Kalimantan Barat, Daerah Seribu Sungai
Nyobeng Sebujit, Tradisi Memandikan Tengkorak dari Kalimantan Barat Suka Dayak Bidayuh dalam Upacara Nyobeng Sebujit. (Foto: instagram@ ariez_photos)

JAUH di pedalaman Bengkayang, Kalimantan Barat terdapat sebuah ritual yang unik. Upacara Nyobeng Sebujit namanya. Tradisi ini dilakukan oleh suku Dayak Bidayuh. Pada perhelatannya, masyarakat akan memandikan tengkorak sebagai bentuk syukurnya atas nikmat panen yang mereka peroleh.

Banyak nilai yang terkandung dalam upacara ini, yakni penghormatan terhadap leluhur, menghargai perbedaan, solidaritas sosial, dan ketaatan terhadap aturan dan adat istiadat.

Melihat keunikan yang terkandung dalam tradisi ini, merahputih.com tertarik untuk mengupas tradisi Nyobeng Sebujit.

1. Ritual adat bersyukur

Suku Dayak Bidayuh dalam Upacara Nyobeng Sebujit. (Instagram/@shelda_sapage85)
Suku Dayak Bidayuh dalam Upacara Nyobeng Sebujit. (Foto: Instagram@shelda_sapage85)

Nyobeng berasal dari kata Nibakng yang merupakan ritual adat ucapan syukur atas panen berlimpah. Juga ritual memandikan kepala hasil 'ngayau' atau potongan kepala musuh.

Menurut kisahnya, ngayau merupakan tradisi pengambil kepala musuh untuk di bawa pulang ke desa sebagai bukti kemenangan. Seiring berjalannya waktu, tradisi mengayau sudah tidak dilakukan lagi. Karena sudah tidak sesuai dengan zaman sekarang.

2. Ada prosesi memanjat terbalik untuk menunjukan kekuatan prajurit

Gambar tengkorak yang akan dimandikan dalam upacara Nyobeng Sebujit. (Instagram/@ amazingborneo.id)
Gambar tengkorak yang akan dimandikan dalam upacara Nyobeng Sebujit. (Instagram/@ amazingborneo.id)

Upacara ini dimulai dengan ritual penyambutan. Setelah itu kepala akan disimpan di atas bambu yang ada di sebelah balug atau rumah adat suku dayak setempat. Kemudian, para pejuang akan memanjat bambu dengan posisi terbalik untuk menunjukkan kekuatan mereka.

Di bagian akhir prosesi, kepala disimpan di kotak kayu. Kotak kayu berisi kepala tersebut kemudian disimpan di atas bumbung balug. Upacara selesai.

3. Dianggap sebagai penjaga kampung dan perlu dimandikan

Suka Dayak Bidayuh dalam Upacara Nyobeng Sebujit. (Instagram/@ ariez_photos)
Suka Dayak Bidayuh dalam Upacara Nyobeng Sebujit. (Foto: Instagram@ ariez_photos)

Seperti yang telah dipaparkan di atas, ada banyak kepercayaan yang terkandung dalam upacara ini. Namun, yang paling diyakini oleh suku Dayak Bidayuh, upacara ini akan menjadi penjaga kampung serta harus dimandikan dan diberi sesaji sebagai bentuk penghormatan.

Selain itu, nilai menghargai perbedaan, solidaritas sosial, dan ketaatan terhadap aturan dan adat istiadat juga terdapat dalam upacara ini. (zaim)

Baca Juga: Eksotisme Pakaian Adat Kalimantan Barat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Menikmati Liburan di  Pantai Karangsong
Travel
Menikmati Liburan di Pantai Karangsong

Selama musim liburan Natal dan Tahun Baru, pantai Karangsong cukup banyak dikunjungi oleh para wisatawan

Ragam Istilah Kain Nusantara di Masa Lampau
Tradisi
Ragam Istilah Kain Nusantara di Masa Lampau

Di masa lalu, banyak ragam istilah selain kain.

Yuk Bikin Masakan Korean Army Stew untuk Keluarga
Kuliner
Yuk Bikin Masakan Korean Army Stew untuk Keluarga

Meskipun berkalori tinggi, tapi rasanya membuat kita ketagihan.

Mengenal Danau Linow yang Airnya Dapat Berubah Warna
Travel
Mengenal Danau Linow yang Airnya Dapat Berubah Warna

Apa yang membuat air di danau ini dapat berubah warna?

Jadwal Libur Panjang di Tahun 2020
Travel
Jadwal Libur Panjang di Tahun 2020

Berikut ini hari libur di tahun 2020.

Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Yogyakarta Mantabkan Wisata Wedding
Travel
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan, Yogyakarta Mantabkan Wisata Wedding

"Kami punya bentang alam yang komplit dan sangat indah."

 Lezat, Dodol Garut Daun Kelor Anti 'Stunting' Made In Puskesmas Pasundan
Kuliner
Haul Sultan Agung, Kasunan Surakarta Adakan Upacara Adat Wilujengan
Tradisi
Haul Sultan Agung, Kasunan Surakarta Adakan Upacara Adat Wilujengan

Haul Sultan Agung dilakukan sebagai bentuk penghargaan akan sosok pendiri Kerajaan Mataram Islam.

Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya
Tradisi
Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Tugu Yogya

Aparat gabungan menghentikan sementara aktivitas lalu lintas saat peringatan Detik-Detik Proklamasi pada pukul 10.17 WIB di simpang Tugu Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta,

Menelusuri The Great Asia Africa Bersama Travel Trip, Sensasi 7 Negara di Lembang
Travel
Menelusuri The Great Asia Africa Bersama Travel Trip, Sensasi 7 Negara di Lembang

Lembang hadirkan tempat wisata serasa berada di tujuh negara.