Pentingnya Menjaga Emosi saat Berkendara

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 13 Februari 2023
Pentingnya Menjaga Emosi saat Berkendara
Pengendara sudah seharusnya menjaga emosi dan mengutamakan kepentingan bersama sesama pengguna jalan umum. (Foto: freepik/fanjianhua)

KEKERASAN di jalan raya saat ini masih sering ditemui. Seringkali berawal dari cekcok, yang kemudian berakhir jadi kekerasan fisik. Seperti yang terjadi baru-baru ini di kawasan Senopati, Jakarta Selatan. Padahal, sebagai pengendara sudah seharusnya menjaga emosi dan mengutamakan kepentingan bersama sesama pengguna jalan umum.

Meningkatnya emosi pada seorang pengemudi dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Sebut saja misalnya kurangnya edukasi terhadap aturan lalu lintas, atau kondisi psikologis seseorang. Emosi dan perasaan kamu dapat memengaruhi cara berkendara atau mengemudi. Jika kamu merasa sangat tegang, emosi dapat memengaruhi cara kamu merespons pengemudi lain, dan menyebabkan perilaku mengemudi yang agresif atau berisiko.

Baca Juga:

5 Tips Mencuci Mobil di Rumah

Mengajak teman dapat menghilangkan rasa jenuh dan meredam emosi saat kamu terpicu marah. (Foto: freepik/pressfoto)

Namun, banyak cara yang dapat kamu lakukan agar mampu meredam emosi saat berkendara di jalan raya. Salah satu cara mengatasi kesemrawutan di jalan raya, adalah rasa empati ketika berkendara. Melansir Psychology Today, berikut beberapa tips agar kamu bisa meredam emosi saat mengemudi di jalan, antara lain:

- Ubahlah pola pikir. Mulai sekarang, selalulah berpikir bahwa jalan raya adalah milik bersama, sehingga kita harus bisa berbagi dengan pengendara atau pengguna jalan lainnya.

- Salah satu pemicu tindakan agresif atau emosi di jalan adalah macet. Macet adalah hal yang umum di semua kota besar. Jadi, mulai sekarang anggaplah macet sebagai hal biasa yang memang harus dilalui untuk mencapai tempat tujuan.

- Mengajak teman. Anggapan “biar saja macet, asal ada teman bicara” adalah benar. Tapi kita juga harus mengendalikan diri dan menghindari topik pembicaraan yang sensitif. Carilah topik yang ringan atau saling melempar candaan selama berkendara.

- Jangan terprovokasi. Misalnya, bila berpapasan dengan pengemudi emosional yang mengemudinya berbahaya, sebaiknya berikan saja jalan baginya untuk mendahului mobil kita.

Baca Juga:

Jangan Asal, Ini Tips Jitu Memilih Kaca Film Mobil

- Dengarkan musik dengan tempo pelan dan suara yang tidak terlalu keras. Musik dengan tempo pelan bisa membantu kita untuk menjaga emosi agar tetap tenang.

- Manajemen waktu perjalanan itu penting. Jadi sebaiknya sebelum berkendara harus menghitung waktu perjalanan dan rute perjalanan, sehingga kita tidak mengemudi secara agresif di jalanan.

Musik dengan tempo pelan bisa membantu kita untuk menjaga emosi agar tetap tenang. (Foto: freepik/senivpetro)

- Tidak dianjurkan untuk membekali diri dengan peralatan yang sifatnya agresif. Kamu tidak perlu membawa seperti tongkat baseball, bahkan sampai senjata api di dalam mobil meski dengan dalih untuk berjaga-jaga.

- Gunakan sopir pribadi jika kita memilki kecenderungan tidak sabar dalam menghadapi kemacetan.

- Gunakan transportasi umum seperti angkutan kota, bus, atau taksi untuk mengurangi kejenuhan saat berkendara dengan mobil pribadi.

- Berkendara dengan metode defensive driving juga baik untuk menekan emosi di jalan. Berkendara dengan gaya ini juga meminimalisasi timbulnya intrik dengan pengguna jalan lain.

Cobalah untuk mengambil langkah-langkah yang dapat membantu kamu menenangkan emosi sehingga kamu dapat berfokus hanya pada mengemudi dan mencapai tujuan kamu dengan selamat. Selamat mencoba kiat diatas ya! (dgs)

Baca Juga:

Sopir Mercedes Mencuci Mobil di Lampu Merah

#Otomotif
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.
Bagikan