Salah Pola Asuh, Hancurkan Anak Pola asuh yang salah akan hancurkan kepercayaan diri anak (Sumber: Adam Levin)

SETIAP orang tua ingin anak mereka merasa nyaman dengan diri mereka sendiri. Namun begitu, kenyamanan yang coba diberikan oleh orang tua kadang kala dapat menghancurkan kepercayaan diri sang anak.

Padahal rasa percaya diri merupakan modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang anak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang memiliki kepercayaan diri tidak memiliki kecemasan, memiliki kinerja yang baik di sekolah, memiliki hubungan yang lebih sehat dengan orang-orang di sekeliling mereka.

Psikoterapis dan penulis buku "13 Things Mentally Strong Parents Don't Do", Amy Morin beberapa pola pengasuhan yang berdampak besar bagi kepercayaan diri si kecil. Berikut kesalahan pengasuhan terbesar yang dapat menghancurkan kepercayaan diri anak menurut Amy Morin:

1. Membiarkan Anak Lepas Dari Tanggung Jawab

Kesalahan parenting
Kesalahan parenting buat anak tidak mengenal tanggung jawab (Sumber: PrWebMe)

Para orang tua mungkin berpikir bahwa pekerjaan rumah akan membebani anak dan dapat menyebabkan stres. Padahal, memberi pekerjaan rumah akan membantu mereka menjadi masyarakat yang lebih bertanggungjawab di masa mendatang.

Melakukan tugas yang sesuai dengan usia mereka membantu mereka merasakan sebua pencapaian. Meminta anak untuk membantu cuci pakaian atau buang sampah adala kesempatan bagi anak-anak untuk mengukur kemampuan diri dan membuat mereka lebih kompeten.

BACA JUGA: Selain makanan, Ini Yang Harus Diperhatikan Supaya Si Kecil Mendapatkan Gizi Seimbang

2. Mencegah Mereka Melakukan Kesalahan

Orang tua
Buru-buru menolong anak yang jatuh akan mematikan kepercayaan diri anak (Sumber: 22 Words)

Bagi orang tua, sulit menyaksikan anak dalam keadaan kacau, gagal, atau mendapat penolakkan.

Kondisi tersebut membuat para orang tua bergegas menyelamatkan anak mereka sebelum jatuh. Tetapi mencegah mereka dari berbuat kesalahan merampas kesempatan mereka untuk belajar bagaimana bangkit kembali dari keterpurukan.

Mulai dari mendapat nilai Matematika buruk hingga kalah dalam pertandingan bola, setiap kesalaan merupakan kesempatan mereka untuk membangun mental yang kuat. Itu adalah hal yang mereka butuhkan untuk menjadi lebih baik di waktu mendatang.

3. Melindungi Anak Dari Emosi

Menghibur anak yang sedih
Berlebihan dalam menghibur anak yang sedih (Sumber: Video Blocks)

Ketika anak merasa sedih atau marah, para orang tua akan menghibur dan menenangkan mereka. Ternyata, cara kita bereaksi akan emosi anak memiliki dampak besar bagi perkembangan kecerdasan emosi dan arga diri mereka.

Bantu anak-anak mengidentifikasi apa yang memicu emosi mereka dan bimbing mereka untuk mengendalikan diri sendiri. Berikan kerangka berpikir yang membantu mereka menjelaskan perasaan mereka sehingga mereka akan lebih mudah dalam mengendalikan emosi aar sesuai dengan keadaan sosial.

4. Menciptakan Mentalitas Korban

Kesalahan parenting
Mengajarkan mentalitas korban (Sumber: Peaceful Parents)

Salah satu cara orang tua dalam mengekspresikan rasa cinta yakni dengan memberikan anak berbagai fasilitas yang mereka inginkan. Namun tak jarang kondisi keuangan tak memungkinkan untuk memberikan hal yang mereka inginkan.

Jika sudah demikian, kalimat yang paling sering diucapkan adalah, "Kita tidak mampu membeli sepatu baru karena tidak punya cukup uang". Daripada membesarkan anak dengan rasa prihatin, dorong mereka untuk melakukan tindakan positif. Misalnya, membantu menjual pernak pernik atau alat tulis sehingga mereka bisa menabung untuk membeli barang yang diinginkan.

Anak-anak akan mengenali pilihan mereka dalam hidup sehingga lebih percaya diri akan kemampuan mereka menciptakan masa depan yang lebih baik untuk diri sendiri.

BACA JUGA: Langkah Yang Harus Dilakukan Orang Tua Untuk Wujudkan Era Digital Yang Ramah Anak

5. Overprotektif

Overprotektif
Sikap over protektif (Sumber: Living and Loving)

Setiap orang tua tentu ingin melindungi anaknya. Namun proteksi berlebihan justru dapat mengisolasi anak dari tantangan dan menghambat perkembangan mereka.

Biarkan anak-anak mengalami kehidupan yang sesungguhnya bahkan jika orang tua terlalu takut untuk melepaskan. Dengan melakukan hal tersebut kamu telah membuat anak percaya bahwa mereka mampu menghadapi apapun yang terjadi di kehidupan mereka. (avia)

BACA JUGA: Bahaya Asma Mengintai Bayi

Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH