Seorang Polisi Ditemukan Bunuh Diri di Jakarta Pusat

Mula AkmalMula Akmal - Selasa, 04 Juli 2023
Seorang Polisi Ditemukan Bunuh Diri di Jakarta Pusat

Ilustrasi: Tammy Cuff/Pixabay

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kabar kurang mengenakkan datang dari Korps Bhayangkara. Anggota polisi berinisial PS (40) tewas bunuh diri di rumah kosong Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat.

Polsek Cempaka Putih hingga kini belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kenapa PS sampai tega mengakhiri hidupnya sendiri. Diduga, ia mengalami depresi.

Baca Juga:

Anggota Polres Brebes Ditemukan Bunuh Diri di Poslantas Brexit

"Kalau kenapa depresi karena apa itu nanti harus penelitian lebih jauh," ujar Kapolsek Cempaka Putih Kompol Bernard Saragih kepada wartawan di Jakarta, Selasa (4/7).

Dia menceritakan sekitar satu bulan lalu PS mengalami kecelakaan lalu lintas. Usai insiden, PS tetap aktif menjadi polisi. Jasad polisi lalu lintas itu ditemukan tewas siang tadi di sebuah rumah.

"Ketahuan tadi siang jam sebelas lebih tiga puluh menit," ungkapnya.

Sementara, berdasarkan foto yang diterima awak media,jasad terlihat nampak menghitam. Dirinya pun menjelaskan hal tersebut terjadi lantara telah lima hari menjadi mayat.

Baca Juga:

Penyebab Angka Bunuh Diri di Jepang Meningkat dalam 13 Tahun Terakhir

"Enggak itu dari tubuhnya itu kan cairannya turun jatuh ke bawah jadi hitam karena udah lima hari kan," tambahnya.

Meninggalnya PS diketahui seorang petugas kebersihan ketika sedang membersihkan rumah yang ditinggalkan penghuninya lebih dari lima tahun. Petugas kaget ketika ada orang tidak bernyawa di dalam rumah.

Mengetahui temuan petugas kebersihan, saksi langsung memberitahu ketua RT 10 akan peristiwa tersebut. Hingga akhirnya ketua RT itu mengaku bahwa anaknya yang ada di rumah kosong.

Petugas kepolisian membawa jenazah dengan ambulans. Jenazah dibawa untuk dilakukan identifikasi. (Knu)

Baca Juga:

Komisi III DPR akan Panggil BNPT Terkait Bom Bunuh Diri Astanaanyar

#Polisi #Bunuh Diri #Jakarta Pusat
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Wakapolri menyoroti tragedi anak bunuh diri di NTT. Ia pun meminta negara bisa hadir lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 06 Februari 2026
Tragedi Anak Bunuh Diri di NTT, Wakapolri Minta Negara Hadir Lebih Cepat
Indonesia
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, merasa gagal usai seorang anak bunuh diri karena tak mampu bersekolah.
Soffi Amira - Kamis, 05 Februari 2026
Kasus Anak Bunuh Diri di Ngada, Gubernur NTT: Kami Gagal Urus Kemiskinan
Indonesia
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Psikolog Mira Pane menilai surat YBR bukan hanya pesan pribadi, melainkan simbol penderitaan anak-anak Indonesia yang kehilangan harapan akibat kemiskinan.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Nyawa Melayang Tak Mampu Beli Buku, Surat Perpisahan YBR Simbol Nestapa Anak Miskin
Indonesia
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Sistem pendidikan nasional kini seharusnya tidak hanya dari sisi akademik tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis dan ekonomi siswa.
Wisnu Cipto - Kamis, 05 Februari 2026
Kemiskinan Akar Masalah Siswa SD NTT Bunuh Diri, 1 dari 9 Anak di RI Hidup Miskin
Indonesia
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Polda NTT menangani kasus bunuh diri siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada. Kapolda NTT mengirim tim konselor untuk mendampingi keluarga korban.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Polda NTT Kirim Konselor Dampingi Keluarga Siswa SD yang Bunuh Diri di Ngada
Indonesia
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Anggota Komisi VIII DPR RI menyoroti tragedi anak di NTT karena tak mampu membeli buku dan bolpoin. Ia meminta negara hadir memperkuat perlindungan sosial anak.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 04 Februari 2026
Tragedi Anak di NTT, Komisi VIII DPR Minta Negara Hadir Lindungi Hak Pendidikan
Indonesia
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Berdasarkan Data BPS, angka kemiskinan ekstrem di NTT masih tinggi, mencapai lebih dari 14 persen pada 2025, jauh di atas rata-rata nasional sekitar 9,4 persen.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tak Bisa Beli Buku Bunuh Diri di NTT Potret Hitam Dunia Pendidikan
Indonesia
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Korban YBR merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Sejak usia satu tahun diasuh neneknya karena sang ibu harus bekerja sebagai petani dan buruh serabutan.
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Tali Nilon dan Surat Pendek, Kronologis Kisah Pilu Bocah SD Bunuh Diri Tak Bisa Beli Alat Sekolah di NTT
Indonesia
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Kasus bunuh diri siswa SD berinisial YBS (10) di Kabupaten Ngada, NTT, yang diduga dipicu karena tidak mampu membeli buku dan alat tulis menjadi sorotan
Wisnu Cipto - Rabu, 04 Februari 2026
Bocah SD Tidak Bisa Beli Buku Bunuh Diri Alarm Hilangnya Tanggung Jawab Sosial
Indonesia
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Siswa SD di NTT bunuh diri karena tidak mampu membeli buku. Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Kemendikdasmen mengusut tuntas.
Soffi Amira - Selasa, 03 Februari 2026
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Diduga tak Mampu Beli Buku, DPR Minta Kemendikdasmen Usut Tuntas
Bagikan