Sandera Pilot Susi Air Diduga Tidak Bersama Egianus Kogoya
Dokumentasi - Pilot Philip Mark Mahrtens yang disandera KKB sejak tanggal 7 Pebruari. ANTARA/HO-Dokumen Pribadi
MerahPutih.com - TNI-Polri masih melakukan pencarian terhadap pilot Susi Air yang ditawan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya, sejak 7 Februari 2023
Komandan Satgas Damai Cartenz Kombes Faizal Rahmadani mengakui, posisi sandera berkebangsaan Selandia Baru Kapten Philip belum dapat dipastikan.
"Memang benar hingga kini kami belum bisa memastikan posisi sandera yang berprofesi sebagai pilot Susi Air tersebut," katanya.
Baca Juga:
KKB Pimpinan Eks TNI Tembak 2 Warga Sipil hingga Meninggal di Dekai
"KKB senantiasa membawa sandera berpindah-pindah, dan diduga tidak bersama Egianus Kogoya," kata Faizal Rahmadani di Jayapura, Kamis (9/3), seperti dikutip Antara.
Dikatakannya, saat ini Satgas Damai Cartenz masih terus melakukan pencarian tanpa batas waktu.
"Tidak ada batas waktu untuk membebaskan sandera karena semuanya harus matang guna meminimalisasi jatuhnya korban, baik di masyarakat maupun aparat keamanan," ujar Kombes Faizal.
Baca Juga:
KKB Pimpinan Egianus Kogoya Bunuh Anak Kepala Kampung Pimbinom
Ketika ditanya tentang penambahan personel, Dan Satgas Damai Cartenz mengaku tidak ada penambahan personel.
"Pencarian terhadap pilot Philip terus dilakukan dan diperluas termasuk dilakukan di Kabupaten Lanny Jayapura," tutur Faizal. (*)
Baca Juga:
Anggota Satgas TNI Meninggal Ditembak KKB saat Evakuasi Warga
Bagikan
Berita Terkait
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua
Prabowo Targetkan 2.500 SPPG di Papua Beroperasi Penuh pada 17 Agustus 2026
Ibu Hamil Meninggal Setelah Ditolak Berbagai RS di Papua, Ini Respon Prabowo dan Menkes
Krisis Pembiayaan, Pemerintah Pusat Siap Selamatkan Mahasiswa Papua di Luar Negeri