Survei SMRC: Ganjar dan Prabowo Bersaing Ketat Jadi Capres 2024

Mula AkmalMula Akmal - Senin, 08 Mei 2023
Survei SMRC: Ganjar dan Prabowo Bersaing Ketat Jadi Capres 2024
Arsif foto - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng

MerahPutih.com - Dalam berbagai survei, kemungkinan persaingan dua besar pemilihan presiden (Pilpres) 2024 adalah antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto.


Survei terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan bahwa dalam simulasi 3 nama, suara Anies Baswedan berada di bawah Ganjar dan Prabowo dengan selisih signifikan (12-13 persen).


Baca Juga:

Survei Charta Politika: Elektabilitas Ganjar Ungguli Prabowo dan Anies


Sementara dalam simulasi head to head atau dua nama, Ganjar mendapatkan dukungan 42,2 persen dan Prabowo 41,9 persen. Ini mengindikasikan bahwa dukungan pada keduanya sangat seimbang pada survei pemilih kritis terakhir SMRC, pada 2-5 Mei 2023.


Demikian hasil survei SMRC bertajuk ‘Kecenderungan Elektabilitas Anies, Ganjar, dan Prabowo pada Pemilih Kritis’ yang dipresentasikan Direktur Riset SMRC, Deni Irvani, melalui kanal YouTube SMRC TV pada Minggu (7/5).


Dalam presentasinya, Deni menyebut suara Ganjar dan Prabowo ini sangat dekat dan tidak berbeda secara signifikan sehingga tidak bisa disimpulkan siapa yang lebih unggul.

Deni melanjutkan bahwa dalam simulasi head to head, Prabowo terlihat cenderung unggul atas Ganjar pada bulan Maret sampai April 2023. Namun memasuki bulan Mei, pasca deklarasi Ganjar oleh PDIP, Ganjar mulai mengimbangi Prabowo.

"Bahkan, dalam simulasi di antara yang mengenal keduanya, Ganjar telah menyalip Prabowo," kata Deni.

Deni menyatakan dukungan pada calon presiden ini diperkirakan masih akan dinamis, karena sejauh ini masih ada perbedaan tingkat pengenalan publik terhadap calon.

Saat ini Prabowo sudah dikenal oleh 94 persen atau hampir semua pemilh, sementara Ganjar baru dikenal 85 persen.

Baca Juga:

Hasil Survei LSI: Anies - AHY Berpotensi Kalah Telak Jika Diadu Prabowo Erick Thohir

“Pada hari-H, dapat diasumsikan bahwa hampir semua pemilih akan tahu kedua tokoh tersebut,” imbuhnya.

Pada kelompok pemilih yang tahu kedua tokoh, Ganjar menjadi unggul atas Prabowo. Ganjar mendapatkan dukungan 46,4 persen suara, sementara Prabowo 38,8 persen. Masih ada 14,8 persen yang belum menjawab.

Deni menjelaskan bahwa “pemilih kritis” adalah pemilih yang punya akses ke sumber-sumber informasi sosial-politik secara lebih baik karena mereka memiliki telepon atau cellphone sehingga bisa mengakses internet untuk mengetahui dan bersikap terhadap berita-berita sosial-politik.

Mereka umumnya adalah pemilih kelas menengah bawah ke kelas atas, lebih berpendidikan, dan cenderung tinggal di perkotaan. Mereka juga cenderung lebih bisa memengaruhi opini kelompok pemilih di bawahnya.

"Total pemilih kritis ini secara nasional diperkirakan 80 persen," pungkasnya.

Pemilihan sampel dalam survei ini dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD). RDD adalah teknik memilih sampel melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak. Dengan teknik RDD sampel sebanyak 925 responden dipilih melalui proses pembangkitan nomor telepon secara acak, validasi, dan screening.

Margin of error survei ±3.3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, asumsi simple random sampling. Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. (Pon)

Baca Juga:

Survei Indikator Tunjukkan Ridwan Kamil Masih di Posisi Teratas Cawapres

#Ganjar Pranowo #Prabowo Subianto #Survei #Survei SMRC #Capres 2024
Bagikan
Ditulis Oleh

Ponco Sulaksono

Bagikan