Peningkatan Curah Hujan hingga 18 Maret, BMKG Ungkap Pemicunya
Pemantauan Cuaca BMKG / dok BMKG
MerahPutih.com - Curah hujan tinggi masih terjadi hingga beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengidentifikasi adanya potensi peningkatan curah hujan secara signifikan di beberapa wilayah Indonesia.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hal ini dipicu oleh aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO). Ditambah fenomena Gelombang Kelvin dan Rossby Equatorial masih terpantau dan diprediksi aktif di wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga:
Sepekan ke Depan Curah Hujan di Bandung Diprediksi Tinggi, Waspada Banjir
Ia mencontohkan, terjadinya tiga Bibit Siklon Tropis, yaitu Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P termonitor berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.
Bibit Siklon Tropis 91S memiliki kecepatan angin maksimum 30-35 knots (56 - 65 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 994 hPa, dan pergerakan ke arah tenggara.
“Sehingga membuat peluang untuk menjadi Siklon Tropis pada kategori sedang-tinggi,” kata Guswanto dikutip di Jakarta, Kamis (14/3).
Kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat.
“Bahkan, disertai kilat atau angin kencang di sebagian wilayah Indonesia hingga 18 Maret 2024,” jelas Guswanto.
Baca juga:
BMKG Rilis 27 Daerah Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir dan Angin Kencang
Khusus wilayah Jabodetabek, lanjut Guswanto, akan didominasi kondisi cuaca hujan ringan hingga sedang.
“Potensi hujan dengan intensitas hingga sedang dapat terjadi terutama di wilayah Kota Bogor, Kab. Bogor, Kota Tangerang, dan Kab. Tangerang,” beber Guswanto.
Penurunan potensi intensitas hujan di Jabodetabek akan terjadi mulai tanggal 17 Maret 2024.
“Perlu diwaspadai adanya potensi Hujan Lebat disertai angin kencang sesaat di sebagian wilayah Jabodetabek utamanya pada sore hingga dini hari,” ungkap Guswanto.
Guswanto mengingatkan masyarakat tetap waspada akan kemungkinan potensi cuaca ekstrem yang ditimbulkannya.
BMKG terus melakukan pemantauan berkelanjutan secara berkala untuk perkembangan kondisi cuaca serta potensi pembentukan bibit siklon tropis di wilayah Indonesia.
“Masyarakat juga diimbau terus melakukan monitoring perkembangan peringatan dini cuaca ekstrem dari BMKG,” tutup Guswanto. (knu)
Baca juga:
BMKG: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di 6 Wilayah Banten
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Jakarta hingga 13 Januari 2026, Warga Diminta Waspada
6 Kecamatan di Kabupaten Tangerang Dilanda Banjir, Ada 18 Titik
Kepulauan Talaud Sulawesi Utara Diguncang Gempa Bumi Bermagnitudo 7,1, BNPB: Tidak Ada Korban Jiwa
Kuta Bali Diguncang Gempa Tipe Gerakan Strike Slip M 4,5
BBMKG Keluarkan Peringatan Dini, Tinggi Gelombang di Perairan Bali Berpotensi hingga 4 Meter pada 9-12 Januari 2026
Gelombang 4 M Sepanjang Pantai Cilacap-Purworejo, Wisatawan Dilarang Berenang ke Laut
4.634 Gempa Bumi Guncang NTT Sepanjang 2025, Terkuat pada 27 Oktober 2025
Dentuman Kilat Merah di Cianjur Bukan Gempa, BMKG Duga Buatan Manusia
Ramai soal Dentuman dan Kilatan Cahaya di Utara Cianjur, PVMBG Menduga Dipicu Fenomena Energi Elektromagnetik
BMKG Ingatkan Potensi Banjir dan Longsor di Sumatera Utara karena Hujan Berdurasi Lama Rabu, 7 Januari 2026