Risiko dan Manfaat Seks Selama Kehamilan

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Minggu, 30 Juli 2023
Risiko dan Manfaat Seks Selama Kehamilan
Dalam banyak kasus, berhubungan seks atau orgasme selama kehamilan tidak menyebabkan keguguran. (Foto: Freepik/Drobotdean)

SEKS selama kehamilan memiliki banyak manfaat. Misalnya untuk meningkatkan keintiman, memperkuat otot panggu, membuat tidur lebih nyenyak, dan bahkan kemungkinan menjaga sistem kekebalan tubuh.

Meskipun demikian, sangat normal untuk bertanya-tanya seberapa aman berhubungan seks atau mengalami orgasme saat hamil. Bagi beberapa ibu hamil, orgasme selama kehamilan bisa menjadi sangat intens dan dapat menyebabkan mereka merasa seperti sedang mengalami kontraksi rahim penuh.

Kamu mungkin bertanya-tanya, apakah aktivitas ekstra rahim itu bisa berbahaya. Kabar baiknya, dalam banyak kasus, berhubungan seks dan orgasme selama kehamilan tidak dapat menyebabkan keguguran.

Meski begitu, ada beberapa kasus di mana penyedia layanan kesehatan mungkin menyarankanmu untuk menghindari aktivitas seksual dan orgasme selama kehamilan.

Baca juga:

Ini Mengapa Berhubungan Seks Saat Hamil Lebih Menggairahkan

seks saat hamil

Bayi yang belum lahir pun terlindungi dengan baik dari aktivitas seksual apa pun oleh kantung ketuban. (Foto: Freepik/Freepik)

Penyebab Keguguran

Berhubungan seks atau mengalami orgasme selama kehamilan tidak menyebabkan keguguran dalam banyak kasus. "Sebagian besar keguguran disebabkan oleh kelainan kromosom, yang berarti ada masalah fisik pada embrio dan tidak dapat berkembang dengan baik," tulis parents.com.

Dalam kasus ini, tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghentikan, mencegah, atau menyebabkan keguguran, termasuk seks atau orgasme.

Saat kehamilan berlanjut dan rahim tumbuh, kamu mungkin merasakan kontraksi rahim yang bisa terjadi dengan orgasme.

Elizabeth Stewart, MD, profesor kebidanan dan ginekologi dari Harvard Medical School, menjelaskan bahwa semua orang yang memiliki rahim benar-benar mengalami kontraksi rahim setiap kali mereka mengalami orgasme.

Namun selama kehamilan, kamu cenderung merasakannya lebih intens karena rahim bengkak dan aliran darah meningkat. Namun pada kehamilan normal, kontraksi ini tidak akan menimbulkan hal yang berbahaya, termasuk keguguran.

Bayi yang belum lahir pun terlindungi dengan baik oleh kantung ketuban berisi cairan dan otot rahim yang kuat. Dengan begitu, bayi aman dari aktivitas seksual apa pun yang dilakukan orangtuanya. Selain itu, bayi dilindungi dari infeksi oleh sumbat lendir tebal yang menutup serviks.

Baca juga:

Ibu Hamil Perlu Hindari Konsumsi Daging Kambing Berlebih

seks hamil
Ada beberapa orang yang mungkin perlu menghindari aktivitas seksual selama kehamilan. (Foto: Freepik/Serhii Bobyk)

Manfaat Seks saat Hamil

Aktivitas seksual biasanya tidak hanya aman selama kehamilan, tetapi juga bermanfaat. Seks berpasangan atau solo dapat membawa kesenangan, menghilangkan stres, meningkatkan aliran darah. Saat mendekati hari perkiraan lahir, seks dapat membantu memperlancar kelahiran.

Beberapa orang mungkin lebih menikmati aktivitas seksual selama kehamilan, berkat hormon yang berbeda, peningkatan aliran darah, dan perubahan dalam tubuh mereka. Secara umum dan selama dokter menyetujuinya, melakukan aktivitas seksual apa pun cukup aman.

Meskipun menikmati seks saat sedang hamil aman dan sehat, ada beberapa orang yang mungkin perlu menghindari aktivitas seksual selama kehamilan.

Dokter akan memberi tahu tentang apa yang perlu kamu hindari selama kehamilan. Orang yang memiliki salah satu dari hal berikut ini mungkin perlu menghindari semua aktivitas seksual dan orgasme selama kehamilan:

  • Jika kamu memiliki ancaman keguguran selama kehamilan seperti kelahiran prematur.
  • Jika kamu mengalami kontraksi dini.
  • Jika serviks kamu tidak normal atau melebar.
  • Jika kamu mengalami pendarahan atau keputihan yang tidak dapat dijelaskan.
  • Jika kamu mengalami kebocoran cairan.

Bila masih memiliki pertanyaan atau kekhawatiran tentang seks atau orgasme selama kehamilan, jangan ragu untuk menghubungi dokter kandungan atau penyedia layanan kesehatan. (aru)

Baca juga:

Pewarnaan Rambut Tanpa Amonia Aman Bagi Ibu Hamil dan Menyusui

#Seks #Resiko Kehamilan #Ibu Hamil
Bagikan
Bagikan