Tagar RIP JK Rowling Ramai di Twitter, Ada Apa? Buku barunya justru menuai kontroversi. (Foto: NBC News)

KALAU kamu buka Twitter, mungkin kamu akan melihat trending topic #RIPJKRowling, Selasa (15/9). Banyak yang mengira bahwa penulis novel Harry Potter ini meninggal dunia. Faktanya, cuitan tersebut muncul setelah Rowling merilis sebuah buku terbarunya, Troubled Blood. Lalu, apa hubungannya dengan tagar tersebut?

Tepat pada Selasa (15/9), JK Rowling merilis novel kelima yang diberi judul Troubled Blood. Novel yang dinantikan sejak tahun lalu itu menceritakan tentang seorang detektif swasta, Cormoran Strike yang menginvestigasi pembunuh berantai cisgender pria. Pembunuh berantai itu mengenakan gaun seperti wanita untuk memangsa para korban yang adalah perempuan.

Baca Juga:

Codex Leicester, Buku Termahal di Dunia Seharga Ferrari Langka

buku
JK Rowling menulis novel dengan nama samaran Robert Galbraith. (Foto: Daily Mirror)

Novel ini adalah petualangan dari detektif Cormoran Strike, buku novel Rowling ini diterbikan dengan nama samaran Robert Galbraith. Pada buku keduanya yang berjudul The Silkworm, Rowling menggambarkan salah seorang karakter trans sebagai sosok yang “tak stabil dan agresif”. Seperti yang diketahui, Rowling pernah terlibat dalam cuitannya tentang transfobia.

Tagar #RIPJKRowilng pun menjadi trending di Twitter. Sehari sebelum novel itu resmi diluncurkan, Twitter ramai dengan tagar tersebut dan menganggap Rowling resmi “tamat” kariernya dengan rilisnya buku itu.

“Dalam kenangan JK Rowling. Dia tidak mati tapi dia sudah membunuh kariernya sendiri dengan membenci orang-orang trans dan tak akan ada yang merindukannya,” salah satu cuitan di Twitter.


Baca Juga:

Dean Koontz Meramalkan Virus Corona di Buku ‘The Eyes of Darkness’?

buku
Rowling sempat ramai dibicarakan akibat cuitannya. (Foto: BBC)

Dalam sebuah ulasan di The Telegraph, buku tersebut diberi nilai tiga dari lima bintang.

“Inti cerita di buku ini adalah investigasi soal kasus tak terpecahkan hilangnya dokter Margot Bamborough pada 1974 yang menjadi korban pembunuhan berantai Dennis Crred, seorang transvetif (orang yang gemar mengenakan baju yang didesain untuk lawan jenis),” tulis salah satu pembaca.

“Orang bertanya-tanya apakah sikap Rowling pada isu-isu trans akan membuat sebuah buku memiliki pesan moral, jangan pernah percaya seorang pria yang memakai gaun,” lanjutnya.

Pada Juni lalu, Rowling membela diri soal komentar kontroversialnya terkait transfobia. “Saya khawaitr tentang ledakan besar pada wanita yang ingin transisi dan juga tentang meningkatnya jumlah yang tampaknya detransisi. Karena mereka menyesal mengambil langkah-langkah yang dalam beberapa kasus mengubah tubuh mereka tidak dapat ditarik kembali dan mengambil kesuburan mereka,” tulisnya. (and)

Baca Juga:

Biar Sehat, Baca Buku Yuk Sebelum Tidur!


Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH