Rizieq Minta Kembali Hadirkan Saksi Meringankan, Pembacaan Tuntutan Tertunda Suasana gedung Pengadilan Negeri Jakarta Timur dalam sidang lanjutan Rizieq Shihab, Senin (3/5/2021). ANTARA/Yogi Rachman

Merahputih.com - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menunda sidang dengan agenda pembacaan tuntutan pada kasus kerumunan dengan terdakwa Rizieq Shihab. Sidang seharusnya diagendakan Senin (10/5).

Penundaan tersebut lantaran pihak terdakwa dan kuasa hukum meminta hakim untuk menghadirkan kembali saksi ahli yang meringankan. Setelah melalui diskusi yang alot, Majelis Hakim yang diketuai Suparman Nyompa menyetujui permohonan tersebut.

Baca Juga:

Kuasa Hukum Akui Munarman, Rizieq dan Petinggi FPI Lainnya Dukung ISIS

"Jadi penuntut umum terpaksa kita mundurkan pembacaan tuntutannya. Paling nanti tanggal 18 (Mei) kita bacakan tuntutannya," kata Suparman Nyompa di persidangan, Senin (10/5).

Penundaan pembacaan tuntutan oleh jaksa ini berakibat pada waktu yang dimiliki pihak terdakwa Rizieq Shihab dalam menyiapkan pembelaan menjadi lebih sedikit.

Atas hal tersebut, Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya pun tidak keberatan dan memilih tetap untuk menghadirkan kembali saksi ahli meringankan pada sidang 17 Mei 2021.

Layar menampilkan suasana sidang lanjutan Rizieq Shihab dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Jakarta Timur, Kamis (29/4). ANTARA/Yogi Rachman
Layar menampilkan suasana sidang lanjutan Rizieq Shihab dengan agenda pemeriksaan saksi di PN Jakarta Timur, Kamis (29/4). ANTARA/Yogi Rachman

"Konsekuensinya di pembelaan nanti. Kalau hari Senin itu tanggal 17 Mei, itu terakhir tidak ada lagi saksi yang dihadirkan," ujar Suparman.

Suparman mengatakan bahwa setelah pembacaan tuntutan oleh jaksa akan dilanjutkan dengan agenda pembelaan dari pihak terdakwa pada 20 Mei 2021.

"Kasih waktu tanggal 20 (Mei) pembelaan ya. Setelah itu baru putusan, apakah itu hari Jumat atau apa," katanya.

Baca Juga:

Saksi Ahli Rizieq Tegaskan Semua Kerumunan Tingkatkan Risiko Penularan

Pengadilan Negeri Jakarta Timur hari ini kembali menggelar sidang lanjutan Rizieq Shihab dalam kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung.

Kali ini, pihak terdakwa menghadirkan dua saksi ahli, yaitu pakar hukum tata negara Refly Harun dan dosen hukum kesehatan Sekolah Tinggi Hukum Militer Jakarta M. Nasser. (Asp)

Penulis : Asropih Asropih
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Kasus Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, Anies Tambah RS Rujukan Jadi 106
Indonesia
Kasus Anak Terpapar COVID-19 Meningkat, Anies Tambah RS Rujukan Jadi 106

Dengan perbanyaknya rumah sakit itu artinya ruang tempat tidur pasien bertambah, begitu juga dengan ruang Intensive Care Unit atau ICU. Per 17 Juni meningkat jadi 140 RS dengan ada 8.524 tempat tidur dan 1.186 ruang ICU.

Soal Garapan Lumbung Pangan, Sufmi Sebut Ide Prabowo Soal Ketahanan Diterima Jokowi
Indonesia
Soal Garapan Lumbung Pangan, Sufmi Sebut Ide Prabowo Soal Ketahanan Diterima Jokowi

Lumbung pangan juga termasuk bentuk pertahanan negara.

Masa Larangan Mudik, 1,5 Juta Warga Keluar dari Jabodetabek
Indonesia
Masa Larangan Mudik, 1,5 Juta Warga Keluar dari Jabodetabek

Kementerian Perhubungan memaparkan data dari posko monitoring sudah ada lebih dari 1,5 juta orang keluar dari Jabodetabek.

Sinabung Erupsi Setinggi 5 KM, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar
Indonesia
Sinabung Erupsi Setinggi 5 KM, Warga Diimbau Waspada Bahaya Lahar

Sinabung erupsi sejak Sabtu (8/8) sampai hari ini Senin 10 Agustus 2020.

Hari ini, 100 Relawan Serentak Disuntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Hari ini, 100 Relawan Serentak Disuntik Vaksin COVID-19

Para relawan uji klinis vaksin COVID-19 diperbolehkan beraktivitas seperti biasa setelah mendapat suntikan vaksin.

Bank Dunia Ingatkan Pelaksanaan UU Cipta Kerja Harus Konsisten
Indonesia
Bank Dunia Ingatkan Pelaksanaan UU Cipta Kerja Harus Konsisten

UU Cipta Kerja merupakan upaya pemerintah untuk melakukan reformasi besar dalam menjadikan Indonesia lebih kompetitif.

Satpol PP DKI Bakal Bubarkan Warga Nekat Gelar Lomba 17 Agustus
Indonesia
Satpol PP DKI Bakal Bubarkan Warga Nekat Gelar Lomba 17 Agustus

Seluruh anggota Satpol PP DKI Jakarta mulai malam ini akan melaksanakan patroli sosialisasi seruan Gubernur Nomot 14 Tahun 2020.

Stok Berkurang, Indonesia Berpotensi Impor Beras 2,25 Juta Ton Seperti di 2018
Indonesia
Stok Berkurang, Indonesia Berpotensi Impor Beras 2,25 Juta Ton Seperti di 2018

Jumlah stok beras saat ini masih lebih tinggi kalau dibandingkan dengan stok 2017 yang tercatat sebanyak 900.000 ton.

Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar
Indonesia
Diduga Terkait Munarman, Densus 88 Tangkap Tiga Eks Pentolan FPI di Makassar

Tiga mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) ditangkap tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.

LG Electronic Indonesia Terpukul 242 Karyawan Terpapar COVID-19
Indonesia
LG Electronic Indonesia Terpukul 242 Karyawan Terpapar COVID-19

Mereka pun harus menghentikan operasional pabrik dan mengalihkan fokus perusahaan ke penanganan COVID-19.