertama yang bukan berasal dari Tiongkok di pasar Eropa.

3. Awal pengembangan teh oleh Belanda

(Foto: Pixabay/Free-Photos)
Pulau Sumatra dan Jawa pengimpor teh ke pasar dunia. (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Keputusan untuk menanam teh di Jawa dimulai pada 10 Juni 1824 oleh Pemerintah Hindia Belanda. Benih teh dari Jepang diselundupkan Mayor Dr Vor Siebolt yang kemudian ditanam di Kebun Raya Bogor. Pada 1872, teh Assam dari Ceylon masuk ke Indonesia, dibawa oleh RE Kerkhoven. Teh varieats Assamica klon Ceylon itu ditanam di Gambung, Jawa Barat, yang kelak jadi tempat Pusat Penelitian Teh dan Kina.

Sumatra dan Jawa merupakan produsen teh Assamica di pasar dunia selain India dan Ceylon pada 1800-an. Namun, saat itu, Inggris mengampanyekan Buy British agar negara persemakmuran tidak membeli teh dari Jawa dan Sumatra. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Mengenal Budaya Minum Teh Indonesia bersama Othniel Giovanni


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH