Setelah Perselisihan Panjang, Kota Ini Akhirnya Punya Coffee Shop Ke-15 Kelly's Kitchen di Christchurch High Street. (Foto: instagram.com/kellyskitchen_christchurch)

KOTA kecil Christchurch di Dorset, Inggris, sudah memiliki 14 kedai kopi (coffe shop) dan akan ada yang ke-15 pada akhir tahun setelah perselisihan berjalan lama. Anggota dewan menolak kedai terakhir ini karena jalan raya kecil di sana sudah memiliki terlalu banyak toko makanan dan minuman.

Tetapi keputusan dewan dibatalkan minggu lalu setelah Coffee #1 mengajukan banding dan mengatakan mereka diperlakukan tidak adil. Lalu akhirnya mereka akan menempati sebuah bekas toko sepatu Shoe Zone yang kosong sejak 2017. Coffee #1 merupakan waralaba coffe shop yang tengah naik daun di Inggris.

1. Dewan pada awalnya penolak ada kafe baru

Christchurch High Street. (Foto: instagram.com/jenniferphippard)
Christchurch High Street. (Foto: instagram.com/jenniferphippard)

Dikutip Daily Mail, pembukaan kafe ke-15 di High Street menjadi gempar. Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter telah dipenuhi dengan kafe-kafe dan coffee shop sudah ada kira-kira setiap 36 meter satu sama lain.

Tahun lalu para anggota dewan lokal menolak izin untuk cabang Coffee #1 dengan alasan akan melanggar peraturan bahwa tidak ada lebih dari 30 persen toko sebagai gerai makanan dan minuman. Hal itu untuk menjaga keseimbangan dengan toko-toko ritel dalam kota.

Tetapi pihak Coffee #1 telah mengajukan banding dan memenangkan kasus mereka, setelah diputuskan tidak adil untuk cabang mereka masuk.


2. Reaksi pebisnis lokal dan penduduk atas masuknya kafe baru

Coast Coffee di Christchurch High Street. (Foto: instagram.com/coastcoffee74)
Coast Coffee di Christchurch High Street. (Foto: instagram.com/coastcoffee74)

Putusan itu telah menyebabkan kemarahan di kalangan konsumen dan pebisnis lokal. Mereka mengatakan bahwa menjamurnya coffee shop harus dihentikan.

Penduduk Christchurch Judith Lewis (78) mengatakan, sudah ada terlalu banyak kedai kopi di kota. "Ada terlalu banyak kedai kopi dan kafe dan sebenarnya sangat mengerikan."

“Dulu kami punya banyak toko ritel di sini, tetapi karena alasan tertentu mereka semua tidak ada lagi.
Jangan salah paham, senang keluar dan minum kopi, tapi sekarang terlalu banyak dan sudah melampaui batas kompetisi sehat," kata Judith, dilansir Daily Mail.

Jackie Elleby (70) juga mengatakan, “saya sudah tinggal di daerah itu selama lebih dari 30 tahun dan jelas terlihat penurunan di High Street Christchurch."

"Harus ada lebih banyak variasi karena ketika saya pertama kali datang ke sini, kami memiliki semua yang kami inginkan, tetapi sekarang mereka hanya melayani mereka yang tengah berliburan."

Rose Kelly, pemilik kafe yang sudah berdiri lama, Kelly's Kitchen, mengatakan hilangnya toko-toko eceran dan meningkatnya kedai-kedai kopi berdampak pada bisnisnya.

"Kami telah berada di kota selama 26 tahun dan dulu sangat sibuk sebelum fenomena ini sekitar lima atau enam tahun lalu."

Mike Ismail, yang memiliki kedai kopi Baggies, menggambarkan situasi ini sebagai hal konyol.
Ia mengatakan keputusan tersebut dapat membuat bisnisnya ambruk dalam waktu satu tahun dan percaya pemerintah harus melakukan lebih banyak untuk membantu bisnis pribadi.

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Tempat-tempat Paling Instagrammable yang Membuat Hong Kong Harus Dikunjungi


3. Upaya Coffee #1 menggagalkan penolakan dewan lokal

Coffee di Cardiff. (Foto: instagram.com/klpe)
Coffee di Cardiff. (Foto: instagram.com/klpe)

Coffee #1 awalnya mengajukan permohonan perencanaan November lalu tetapi ditolak oleh anggota dewan setempat. Padahal, menurut mereka justru bertentangan dengan kebijakan kota dengan 30 persen gerai makanan dan minuman di area perbelanjaan utama.

Kemudian perusahan mengkonfirmasi bahwa mereka akan mengajukan banding atas putusan tersebut dan keputusan sekarang telah berhasil dibatalkan.

Seorang pengawas perencanaan yang ditunjuk pemerintah setuju bahwa toko baru akan lebih menarik orang untuk waktu yang lebih lama siang dan malam'. Laporan pengawas Sophie Edwards juga menepis kekhawatiran tentang persaingan antarpedagang.

"Saya menerima bahwa dewan berusaha untuk melestarikan fungsi ritel pusat kota Christchurch dan prihatin dengan proliferasi non-eceran di daerah ini."

"Namun, alih-alih memengaruhi vitalitas dan kelangsungan hidup pusat kota, justru hal itu dapat menghidupkan kota di siang dan malam, yang pada gilirannya akan bermanfaat bagi pengecer yang ada."


4. Ada juga dukungan terhadap pembukaan coffe shop baru

Kafe di Christchurch, Dorset. (Foto: instagram.com/thepriorychurch)
Kafe di Christchurch, Dorset. (Foto: instagram.com/thepriorychurch)

Sebagian memprediksi bahwa kedatangan kedai kopi lain akan membawa pekerjaan ke daerah itu dan membuat toko-toko lebih terjangkau.

Pendeta Yinka Oyekan dari Reading, Berks, mengatakan pandangan bahwa persaingan antara kedai kopi akan menyebabkan penurunan harga.

“Kami tidak berasumsi karena penduduknya kebanyakan lansia sehingga semua orang di sini kaya. Orang-orang membutuhkan pekerjaan, kalau tidak mereka akan berakhir di jalanan."

Perwakilan pensiunan bandara Judith Thorpe (68) yang mengunjungi Christchurch sebulan sekali untuk liburan, mengatakan dia dan suaminya suka mencoba kafe yang berbeda setiap kali mereka mengunjungi jalan raya lama.

Christchurch merupakan salah satu kota tua di Inggris. Didirikan pada sekitar tahun 650 M oleh misionaris yang dikirim ke Wessex oleh St Birinus, Uskup Dorchester pertama (Oxfordshire). Dan High Street merupakan bagian dari perjalanan kota yang panjang tempat sebagai kawasan bisnis. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: 4 Pengalaman Perjalanan Paling Mendebarkan di Dunia

Kredit : zulfikar

Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH