Saksi Akui Aliran Duit dari Juliari Digunakan untuk Pemenangan Pilkada Jagoan PDIP Suasana sidang saat mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara memberikan kesaksian melalui "video conference" di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (22/3). (Desca Lidya Natalia)

MerahPutih.com - Ketua DPC PDIP Kabupaten Kendal, Akhmad Suyuti mengakui menerima uang senilai Rp 508 juta dari kolega separtainya, mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari P. Batubara.

Hal ini diungkapkan Suyuti saat bersaksi untuk terdakwa Juliari Batubara dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap pengadaan bansos COVID-19 wilayah Jabodetabek Tahun Anggaran 2020.

Baca Juga

Legislator PDIP Ihsan Yunus Absen Bersaksi di Sidang Juliari

Suyuti mengaku mendapat uang itu dari Kukuh Ariwibowo, tenaga ahli Mensos Juliari bidang komunikasi. Uang itu diterima Suyuti dalam bentuk dollar Singapura senilai SGD 48 ribu.

"Saya dipanggil mas Kukuh, mas sini mas, di sekitaran situ aja. Ini mas untuk membantu kegiatan DPC dan PAC," kata Suyuti menirukan ucapan Kukuh di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/6).

Menurut Suyuti, uang itu diterimanya di Grand Candi Hotel. Saat itu, jajaran Kemensos sedang melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah.

"Saat ada pertemuan dengan tenaga-tenaga Program Keluarga Harapan (PKH) di Grand Candi Hotel, yang serahkan Mas Kukuh," ujarnya.

JPU KPK menghadirkan 4 orang saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/6) (Desca Lidya Natalia)
JPU KPK menghadirkan 4 orang saksi untuk terdakwa mantan Menteri Sosial Juliari Batubara di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (14/6) (Desca Lidya Natalia)

Dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Suyuti mengakui uang yang diterimanya itu ditunjukkan ke para pengurus DPC PDIP Kendal. Dia menyatakan uang itu digunakan untuk pemenangan Pilkada.

"Untuk membantu pemenangan Pilkada," imbuh Suyuti.

Meski demikian, Suyuti menyatakan uang yang diterima tersebut telah dikembalikan ke KPK. Wakil Ketua DPRD Kendal ini menyebut, uang itu baru diketahui berkaitan dengan fee bansos setelah diperiksa KPK.

"Setelah kejadian ini, kami dipanggil kami kaget juga. Saya nggak merasa bersalah saat itu, karena diterangkan ini uang ini (fee bansos)," kata Suyuti.

Diketahui, Juliari didakwa menerima suap dengan total Rp 32,48 miliar secara bertahap. Uang tersebut diperoleh dari penyedia barang untuk pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan COVID-19. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

Juliari disebut menerima uang suap secara bertahap. Uang sebesar Rp 1,28 miliar diperoleh dari konsultan hukum Harry Van Sidabukke. Uang tersebut diterima pejabat pembuat komitmen (PPK) Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono.

Kemudian uang sebesar Rp 1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja. Juliari selain itu diduga juga menerima Rp 29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. (Pon)

Baca Juga

Anak Buah Juliari Akui Ihsan Yunus Dapat Proyek di Kemensos Senilai Rp 54 Miliar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jaksa Ajukan Kasasi, Pengacara Jerinx Ingatkan Hukum Bukan Buat Pembalasan
Indonesia
Jaksa Ajukan Kasasi, Pengacara Jerinx Ingatkan Hukum Bukan Buat Pembalasan

Jaksa dinilai melakukan disparitas tuntutan yang lebar antara beberapa kasus. Untuk kasus yang merusak sistem hukum karena menyuap pejabat penegak hukum dituntut lebih ringan dari Jerinx.

Aceh Jadi Daerah Dengan Tingkat Kepatuhan Warga Pakai Masker Paling Rendah
Indonesia
Aceh Jadi Daerah Dengan Tingkat Kepatuhan Warga Pakai Masker Paling Rendah

"Memakai masker adalah hal termudah dan tersederhana, yang bisa dilakukan. Dan berdampak besar apabila dilakukan secara disiplin dan bersama-sama," ujar Wiku

Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Malang Jawa Timur
Indonesia
Jokowi Tinjau Lokasi Terdampak Gempa di Malang Jawa Timur

Proses rekonstruksi bangunan yang terdampak gempa bumi di wilayah Kabupaten Malang, bisa segera berjalan.

APPSI Harap Pemerintah Vaksinasi Seluruh Pedagang Pasar di Indonesia
Indonesia
APPSI Harap Pemerintah Vaksinasi Seluruh Pedagang Pasar di Indonesia

"Mudah-mudahan pemerintah bisa mendorong vaksinasi tidak hanya di Pasar Tanah Abang tapi semua pasar yang ada,” kata Ferry dalam acara Dialog Publik yang diselenggarakan KPCPEN dan ditayangkan di FMB9ID_IKP, Rabu (21/4).

Disdik DKI Uji Cobakan 85 Sekolah Belajar Tatap Muka, Berikut Daftarnya
Indonesia
Disdik DKI Uji Cobakan 85 Sekolah Belajar Tatap Muka, Berikut Daftarnya

Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menyebut, hanya ada 85 sekolah di Jakarta yang ikut serta dalam uji coba pelaksanaan pembelajaran tatap muka di sekolah pada Rabu 7 April 2021 besok.

Ini Harapan Wagub DKI untuk Operasi Ketupat 2021
Indonesia
Ini Harapan Wagub DKI untuk Operasi Ketupat 2021

Pemprov DKI Jakarta mendukung Polda Metro Jaya menggelar Operasi Ketupat 2021.

Kubu Moeldoko Diyakini 'Bedol Desa' Gabung Partai Lain
Indonesia
Kubu Moeldoko Diyakini 'Bedol Desa' Gabung Partai Lain

Kubu Moeldoko dimungkinkan bergabung dengan partai politik lain, setelah Kemenkumham menolak Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang.

MUI Minta FPI Batalkan Aksi Bela Rizieq Shihab di Depan Istana
Indonesia
MUI Minta FPI Batalkan Aksi Bela Rizieq Shihab di Depan Istana

"Rencana aksi turun ke lapangan yang dilakukan FPI harus lebih beretika mengingat situasi pandemi dan COVID-19 semakin tinggi," tutur Amirsyah.

Satgas COVID-19: Anak-Anak Tidak Usah Melihat Pemotongan Hewan
Indonesia
Satgas COVID-19: Anak-Anak Tidak Usah Melihat Pemotongan Hewan

Protokol kesehatan ketat oleh petugas atau siapapun yang menerima nanti

Bos Benur Asal Iran Dibekuk, Ternyata Statusnya Sudah WNI
Indonesia