Tanda-tanda Kamu Kecanduan Junk Food

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 10 Agustus 2022
Tanda-tanda Kamu Kecanduan Junk Food

Pecandu junk food harus bisa mengendalikan diri. (Unsplash/Fares Hamouche)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BISAKAH seseorang kecanduan makanan? Selama ini, yang jamak kita dengar, kasus kecanduan misalnya pada kasus narkotika, alkohol, atau rokok. Yang menjadi masalah adalah jika seseorang kecanduan makanan tak sehat atau junk food. Kebanyakan, makanan junk food memang lezat. Sulit untuk ditolak. Sebutlah, gorengan, keripik, kue, dessert.

Kita semua perlu asupan makanan. Namun demikian, kita pada dasarnya tidak memerlukan makanan seperti gula, makanan olahan dari tepung, ataupun beragam jenis junk food lainnya. Sayangnya seringkali menjadi menyebabkan orang kecanduan. Tubuh kita hanya memerlukan makanan alami yang menyehatkan. Namun demikian, lidah seringkali berkata lain.

Baca Juga:

Makanan Desa Indonesia Mendunia Versi Taste Atlas

makan
Makanan apa pun boleh, asal tidak berlebihan yang sayangnya tidak berlaku untuk pecandu junk food. (Pexels/horizon)

Kita pasti pernah mendengar ungkapan, “Makan apa pun boleh, asal tidak berlebihan.” Nah, ungkapan ini tidak bisa berlaku bagi mereka yang terlanjur kecanduan junk food.

Mereka gagal mengatur porsi secukupnya. Bagaimana mengetahui, sampai seberapa jauh kita sudah kecanduan pada makanan tertentu? Sebab, kecanduan makanan memang tidak ada tes medisnya. Hanya bisa dilihat dari perilaku.

Hasilnya, peneliti menemukan bahwa mengonsumsi karbohidrat pada makanan olahan bisa menyebabkan rasa lapar berlebihan dan merangsang bagian otak untuk memicu 'kecanduan'. Ini menyebabkan kamu cepat lapar dan ingin makan lebih banyak. Penelitian ini tentu berguna bagi mereka yang sedang ingin berdiet.

Peneliti juga berharap agar hasil ini bisa bermanfaat untuk mengurangi kecanduan makanan serta membantu seseorang untuk berdiet.

Baca Juga:

Rahasia Mengolah Udang Penyetan Tetap Gurih dan Tak Cepat Basi

makan
Meskipun sudah makan namun tak bisa menolak junk food. (Unsplash/Dan Gold)

Melansir dari Medical News Today, berikut adalah lima tanda yang perlu kamu ketahui seseorang yang sudah kecanduan makanan.

1. Muncul hasrat ingin mengudap jenis makanan yang membuat kamu kecanduan, meskipun sebenarnya sudah kenyang dan mengonsumsi makanan bergizi.

2. Ketika akhirnya mengonsumsi makanan tersebut, kamu sulit untuk berhenti mengunyah. Inginnya makan terus.

3. Muncul rasa bersalah telah mengonsumsi makanan tersebut. Namun keesokannya kamu memakannya lagi, dan lagi.

4. Berulang kali kamu berusaha untuk menghentikan kebiasaan mengonsumsinya, tapi tidak pernah berhasil.

5. Kamu tidak mampu mengontrol porsi saat mengonsumsi makanan itu. Meskipun tahu bahwa makanan itu bisa mengganggu kesehatan dan terus menambah berat badan. (Mrf)

Baca Juga:

Diet Bukan Alasan Lewatkan Makan Malam

#Kesehatan #Makanan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan