Parents, Ketahui Waktu Terbaik untuk Anak Minum Susu di Malam Hari

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Januari 2024
Parents, Ketahui Waktu Terbaik untuk Anak Minum Susu di Malam Hari

Minum susu di malam hari bantu optimalkan tumbuh kembang anak. (Foto: Unsplash/Ron Lach)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Minum susu di malam hari telah terbukti membantu mengoptimalkan proses tumbuh kembang anak. Namun, jangan sampai keliru ya parents. Waktu terbaik untuk anak minum susu di malam hari bukanlah sesaat sebelum mereka tidur.

Doktor lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK menjelaskan, waktu terbaik untuk anak-anak meminum susu di malam hari agar dapat optimal untuk tumbuh kembangnya.

Ia menyarankan agar susu dapat diminum dua atau tiga jam sebelum tidur supaya penyerapan gizinya terjadi dengan baik dan tidak memberikan dampak buruk pada kesehatan si buah hati.

Baca juga:

Anak Butuh Susu Mengandung Arginin dan Vitamin K2 agar Tumbuh Optimal

"Jadi memang sebaiknya susu itu diminum dua sampai tiga kali sehari, tapi untuk malam hari jangan menjelang tidur," kata dokter Ray dilansir Antara, Kamis (25/1).

Ia menyebut bahwa ada dua hal yang terjadi apabila susu diminum tepat sebelum tidur di malam hari. Pertama dapat berdampak pada kesehatan gigi dan mulut dan kedua dapat berpengaruh pada fungsi pencernaan anak.

Dari sisi kesehatan gigi dan mulut, dokter Ray mengatakan kebiasaan meminum susu tepat sebelum tidur di malam hari rupanya dapat menyebabkan gigi berlubang apalagi jika ditambah dengan kebiasaan menghisap dot.

Biasanya anak-anak setelah nyaman dengan posisi tidur dan menghisap dot-nya, seringkali anak-anak sulit dibangunkan untuk menyikat giginya di malam hari sehingga akhirnya anak tidak bisa membersihkan giginya dan menyebabkan gigi berlubang.

Baca juga:

Batita Berisiko Alami Anemia Akibat Konsumsi Susu Sapi Berlebihan

Sementara dari sisi fungsi pencernaan, memang idealnya anak-anak harus mengosongkan pencernaan dua jam sebelum tidur. Apabila susu diberikan tepat sebelum tidur di malam hari tentunya fungsi pencernaan itu menjadi terganggu.

"Kalau lambung masih penuh itu pasti gak akan bisa tidur ya, kembung terutama pada anak-anak, kalau lambung masih penuh itu ada potensi untuk regurgitasi, atau naik lagi makanannya (ke kerongkongan). Jadi sebaiknya lambung kosong dalam waktu dua jam sebelum tidur," jelas dokter Ray.

Selain dua alasan tersebut, alasan lainnya yang membuat susu baiknya tak diberikan tepat sebelum tidur agar tubuh anak masih bisa melakukan metabolisme sesuai fungsinya dan bisa membakar susu untuk menjadi energi tanpa menyimpannya sebagai kalori berlebih. (*)

Baca juga:

Solusi Nutrisi Ketika Si Kecil Alergi Susu Sapi

#Anak #Parenting #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Pemprov DKI Jakarta menyediakan hotline 24 jam, call center 112, Pos SAPA, dan layanan PUSPA untuk memperkuat perlindungan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 November 2025
Pemprov DKI Luncurkan Kanal Aduan Lengkap untuk Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak
Indonesia
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Densus 88 Anti Teror mengungkapkan fakta mengejutkan ada 110 anak yang diduga direkrut ke dalam jaringan teroris sepanjang 2025 lewat permainan game online.
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Kecanduan dan Broken Home, Paket Kombo Anak Rawan Direkrut Jaringan Teroris
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Berita Foto
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Direktur Utama PT Prodia Widyahusada memotong tumpeng bersama Komisaris Utama PT Prodia Widyahusada, Andi Widjaja saat peresmian PCMC di Jakarta.
Didik Setiawan - Sabtu, 15 November 2025
Prodia Hadirkan PCMC sebagai Layanan Multiomics Berbasis Mass Spectrometry
Indonesia
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Kemenkes menargetkan hingga akhir tahun ini bisa mengobati 900 ribu orang yang terkena Tb.
Dwi Astarini - Kamis, 13 November 2025
Senang Ada Temuan Kasus Tb, Wamenkes: Bisa Langsung Diobati
Bagikan