Sutradara Sebut 'Spider-Man: No Way Home' Sebagai Film untuk Healing Spider-Man No Way Home jadi cara healing. (Foto: Youtube/Emergency Awesome)

KEHADIRAN Toby Maguire, Andrew Garfield, dan Tom Holland dalam satu frame menjadi pemicu kenangan terhadap para generasi Milenial yang bertumbuh bersama film Spider-Man sejak awal 2000-an.

Penampilan ketiga Spider-Man dari universe yang berbeda ini memperkuat situasi bahwa Spider-Man: No Way Home akan mendapatkan piala Oscar untuk kategori Best Picture. Enggan memikirkan soal penghargaan, sang sutradara Spider-Man: No Way Home, Jon Watts, hanya memiliki rasa syukur dan terimakasih yang mendalam kepada semua orang yang terlibat.

Baca juga:

Pesilat Made In Negeri Aing Jadi Langganan Film

Mulai mengerjakan storyboard pada Oktober 2019, produksi harus terhenti akibat COVID-19. Akhirnya, Watts dan tim produksi baru melanjutkannya pada Mei 2020, tentunya dihantui ketakutan akan keselamatan jiwa dari semua orang yang terlibat. “Ada pertanyaan ‘apakah akan ada film lagi?. Ada juga perasaan bahwa seluruh pengalaman pembuatan film kali ini sungguh berbahaya,” ungkap Watts kepada Variiety.

Film Spider-Man- No Way Home tampilkan ketiga aktor Spider-Man dari universe berbeda. (Foto: Marvel)
Film Spider-Man- No Way Home tampilkan ketiga aktor Spider-Man dari universe berbeda. (Foto: Marvel)

Syuting baru dimulai pada Oktober 2020. “Hari pertama syuting (Spider-Man: No Way Home) sangat berbeda dengan hari pertama syuting film manapun yang pernah aku rasakan, karena situasinya. Jadi untuk bisa hadir di set dan bekerja, aku merasa sangat bersyukur. Aku rasa semua orang juga merasa bersyukur dan aku harap itu bisa muncul,” tambahnya.

Rencana yang seharusnya dilakukan di New York dengan banyak orang pun tak bisa lagi dilakukan. Bahkan bidikan dasar ketika Peter Parker berjalan di jalan raya saja harus menjadi bidikan gambar VFX dengan beberapa layer.

Baca juga:

Chemistry Kristen Stewart dan Robert Pattinson Sangat Kuat

Tidak hanya itu, kehadiran tiga aktor legendaris pemeran karakter Spider-Man ini juga membuat Watts sangat girang. “Kami duduk di kursi lipat dalam lingkaran dan membaca naskah bersama. Aku telah berbicara kepada tiap orang secara terpisah, tetapi untuk melihat semua orang bersama-sama untuk membicarakan cerita film, bagaimana tiap potongan cocok dengan potongan lainnya, dan apa makna Spider-Man bagi mereka, itu sangat menarik untukku,” ungkapnya. “Kita memiliki ketiga aktor yang pernah memerankan Spider-Man di film, dan tiap orang telah melalui begitu banyak, bair di layar maupun di luar layar. Ini terasa seperti sesi terapi Spider-Man.”

Watts juga mengaku memiliki koneksi personal terhadap karakter-karakter Spider-Man ini selama hampir setengah hidupnya. Ia lahir di Colorado dan belajar di New York University. Ia masih berusia 20 tahun ketika film Spider-Man (2002) garapan Sam Raimi dirilis. Rilisnya film ini beriringan dengan luka emosional dari kejadian penyerangan pada 9/11/2001 di keempat titik di Amerika Serikat yang menewaskan hampir 3000 orang.

Spider-Man (2002) berikan kesan tersendiri mengenai kejadian 9_11 bagi Watts. (Foto: IMDb)
Spider-Man (2002) berikan kesan tersendiri mengenai kejadian 9_11 bagi Watts. (Foto: IMDb)

“Menyaksikan film ini (Spider-Man (2002)) sangat berarti bagiku. Aku selalu mengaitkan film Spider-Man dengan momen itu (insiden 9/11), sebagai healing, dan pengalaman katarsis,” ungkapnya.

Spider-Man: No Way Home juga merupakan film penyembuhan yang tiba pada waktu yang tepat untuk menghibur penonton di tengah pandemi. Film ini menjadi salah satu tanda bangkitnya perfilman kembali setelah terhenti selama hampir dua tahun. Terpenting, film ini berkaitan dengan kehilangan, pengorbanan, tanggung jawab pribadi, pertemanan, keluarga, dan cinta. Ini membawa pesan bahwa dalam situasi apapun, semuanya akan baik-baik saja. (SHN)

Baca juga:

Pasca 2 Dekade, 'Spirited Away' Masih Jadi Film

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Buat Sejarah, LALEILMANINO Buat Lagu di Tengah Hutan Belantara
ShowBiz
Buat Sejarah, LALEILMANINO Buat Lagu di Tengah Hutan Belantara

LALEILMANINO ceritakan proses buat lagu di tengah hutan

5 Negara Ini Pernah Menjuarai SEA Games
Fun
5 Negara Ini Pernah Menjuarai SEA Games

SEA Games digelar dua tahun sekali.

Reality Club Hadirkan Puisi Asmara di Lagu 'Anything You Want'
ShowBiz
Reality Club Hadirkan Puisi Asmara di Lagu 'Anything You Want'

Reality Club akhirnya meluncurkan salah satu lagu yang kerap ditampilkan di 'The Teaser Tour'.

Layanan Pengiriman Instan Hadir di Bandung
Fun
Layanan Pengiriman Instan Hadir di Bandung

5.000 kurir siap melayani pengiriman instan di Bandung.

Momen di Drama Korea 'Soundtrack #1' Bikin Penonton Baper Maksimal
ShowBiz
Apple Memproduksi Mac Terbaru dengan Chip M2
Fun
Apple Memproduksi Mac Terbaru dengan Chip M2

Mac baru ini kabarnya akan ditenagai chip generasi berikutnya buatan Apple sendiri.

Google Hadirkan Health Tool untuk Identifikasi Kondisi Kulit
Fun
Google Hadirkan Health Tool untuk Identifikasi Kondisi Kulit

Pengguna nantinya bisa memakai kamera ponsel untuk mengambil tiga gambar dari area kulit yang bermasalah.

Ketika Jurnalis Meutya Hafid dan kameramen Budiyanto Lolos dari Ramadi
Fun
Ketika Jurnalis Meutya Hafid dan kameramen Budiyanto Lolos dari Ramadi

Meutya dan Budiyanto ditangkap kelompok bersenjata Irak pada 2005.

10 Aktor yang Pernah Berperan Sebagai Putri Diana di Layar Kaca (Part 2)
ShowBiz
Waspadai Gangguan CVS akibat Terlalu Lama Menatap Layar
Hiburan & Gaya Hidup
Waspadai Gangguan CVS akibat Terlalu Lama Menatap Layar

meningkatnya waktu paparan terhadap layar gadget bisa mengakibatkan Computer Vision Syndrome (CVS) atau gangguan sindrom mata.