MerahPutih.com - Cara seseorang berdiri ternyata bukan hanya mencerminkan kebiasaan fisik, tetapi juga dapat memberikan petunjuk mengenai karakter dan kepribadiannya.
Temuan ini diungkap dalam penelitian terbaru dari Universitas McGill yang menunjukkan adanya hubungan antara postur tubuh dan sifat psikologis seseorang.
Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa bahasa tubuh tidak bisa dijadikan satu-satunya tolok ukur untuk menilai kepribadian.
Faktor situasi, lingkungan, hingga kondisi emosional tetap memiliki pengaruh besar terhadap cara seseorang membawa dirinya.
Penelitian tersebut melibatkan 608 peserta dewasa muda yang diminta mengirimkan foto dengan posisi berdiri secara alami.
Baca juga:
Ramalan Shio 26 Juli 2026: Ada yang Diprediksi Seret Rezeki, Siapa Saja?
Para peneliti kemudian menganalisis postur tubuh peserta yang konsisten dari waktu ke waktu untuk melihat kaitannya dengan karakter individu.
Selain pose alami, peserta juga diminta memperagakan dua jenis postur berbeda, yakni postur dominan dengan tubuh tegak serta postur submisif dengan tubuh sedikit membungkuk ke depan.
Posisi kepala dan leher turut menjadi perhatian karena dianggap berperan dalam memberikan kesan tertentu kepada orang lain.
Berdiri Tegak Cenderung Dianggap Dominan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta yang berdiri tegak dengan kepala sedikit menengadah lebih sering dikaitkan dengan sifat dominan, percaya diri, dan senang memegang kendali dalam berbagai situasi.
Namun, karakter tersebut tidak selalu dipandang positif. Peneliti menemukan bahwa kelompok dengan postur tegak juga cenderung memperoleh skor lebih rendah dalam aspek empati serta pengendalian amarah. Dalam beberapa kasus, mereka dinilai memiliki kecenderungan memanfaatkan orang lain demi kepentingan pribadi atau bersikap manipulatif.
Menurut peneliti, mempertahankan postur tubuh yang sangat tegak biasanya memerlukan usaha ekstra dan sering kali dilakukan untuk membangun citra yang berwibawa atau memperoleh penghormatan dari lingkungan sekitar.
Postur Membungkuk Tak Selalu Menandakan Kurang Percaya Diri
Baca juga:
Ramalan Zodiak 25 Juli 2026: Ada yang Berpotensi Dapat Rezeki Tambahan
Sebaliknya, individu yang berdiri dengan tubuh sedikit membungkuk ke depan lebih sering dipersepsikan sebagai pribadi yang pemalu, rendah hati, atau ramah ketika berada dalam situasi sosial yang santai.
Meski begitu, peneliti mengingatkan bahwa persepsi tersebut tidak selalu menggambarkan kondisi sebenarnya. Seseorang bisa saja menunduk karena sedang lelah, mengalami nyeri pada tubuh, atau sekadar merasa nyaman dengan posisi tersebut.
Karena itu, bahasa tubuh perlu dipahami bersama konteks yang sedang terjadi agar tidak menimbulkan penilaian yang keliru terhadap seseorang.

Konteks Sangat Menentukan Makna Bahasa Tubuh
Penelitian ini menyoroti bahwa makna sebuah postur tubuh dapat berubah bergantung pada situasi.
Di lingkungan kerja, postur yang terlalu santai mungkin dianggap kurang profesional. Sebaliknya, dalam acara keluarga atau pertemuan dengan teman, posisi tubuh yang lebih rileks justru dapat membuat seseorang terlihat hangat, mudah didekati, dan bersahabat.
Perbedaan konteks tersebut menjadi alasan mengapa penilaian terhadap kepribadian tidak dapat hanya mengandalkan bahasa tubuh semata.
Baca juga:
Ramalan Shio 25 Juli 2026: Ada yang Kurang Hoki, Siapa Dapat Rezeki?
Peneliti juga mengingatkan bahwa bahasa tubuh dapat dimanfaatkan sebagai alat untuk membangun dominasi terhadap orang lain.
Individu yang sengaja menampilkan postur sangat tegak, kepala terangkat tinggi, dan gestur yang menguasai ruang berpotensi menggunakan bahasa tubuh sebagai bentuk intimidasi sosial.
Karena itu, memahami bahasa tubuh sebaiknya dilakukan secara bijak. Gestur memang dapat memberikan petunjuk mengenai karakter seseorang, tetapi bukan berarti mampu menjelaskan keseluruhan kepribadiannya.

