Rumah Kotor Indikasi Gangguan Psikologis Tertentu Rumah berantakan mengindikasi masalah pada kesehatan mental (Sumber: Verywell Mind)

BERSIH pangkal sehat. Agaknya peribahasa tersebut tak hanya mengacu pada kesehatan fisik tetapi juga kesehatan mental. Pakar psikologis mengemukakan, cara seseorang mengorganisir barang-barangnya mencerminkan kepribadiannya.

Orang-orang yang berantakan dan menata barangnya secara sembarangan merefleksikan 'masalah' pada mentalnya. Uniknya lagi, setiap sudut yang berantakan mengindikasi permasalahan psikologis yang berbeda. Berikut penjelasannya.

Baca Juga:

Perhatikan Kebersihan Penginapan Agar Terhindar dari Sakit Perut

1. Rapi di Luar Berantakan di Dalam

Rumah Berantakan
Rumah berantakan (Sumber: Brightside)

Pada pandangan pertama, ruangan mereka tampak sempurna; lantai yang bersih, buku-buku yang tertata rapi, wallpaper yang sesuai. Tetapi begitu kamu melihat di dalam laci atau rak di lemari, kamu mungkin akan menemukan gunting atau pulpen yang rusak, kartu kredit lama, atau pakaian kusut.

Bagaimana sesuatu terlihat di luar penting bagi orang dengan kepribadian dramatis. Mereka suka menunjukkan sisi terbaik dari kepribadian mereka dan melakukan banyak hal untuk membuat orang lain terkesan. Bagi mereka lebih mudah untuk menyembunyikan semua barang lama dan tidak berguna daripada membuangnya atau menyortirnya. Seringkali, lebih penting untuk membuat tempat mereka terlihat menarik daripada benar-benar membuatnya bersih.

2. Membiarkan Barang-Barangnya Rusak Tanpa Direnovasi

Renovasi
Rumah berantakan dan usang (Sumber: Brightside)

Beberapa orang menghabiskan bertahun-tahun tinggal di rumah dengan keran bocor, cat mengelupas, wallpaper jadul dan menyimpan barang-barang di dalam kotak agar tidak menghabiskan uang ekstra untuk barang baru. Mereka membiarkan perabotannya rusak sementara waktu karena berencana untuk pindah ke rumah baru, mencari pekerjaan di kota lain, atau menabung untuk renovasi rumahnya.
Kadang-kadang, sebagian dari mereka dapat hidup di tempat 'sementara' ini selama beberapa dekade. Dari sudut pandang psikologis, orang-orang yang betah di tempah yang usang cenderung hidup di masa depan. Mereka melihat realita yang ada dengan dimensi berbeda melalui kacamata berwarna warni. Mereka memperlakukan saat ini sebagai ketidaknyamanan sementara yang hanya perlu mereka toleransi.
Di sisi lain, sering kali mereka tidak memiliki rencana yang solid. Orang-orang ini terbiasa hidup seperti ini dan mereka terus-menerus mengharapkan bantuan dari luar yang akan mengubah situasi mereka.
Baca Juga:

3. Ruang kerja yang berantakan

Ruang kerja berantakan
Ruang kerja berantakan (Sumber: Brightside)

Dari sudut pandang psikologis, ruang kerja adalah salah satu tempat paling menarik di sebuah rumah atau apartemen. Beberapa orang memisah-misahkan dokumen dalam satu folder dan meletakkan folder tersebut di rak. Sementara yang lainnya mencampur semua peralatan kerjanya mulai dari kertas, pena, pensil, hingga laptop. Benda-benda yang berceceran tersebut memakan ruang dan ditutupi debu. Ruang kerja yang berantakan bisa memiliki dua makna yakni ketidakdewasaan atau justru kreativitas luar biasa.
Sekalipun mejanya berantakan, mereka masih bisa aktif bekerja di sana dan dengan mudah menemukan apa pun yang dibutuhkan. Meja berantakan belum tentu mengindikasi hal yang buruk. Sangat sering, meja yang berantakan adalah indikator kepribadian yang kreatif dan inventif.

4. Rumah Yang Dipenuhi Piring Kotor, Keranjang Cucian, dan Tempat Sampah

Rumah berantakan
Rumah berantakan (Sumber: Brightside)

Beberapa orang terbiasa mengumpulkan semua sampah di tempat sampah atau membiarkan semua piring kotor di tempat cuci piring sampai mereka menyadari bahwa mereka tidak memiliki piring bersih yang tersisa. Tipe orang yang seperti ini senang menunda pekerjaan.
Mereka memperpara keadaan dengan pernyataan seperti "Saya malas," "Saya tidak punya waktu sekarang," atau "Saya akan melakukannya besok." Jika Anda memperhatikan bahwa kadang-kadang Anda menunda-nunda, cobalah untuk memulai dengan hal-hal kecil . Cuci piring Anda segera setelah Anda makan, buang sampah setiap hari - ini membentuk kebiasaan sehat untuk melakukan semuanya tepat waktu. Anda akan memerlukan kebiasaan ini di bagian-bagian kehidupan Anda yang lebih penting seperti pekerjaan atau hubungan dengan orang lain.
Baca Juga:

5. Seperti Rumah Kosong

Rumah berantakan
Rumah berantakan (Sumber: Brightside)

Beberapa orang sepertinya hanya menjadikan rumah sebagai tempat tidur. Di rumah mereka hanya memiliki beberapa perabotan dan segala sesuatunya terlihat bersih. Mereka bahkan nyaris tidak memiliki piring, kompor, atau kulkas. Biasanya orang yang menghuni kediaman seperti itu adalah anak kos yang menghabiskan waktu sedikit di kamarnya.
Semakin tua seseorang, semakin banyak kenyamanan dan keteraturan yang mereka inginkan dalam hidup mereka. Namun apabila tempat itu masih terlihat kosong tetapi orang tersebut menghabiskan banyak waktu di sana, itu mungkin mengindikasikan beberapa masalah psikologis. Salah satunya adalah ketidakdewasaan atau kehampaan. Mereka menunggu seseorang untuk muncul dan membuat tempat yang nyaman untuk mereka. Misalnya, mereka pikir akan menemukan pasangan yang akan datang dan membuat rumah mereka terasa nyaman.

6. Ada sisa makanan di dapur

Dapur kotor
Dapur kotor (Sumber: Brightside)

Dapur seharusnya menjadi tempat tebersih di rumah karena di sinilah kita makan dan memasak. Noda minyak dan lemak, sisa makanan, noda kopi dan teh pada cangkir - semua ini tidak hanya mengurangi estetika, tetapi juga bisa berbahaya bagi kesehatan kita. Bahkan orang-orang yang tidak terlalu suka membersihkan rumah berusaha menjaga dapur tetap bersih agar terasa aman. Namun, ada orang yang baik-baik saja dengan dapur kotor.
Terkadang masalahnya bukan hanya kemalasan. Banyak penelitian membuktikan bahwa jarang membersihkan rumah terutama area dapur merupakan salah satu tanda depresi. Orang yang mengidap depresi tidak punya energi untuk menjaga kebersihan rumah mereka. Mereka tidak merasa itu penting, dan sangat mungkin, mereka tidak cukup menghargai diri mereka sendiri. mereka tidak berpikir mereka pantas tinggal di tempat yang bersih. Di sisi lain, pembersihan dan pembongkaran secara teratur telah terbukti meningkatkan mood dan membantu melawan gejala-gejala depresi.

7. Kamar mandi yang kotor

Kamar mandi kotor
Kamar Mandi kotor (Sumber: Brightside)

Kamar mandi identik dengan tempat untuk berelaksasi usai menghadapi aktivitas yang padat. Belum lagi ditambah dengan Aroma terapi dan berbagai rempah-rempah yang digunakan untuk memanjakan tubuh dapat meningkatkan kondisi kulit dan fungsi organ internal.
Hanya dengan melihat ke kamar mandi sudah cukup untuk mengetahui seberapa besar perhatian pemiliknya, tidak hanya tentang tubuh mereka, tetapi juga tentang kenyamanan psikologis mereka. Kamar mandi yang bersih adalah indikator bahwa itu digunakan secara teratur. Gel shower, pasta gigi berkualitas tinggi, produk perawatan kulit hingga aroma terapi mengindikasi bahwa orang tersebut peduli dengan penampilan mereka. Sebaliknya, jika satu-satunya hal di kamar mandi adalah busa kering atau sepotong sabun berarti bahwa orang tersebut benar-benar stres dan tidak punya banyak waktu untuk peduli tentang penampilan mereka. (avia)
Baca Juga:
Kredit : iftinavia


Iftinavia Pradinantia

LAINNYA DARI MERAH PUTIH