Kuliner
Pesan Hidup Mendalam pada Semangkuk Sup Manten Khas Negeri Aing Sup manten sederhana penuh makna. (foto: Instagram @dwi123avee)

DI daerah Solo, penyajian makanan saat resepsi pernikahan masih ada yang menggunkan sistem piringan. Artinya, para tamu duduk lalu hidangan diantar satu per satu. Berbeda banget dari sistem prasmanan yang kerap dijumpai di pesta pernikahan masa kini.

Dalam sistem piringan, makanan pertama yang disajikan ialah jajanan dan teh manis, lalu sirup, sup hangat, makanan berat, dan terakhir es krim.

BACA JUGA:

Kuliner Jahe Andalan Warga Negeri Aing untuk Jaga Kesehatan

Sajian sup dalam tata cara piringan amatlah khas. Namanya Sup manten. Sup manten biasanya berisikan ayam, wortel, kapri, kembang kol, kentang, jamur putih, dan jamur kuping.

Saat diberi kuah, sup akan semakin lezat karena rasa kaldu ayam yang gurih ditambah aroma bawang putih sangat kaya. Kuahnya bening, dengan sayuran direbus terpisah. Isi sup akan ditata dalam piring dan disiram kuah panas ketika akan disajikan. Hangat menggugah selera makan.

sop manten
Sup manten sederhana disajikan saat upacara pernikahan. (foto:Instagram @evi_tri_mulyani)

Sup khusus dijumpai saat perhelatan perkawinan adat Jawa khususnya di Kota Solo memang sederhana. Namun, pada semangkuk sajian sederhana itu ada petuah pernikahan mendalam.

Campuran berbagai jenis sayur dalam sup manten jadi simbol sikap menghargai perbedaan dan menjadi satu. Begitu juga halnya dalam pernikahan. Di antara calon mempelai tentunya memiliki latar belakang yang berbeda, seperti halnya jenis-jenis sayuran yang digunakan memiliki perbedaan. Namun, perbedaan itu dapat disatukan dalam sebuah sajian nikmat. Begitu pula dengan pernikahan.

Selain itu, sajian sederhana ini perlambang sikap sederhana. Kesederhanaan itu terlihat dari bahan dan bumbu yang digunakan. Hal itu mengajarkan kepada para mempelai agar tidak sombong, karena hidup terkadang berada di atas, kali lain di bawah. Dengan begitu, hidup harus dijalani dengan sederhana.

Penyajian sederhana dalam mangkuk juga memberi makna. Dalam pribahasa Jawa, ‘pagar mangkok luweh kuat tinimbang pagar tembok’, dipetuahkan untuk selalu dermawan kepada sesama terutama kepada tetangga sekitar. Dengan sikap baik tersebut, nantinya akan berbuah baik juga untuk kehidupan berumah tangga kelak.(dwi)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Harga Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Melonjak Seiring Tradisi Sadranan
Tradisi
Harga Bunga Tabur di Pasar Kembang Solo Melonjak Seiring Tradisi Sadranan

Tradisi Sadranan membuat harga bunga tabur melonjak.

Mau Healing? Coba Liburan ke Desa Wisata
Travel
Mau Healing? Coba Liburan ke Desa Wisata

Desa wisata menawarkan pemandangan yang jarang dijumpai di kota.

Tradisi Pengobatan Belian Sentiyu Dayak Tunjung Kian Pudar
Tradisi
Tradisi Pengobatan Belian Sentiyu Dayak Tunjung Kian Pudar

Zaman sekarang Suku Dayak Tonyooi lebih dikenal dengan sebutan Suku Dayak Tunjung.

Betawi Punya Kuliner Lezat dan Cocok di Lidah, Kudu Coba!
Kuliner
Betawi Punya Kuliner Lezat dan Cocok di Lidah, Kudu Coba!

Kuliner Betawi memiliki sejarahnya tersendiri.

5 Kota Tujuan Mudik Sambil Berlibur
Travel
5 Kota Tujuan Mudik Sambil Berlibur

Dua tahun terkungkung pandemi, membuat mudik kali ini terasa istimewa.

Hari Terakhir Gadis Maluku yang Abadi dalam Uang Rp 5 ribu Edisi 1985
Fun
Hari Terakhir Gadis Maluku yang Abadi dalam Uang Rp 5 ribu Edisi 1985

Martha Christina Tiahahu wafat di atas Kapal Eversten saat melintasi Laut Banda pada 2 Februari 1918.

Kuliner Banyuwangi Rugi Tak Dicicipi
Kuliner
Kuliner Banyuwangi Rugi Tak Dicicipi

Setiap daerah di Indonesia memiliki kuliner khasnya.

Isyana dan Afgan Promosikan Destinasi Wisata Utama Indonesia
Travel
Isyana dan Afgan Promosikan Destinasi Wisata Utama Indonesia

LEWAT siaran televisi dan digital orisinal terbaru berjudul "AXN Ultimate Challenge Indonesia".

Self Healing di Likupang, Jangan Lupa Mampir ke 5 Wisata Alam Ini
Travel
Self Healing di Likupang, Jangan Lupa Mampir ke 5 Wisata Alam Ini

Likupang punya surga tersembunyi yang bisa memanjakan wisatawan.

International Mask Festival Solo Tampilkan Adi Budaya Leluhur
Tradisi
International Mask Festival Solo Tampilkan Adi Budaya Leluhur

Agenda rutin yang ditujukan menghidupkan budaya lokal.