Pengamat Soroti Pandemi Corona Jadi Panggung Politik Ilustrasi. (MP/Pixabay.com/Mampu)

MerahPutih.com - Pengamat politik Ray Rangkuti menyoroti adanya kemungkinan sejumlah pihak mencari panggung politik di tengah upaya meredam pandemi COVID-19.

Ray mememinta semua pihak, khususnya pemerintah pusat ataupun daerah, tidak menjadikan wabah corona sebagai panggung mencari popularitas untuk tujuan politik.

Baca Juga:

Pemerintah Bantah bakal Hilangkan Pembatasan dalam PSBB

"Masalah COVID-19 ini harus ditangani bersama," kata Ray kepada wartawan, Sabtu (16/5).

Ia mencontohkan soal polemik bansos yang saat ini mengemuka antara pemerintah daerah dan pusat.

Ray Rangkuti. (MP/Fadhli)
Ray Rangkuti. (MP/Fadhli)

Ray memandang, berbagai klaim pemerintah pusat tak sepenuhnya salah. Sebut saja soal data yang tumpang tindih.

Faktanya sekarang, data yang paling diakui warga DKI Jakarta penerima bansos hanya 2.153.196 kepala keluarga.

Hal itu menurutnya jauh berkurang dari data yang disebutkan sebelumnya yakni sekitar 2.6 juta keluarga.

Baca Juga:

Proyek Reklamasi Teluk Jakarta Perbanyak Lapangan Kerja di Tengah Pandemi COVID-19

Sama halnya dengan kemampuan membiayai Pemprov DKI Jakarta untuk bansos COVID-19 ketiga dan seterusnya.

"Sebab, sejauh yang kita pahami, belum terdengar dana alokasi DKI untuk bansos tahap tiga dan seterusnya. Persoalan kurang bayar pemerintah pusat dalam DBH sebenarnya tidak menjadi kendala utama Pemprov DKI untuk mengalokasikan dana bansos. Tapi refocusing-nya yang belum sepenuhnya berjalan," jelas Direktur Lingkar Madani Indonesia ini.

Menurut dia, hal itu hanya akan menjadikan seolah pemerintah daerah seperti telah bekerja cepat, tegas dan cekatan, tapi fakta di lapangannya justru berbeda.

"Kita semua membutuhkan satu sikap dan keputusan yang cepat, tapi bukan sembrono. Apalagi hanya sekedar tampil memukau di hadapan masyarakat," tegasnya. (Knu)

Baca Juga:

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Jakarta Didominasi Penduduk Berusia Produktif
Indonesia
Jakarta Didominasi Penduduk Berusia Produktif

1,32 persen termasuk generasi pre boomer lahir sebelum tahun 1945

Orang Terakhir yang Bertemu Editor Metro TV Digarap Polisi
Indonesia
Orang Terakhir yang Bertemu Editor Metro TV Digarap Polisi

Kekasih dari almarhum Yodi bernama Suci Fitri

Demokrat Minta Menkumham Taat UU Partai Saat Proses Administrasi Kubu Moeldoko
Indonesia
Demokrat Minta Menkumham Taat UU Partai Saat Proses Administrasi Kubu Moeldoko

Menkumham Yasonna Laoly diyakini bakal memutuskan perkara ini dengan objektif dan adil.

[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Hangat Lancarkan Peredaran Darah Pasien COVID-19
Indonesia
[Hoaks atau Fakta]: Minum Air Hangat Lancarkan Peredaran Darah Pasien COVID-19

Sementara minuman panas mungkin dapat meredakan gejala pilek, kemungkinan hal tersebut sebagian merupakan efek dari peningkatan sekresi ludah

Pekerja Film dan Seniman Terdampak COVID-19 Dapat Paket Sembako
Indonesia
Pekerja Film dan Seniman Terdampak COVID-19 Dapat Paket Sembako

Mensos telah berdiskusi dan memutuskan akan memberikan bantuan kepada para pekerja seni tersebut

Menteri Sandiaga Usul Kelompok Prioritas Urutan Kedua Vaksin Setelah Nakes
Indonesia
Menteri Sandiaga Usul Kelompok Prioritas Urutan Kedua Vaksin Setelah Nakes

Mereka berada di garda terdepan dalam mengembangkan dan membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif

Hari Ini Kereta Api Reguler Mulai Beroperasi
Indonesia
Hari Ini Kereta Api Reguler Mulai Beroperasi

Seluruh prosedur yang disusun telah menyesuaikan dengan seluruh aturan yang ditetapkan pemerintah.

Warga di 82 Kelurahan yang Dilalui Sungai Ciliwung Diminta Siaga
Indonesia
Warga di 82 Kelurahan yang Dilalui Sungai Ciliwung Diminta Siaga

Hal itu wajib dilakukan agar tidak terjadi penyumbatan aliran air yang mengakibatkan banjir

Pemkot Yogyakarta Larang Warga Gelar Malam Tirakatan HUT ke-75 RI
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Larang Warga Gelar Malam Tirakatan HUT ke-75 RI

Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi menjelaskan, larangan ini dikeluarkan sesuai arahan dari Kemensesneg.

Aturan Baru Perjalanan Penumpang Darat Berimbas ke Perubahan Jadwal KRL Jabodetabek
Indonesia
Aturan Baru Perjalanan Penumpang Darat Berimbas ke Perubahan Jadwal KRL Jabodetabek

Pada GAPEKA 2021 ini KAI Commuter memprogramkan operasional perjalanan KRL Commuter Line Jabodetabek tiap harinya sejumlah 1.151 perjalanan