Kesehatan
Sudah Dewasa Masih Main Boneka, Wajar Enggak Sih? Boneka menyimpan masa kecil yang indah bagi beberapa orang. (Foto: The List)

'DIH, udah gede tapi masih main boneka, kayak anak kecil aja.’ Begitu kira-kira perkataan orang dewasa ke teman seumurannya. Memang, boneka identik dengan mainan anak-anak entah itu dijadikan ‘anggota keluarga’ atau teman tidur anak. Tapi kalau sudah dewasa, wajar enggak sih masih main boneka?

Makna boneka sebenarnya bisa dilihat dari kategori umur. Saat anak-anak, bermain boneka mengajarkan kita memiliki rasa tanggung jawab, misalnya menjaga agar tetap bersih, tidak rusak, bahkan sampai memakaikan baju. Bagi remaja, boneka mungkin hanya kenangan masa kecil atau dijadikan hadiah dari sang pacar.

Sementara bagi perempuan dewasa mungkin masih ada yang menyimpan boneka kesayangannya. Main boneka saat dewasa mungkin dapat mengingatkannya pada masa kecil yang indah juga.

Baca juga:

Sempat Kabur, Boneka Horor Annabelle Kembali ke Warrens Museum

Sudah Dewasa Masih Main Boneka, Wajar Enggak Sih?
Boneka membuat masa kecil menjadi indah. (Foto: The New York Times)

Pada dasarnya, tidak ada larangan yang mengatakan bahwa boneka hanya boleh dimainkan anak kecil. Kamu masih bisa bermain dengan boneka sampai usia berapa pun. Justru normal ketika sebagai orang dewasa, kita masih menyimpannya atau malah membeli boneka baru.

Yang jadi masalah adalah ketika bermain boneka menjadi fokus utama dalam hidup. Misalnya, kamu harus membawa boneka kemana pun pergi, jika tidak bisa mengganggu aktivitas sehari-hari. Nah kalau sudah begitu, maka bisa timbul masalah kesehatan mental.

Fantasi seseorang terhadap boneka saat masih kecil bisa dibawa sampai dewasa, bahkan bisa dijadikan seagai minat. Mengutil Hellosehat Inilah yang dijelaskan oleh Dr. Joseph M. Carver, Ph.D., saat dulu kamu mungkin suka mendadani boneka, tapi sekarang jadi suka mendadani orang.

Baca juga:

Apa Yang Akan Terjadi Jika Boneka Annabelle Betulan Kabur?

Sudah Dewasa Masih Main Boneka, Wajar Enggak Sih?
Boleh-boleh saja asal jangan mengganggu perkembangan mentalmu. (Foto: Mental Floss)

Tapi ada juga beberapa orang dewasa yang memilih untuk tidak lepas dari kehidupan masa kecilnya. Hal ini yang membuat ada sediit sifat kekanak-kanakan yang dipertahankan dalam dirinya. Tentunya, hal ini tidak baik mengingat seharusnya orang dewasa sudah mempunyai mental dan emosional yang matang dibandingkan anank ekcil.

Jadi kesimpulannya, bukan tidak boleh bermain dengan boneka saat sudah dewasa, ini sah-sah saja kok. Tapi, jangan sampai mengganggu perkembangan mental dan emosionalmu ya, Sobat Merah Putih. (and)

Baca juga:

Lima Boneka yang Menjadikan Mimpi Kamu Berubah Horor

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kenalkan Inklusi, Karakter LGBTQ Dimunculkan dalam Animasi Anak
Fun
Kenalkan Inklusi, Karakter LGBTQ Dimunculkan dalam Animasi Anak

Mematahkan mitos bahwa anak tidak terlalu dini untuk diperkenalkan pada inklusi.

Cantik dan Memesona, 4 Orang ini Mirip Banget dengan Aktris Hollywood
ShowBiz
Mengenal Dash-e Lut, Tempat Terpanas di Bumi
Fun
Mengenal Dash-e Lut, Tempat Terpanas di Bumi

Gurun Dasht-e Lut yang terletak di negara Iran, dikabarkan merupakan tempat terpanas di bumi

Uji Coba Plasma Konvalesen di AS Dihentikan
Fun
Uji Coba Plasma Konvalesen di AS Dihentikan

Setelah kelompok independen menyimpulkan bahwa terapi itu tidak mungkin bermanfaat.

Pola Olahraga Berubah Selama Pandemi
Fun
Pola Olahraga Berubah Selama Pandemi

Meski pandemi, masyarakat Indonesia tetap gemar berolahraga.

Single 'Biang Masalah' dari ènau Jadi Solusi untuk Toxic Relationship
ShowBiz
Ketahui Ini Sebelum Kamu Beli Sepatu Hiking
Fun
Ketahui Ini Sebelum Kamu Beli Sepatu Hiking

Pastikan kamu memang sering mendaki gunung.

Eva Alicia, Seniman Muda Berprestasi Cetak Rekor Muri Lukisan Terpanjang
Fun
Eva Alicia, Seniman Muda Berprestasi Cetak Rekor Muri Lukisan Terpanjang

Eva melukis di atas kertas putih sepanjang 30 meter.

Good Morning Everyone Rajut Kisah Hidup lewat ‘Lusi’
ShowBiz
Good Morning Everyone Rajut Kisah Hidup lewat ‘Lusi’

Setiap lagu di EP Lusi punya ceritanya masing-masing.