Sukses Berkarier di Amerika, Niki Kagumi Anggun dan Tulus Nicole Zefanya sukses meniti karier di Amerika Serikat. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

MUDA dan bertalenta. Dua kata tersebut tepat menggambarkan sosok Nicole Zefanya. Penyanyi R&B kelahiran 24 Januari 1999 ini rela meninggalkan Indonesia ke Los Angeles di usia belia demi mengejar passion-nya di bidang musik.

Meski lahir dan besar di Jakarta, perempuan yang akrab disapa Niki ini awalnya hanya berniat untuk melanjutkan studinya di bidang musik. Ia tak pernah menyangka bahwa kehadirannya justru mendapat sambutan positif dari publik setempat. Eksistensinya juga diterima di industri musik Amerika.

BACA JUGA: Bukan di Tanah Air, Penyanyi Indonesia Ini Malah Terkenal di Amerika

Keberhasilannya menembus pasar Amerika tersebut ditandai dengan bergabungnya ia dengan agensi 88rising, agensi yang sama dengan Rich Brian. "Sebelumnya aku selalu berpikir bahwa sulit bagiku untuk berhasil karena aku berdarah Asia. Tidak ada orang Asia yang pernah berhasil," jelasnya.

Usahanya tak mengkhianati hasil. Mini album pertamanya, Zephyr, disambut baik. Singlenya yang berjudul Move! juga berhasil membuat pihak Apple kepincut dan menjadikannya sebagai backsound saat memperkenalkan seri terbaru Apple Watch 5. Tak hanya itu, ia juga sempat masuk daftar The Best New Artists of 2018 versi Complex. Sejak saat itu, karya dara yang lahir dan besar di Jakarta ini begitu ditunggu-tunggu.

Berkarir di negeri asing bukanlah hal yang mudah bagi Niki. Ia harus bersaing dengan banyaknya talenta dari berbagai belahan dunia. "Ada begitu banyak pengorbanan yang harus dilakukan. Namun, jika itu berkaitan dengan passion, lakukan saja dengan kejujuran dan sepenuh hati," tukasnya.

niki
Niki tak pernah lupa akan budayanya. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Meskipun sukses berkiprah di kancah internasional, Niki tak pernah lupa akan akar budayanya. "Dengan mengenal jati diri saya sendiri, saya bisa memperkenalkan budaya Asia di Amerika," ujarnya ditemui di acara Meet and Greet Guess 99 Rising, Central Park, Kamis (19/9).

Ia pun banyak menikmati karya musisi-musisi dalam negeri. "Menurutku Anggun ialah bintang sejati. Ia mampu membawa citra Asia melalui karya-karyanya," tuturnya diiringi decak kagum.

Selain Anggun, ia juga begitu menikmati karya-karya Tulus dan mengagumi musikalitas pelantun Jangan Cintai Aku Apa Adanya tersebut. Tak hanya mengagumi Tulus, ia juga mengungkapkan ketertarikannya untuk berkolaborasi dengan Tulus. "Tulus sangat keren. Berkolaborasi dengannya merupakan ide yang bagus. Semua tidak ada yang tahu," tukas pelantun Low Key tersebut.


Ibu Sumber Inspirasi

Niki
Ibu jadi sumber inspirasi Niki. (foto: MP/Iftinavia Pradinantia)


Di luar dunia musik, Niki menyebut ibu sebagai inspirasi. Perempuan yang mengembangkan kariernya sebagai penyanyi di Amerika Serikat tersebut mengungkapkan bahwa perjalanannya sebagai seorang penyanyi banyak mendapat inspirasi dari ibunya. "Ketika kecil, aku sering mendengarkan lagu-lagu R&B yang diputar ibuku," jelas perempuan yang akrab disapa Niki tersebut.

Sejak kecil, ia akrab dengan lagu-lagu milik Destiny Child hingga Mariah Carey. "Hal itu membuat aku lebih suka sama musik R&B," ujarnya saat ditemui di acara launching GUE88 Head in The Clouds Sophomore Collenction 2019, Central Park, Kamis (19/9).

Kecintaannya akan jenis musik tersebut membuat dara kelahiran Jakarta, 24 Januari 1999 ini membawakan sejumlah lagu beraliran R&B. Ia pun dikenal sebagai salah satu penyanyi R&B berbakat di Los Angeles.(avia)

Kredit : iftinavia


Dwi Astarini

LAINNYA DARI MERAH PUTIH