Tambang Batu Bara Ombilin, Peninggalan Kolonial yang Baru Diakui Situs Warisan Dunia Tambang Batu Bara Ombilin. (Foto: whc.unesco.org)

TAMBANG Batu Bara Ombilin diakui seagai situs warisan dunia UNESCO, pada 6 Juli 2019. Tambang ini terletak di Sawahlunto, Sumatera Barat.

Apa yang bisa kamu ketahui tentang Tambang Batu Bara Ombilin? Tambang batu bara ini merupakan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada abad ke-18 hingga awal abad ke-19. Kini merupakan daerah wisata pertambangan dan sejarah di Pulau Sumatera.


1. Ditemukan oleh peneliti Belanda

Bangunan VIP Hotel Ombilin yang masih mempertahankan kondisi bangunan khas kolonial. (Foto: whc.unesco.org)
Bangunan VIP Hotel Ombilin yang masih mempertahankan kondisi bangunan khas kolonial. (Foto: whc.unesco.org)

Tambang Batu Bara Ombilin ditemukan oleh seorang insinyur Belanda bernama Willem Hendrik de Greve, di Padang Sibusuk, pada tahun 1868, dalam ekspedisi ekplorasi kekayaan di tanah Minangkabau. Dalam jurnal History of Coal Mine Ombilin Sawahlunto (1892-1942), ekspedisi dirintis oleh C De Groot.

Karena Groot kembali ke Belanda beberapa tahun setelah memulai, dilanjutkan oleh WH de Greve. Setelah de Greve meninggal tenggelam di Sungai Kuantan saat penelusuran lanjutan, ekspedisi dilanjutkan oleh Ir Verbeck hingga ke Sawahlunto.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Menikmati Little Edo di Prefektur Saitama Jepang


2. Pekerja lokal dan pekerja tahanan

Bangunan peninggalan Tambang Batu Bara Ombilin. (Foto: whc.unesco.org)
Bangunan peninggalan Tambang Batu Bara Ombilin. (Foto: whc.unesco.org)

Tambang Batu Bara mempekerjakan orang Belanda sebagai tenaga ahli dan administrasi. Pekerja lain yaitu dari masyarakat sekitar area tambang. Ada juga dari tanahan dengan sistem kerja paksa. Tambang batu bara ini juga terkenal dengan pekerja yang dirantai.


3. Sawahlunto sebagai kota industri

Area pemrosesan batu barau di Tambang Ombilin yang utuh seperti dahulu. (Foto: whc.unesco.org)
Area pemrosesan batu barau di Tambang Ombilin yang utuh seperti dahulu. (Foto: whc.unesco.org)

Sawahlunto berubah menjadi kota industri setelah dibangunnya Tambang Batu Bara Ombilin. Salah satunya kota bikinan kolonial yang kini disebut Kota Lama Sawahlunto berciri khas bangunan kolonial.

Sebagian besar banguan di sini didirikan antara 1892-1930. Saat ini Kota Lama kembali dihidupkan sebagai Kota Wisata Tambang oleh pemerintah setempat untuk menarik wisatawan.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Kota-Kota Terhijau di Dunia, Layak Kamu Kunjungi Nih untuk Isi Liburan


4. Tambang batu bara bawah tanah

Rel kereta di Lembah Anai. (Foto: whc.unesco.org)
Rel kereta di Lembah Anai. (Foto: whc.unesco.org)

Tambang Batu Bara Ombilin sejak didirikan dioperasikan dengan metode tambang dalam (deep minning) atau metode tambang bawah tanah (underground minning). Tambang Ombilin juga merupakan tambang batu bara bawah tanah pertama di Asia Tenggara dan satu-satunya di Indonesia.

5. Diakui sebagai warisan dunia UNESCO

Perubahan struktural utama di Pembangkit Listrik Kubang Sirakuak (sekarang menjadi Masjid Nurul Iman). Sisa-sisa otentik dari properti ini termasuk cerobong asap dan ruang ketel bawah tanah.whc.unesco.org)
Perubahan struktural utama di Pembangkit Listrik Kubang Sirakuak (sekarang menjadi Masjid Nurul Iman). Sisa-sisa otentik dari properti ini termasuk cerobong asap dan ruang ketel bawah tanah.whc.unesco.org)

Tambang Batu Bara Ombilin diakui sebagai situs warisan dunia UNESCO, pada 6 Juli 2019. Dalam situs UNESCO disebutkan bahwa situ ini terdiri dari situs pertambangan dan kota, fasilitas penyimpanan batubara di pelabuhan Emmahaven, dan jaringan kereta api yang menghubungkan tambang dengan fasilitas lain. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tips yang Harus Kamu Catat ketika Bepergian Sendiri

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH