Suronan, Peringatan 1 Suro Unik di Karangwuni Di Karangwuni, peringatannya berlangsung pagi, siang, sore, dan malam. (Merahputih.com/Hendaru Tri Hanggoro)

PANJI-panji hitam berkibar di sisi kanan dan jembatan itu. Setelah jembatan, terdapat jalan kecil yang tepiannya semarak dengan puluhan bendera merah-putih. Pedagang makanan dan mainan kanak-kanak memenuhi sisi kanan-kiri jalan.

Dua spanduk putih dengan huruf hitam terpampang di dua tiang bambu. Satu bertulis "Kampoeng Pancasila", satunya lagi "Arena Suronan". Lampu-lampu hias berpendar menerangi jalan.

Suara tabuhan alat musik tradisional Jawa seperti kendang, gedhuk, bonang, saron, demul, dan kempul terdengar bertalu-talu. Cepat dan semangat. Diikuti gerakan elok rombongan penari barong membawakan tarian "Macan Tarung".

Malam itu (28/07/22), Desa Karangwuni, Weru, Sukoharjo, Jawa Tengah, yang biasanya hening, mendadak ramai. Selama empat hari berturut-turut, warga desa menggelar acara Suronan untuk memperingati tahun baru Muharram.

Tradisi Suronan di Karangwuni tergolong unik. Biasanya, perayaan tahun baru Muharram di tempat lain hanya berlangsung sehari dan mengambil waktu pada menjelang tengah malam.

Baca juga:

Mengenal Tradisi Malam 1 Suro di Indonesia

suronan 2022
Acara ini menampilkan pula band-band yang meng-cover musik populer seperti Dewa, Armada, Slank, atau Iwan Fals. (Merahputih.com/Hendaru Tri Hanggoro)

Di Karangwuni, peringatannya berlangsung pagi, siang, sore, dan malam. Saat terang tanah, acaranya berupa pertunjukan musik tradisional, lesungan, penampilan tari macan tarung, dan pemajangan pusaka. Lalu saat gelap langit, acaranya terdiri dari ngopi bareng, pergelaran musik modern, sampai kajian sejarah dengan bahasa populer.

Sri Narendra Kalaseba, penggagas dan pengisi acara Suronan, mengatakan gelaran ini bertujuan mengingatkan kembali generasi muda tentang nilai-nilai luhur yang diajarkan para pendahulu dalam mengarungi kehidupan.

"Leluhur kita, hanya bertani dan memelihara ayam, kambing, kerbau, dan sebagainya. Tapi tidak kekurangan dalam memenuhi kebutuhan hidup, bahkan bisa meninggalkan warisan untuk anak turunnya berupa sawah, tanah hunian, pekarangan dan rumah," kata Narendra dalam kata pembukanya di acara itu.

Narendra juga menjelaskan betapa sengitnya generasi sekarang berjuang memenuhi kehidupan sehari-harinya. "Kerja siang dan malam, selama sebulan, belum tentu cukup kebutuhannya. Artinya kualitas kehidupan kita jauh tertinggal dibanding leluhur kita zaman dahulu," tambah Narendra.

Karena itulah, Narendra berharap generasi muda mampu menggali kembali pengetahuan-pengetahuan luhur para pendahulunya. Semangat tahun baru Muharram juga diharapkan dapat memberikan cara pandang baru dalam menyikapi situasi dan tantangan kehidupan.

Untuk mendorong generasi muda menggali pengetahuan itu, dia mengupayakan acara ini dikemas secara santai dan luwes. Tak mengherankan bila acara ini menampilkan pula band-band yang meng-cover musik populer seperti Dewa, Armada, Slank, atau Iwan Fals.

Bagi Narendra, pengajaran kebudayaan bukanlah sesuatu yang bersifat statis, kaku, dan beku. Karena itulah, dia menyediakan panggung yang memiliki tata suara canggih dan lampu modern untuk mendukung pertunjukan seni di Suronan Karangwuni. Panggung itu berdiri tepat di halaman depan rumahnya.

Baca juga:

Ribuan Warga Ponorogo Berebut Berkah dalam Prosesi Grebeg Suro

suronan 2022
Suronan 2022 di Karangwuni ditutup dengan kirab pusaka, karnaval budaya, dan wayangan. (Merahputih.com/Hendaru Tri Hanggoro)

Di panggung itulah para penampilnya membawakan musik modern dan seni tradisional lainnya. Kebanyakan penampil berasal dari dari generasi milenia dan generasi Z.

Sebagian besar penonton juga berasal dari kalangan generasi Z. Mereka terdiri dari warga tempatan dan orang di luar Karangwuni. Semua tampak menikmati panggung seni Suronan. Terlebih saat band pengiring membawakan lagu "Kangen" karya Dewa 19.

Penonton mengangkat tinggi-tinggi ponselnya yang bercahaya, lalu mengayunkannya ke kanan-kiri seiring irama musik.

"Acaranya cukup menarik karena selain acara musiknya juga bagus, pemimpinnya (Narendra-Red) juga mengajarkan tentang sejarah-sejarah yang sebelumnya tidak pernah kita pelajari di sekolah secara umum," kata Fedrik Oscar Sasanjaya, mahasiswa program studi Pendidikan Seni Rupa, Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta.

Fedrik hadir bersama kawan-kawannya yang sedang Kuliah Kerja Nyata di Karangwuni. Farida, salah satu kawan Fedrik, juga menyatakan ketertarikan serupa. "Acara ini unik sekali karena acara ini tidak hanya sebagai hiburan saja, tapi juga kami diberi wawasan tentang toleransi, agama, dan juga budaya," kata Farida.

Selama acara ini, para penonton diperbolehkan mengambil hidangan gratis berupa nasi beserta lauk-pauknya yang dialasi daun jati. Mereka juga dihidangkan minuman teh manis hangat, jahe hangat, atau kopi hangat. Hidangan gratis ini disebut bancakan.

Tradisi bancakan ini berasal dari kebiasaan Sunan Gunung Jati, salah satu walisongo atau penyebar Islam di tanah Jawa yang hidup pada abad ke-15. Dia mengadakan bancakan setiap hari.

"Siapapun boleh datang dan akan mendapat hidangan. Tidak perlu harus seiman dengan Kanjeng Sunan. Selagi manusia, akan dimanusiakan," cerita Narendra.

Bancakan sekarang bermakna merekatkan persatuan Indonesia tanpa memandang latar belakang suku, agama, dan ras. Tak mengherankan bila spanduk "Kampoeng Pancasila" terbentang di kawasan acara untuk menekankan bahwa acara ini terbuka untuk semua kelompok dan keyakinan.

Suronan 2022 di Karangwuni ditutup dengan kirab pusaka, karnaval budaya, dan wayangan pada hari Minggu (31/7/22). Setelah itu, penonton kembali lagi ke tempatnya masing-masing dan warga tempatan bekerja kembali mengolah hidupnya. (dru)

Baca juga:

Persiapan Keraton Solo Jelang Malam 1 Suro

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ragam Seni Gambar Prasejarah Indonesia, Salah Satunya Manusia Jadi-jadian
Tradisi
Ragam Seni Gambar Prasejarah Indonesia, Salah Satunya Manusia Jadi-jadian

Art di Indonesia semakin berkembang ditambah dengan munculnya budaya-budaya baru yang masuk.

Ragam Hajatan Tradisi Orang Bali Menyambut Bayi
Indonesiaku
Ragam Hajatan Tradisi Orang Bali Menyambut Bayi

Anak-anak di Bali merasakan sejumlah upacara adat sejak kecil

Mengintip Ragam Gaya Busana Jago Revolusi Indonesia
Indonesiaku
Mengintip Ragam Gaya Busana Jago Revolusi Indonesia

Mereka masih sangat muda, bertelanjang kaki, tak berseragam.

Kenali Filosofi Kue Tradisional Ikonik Seserahan Hajatan Pernikahan
Hiburan & Gaya Hidup
Kenali Filosofi Kue Tradisional Ikonik Seserahan Hajatan Pernikahan

Hajatan belum lengkap kalau belum ada kue traidisional.

Tarian Pererat Hubungan Jabar-Yogyakarta
Tradisi
Tarian Pererat Hubungan Jabar-Yogyakarta

Pertunjukkan ini sekaligus momen bersejarah.

Gedung Sarinah Bertransformasi, Yuk Kenali Sejarahnya
Tradisi
Gedung Sarinah Bertransformasi, Yuk Kenali Sejarahnya

Presiden Jokowi mengatakan Sarinah mempunyai sejarah dan makna luar biasa.

Dari Sembalun hingga Tiga Gili, Rekomendasi Wisata di Lombok dan Bali
Travel
Dari Sembalun hingga Tiga Gili, Rekomendasi Wisata di Lombok dan Bali

Lombok dan Bali memang diminati banyak wisatawan lokal maupun mancanegara.

Kenangan Manis Gulali Jadul yang Dinikmati Sebelum Pandemi
Kuliner
Kenangan Manis Gulali Jadul yang Dinikmati Sebelum Pandemi

Pedagang gulali amat tangguh masih eksis di tengah hadirnya jajanan modern.

Berbeda dengan Pasta, Inilah Egg Noodles
Kuliner
Berbeda dengan Pasta, Inilah Egg Noodles

Beberapa berpendapat bahwa jenis tepung yang digunakan menjadi faktor pembeda yang kedua.

Tempat Oleh-Oleh di Bandung, Mampir Yuk!
Travel
Tempat Oleh-Oleh di Bandung, Mampir Yuk!

Sok atuh belanja disini.