Ramadan 2021
Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini Nyadran, membersihkan makam leluhur. (Foto: instagram@jelajah.magelang)

BANYAK tradisi yang dijalankan oleh warga di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk menyambut bulan Ramadan. Salah satu tradisi tersebut adalah nyadran.

Dalam bahasa Jawa, Nyadran berasal dari kata sadran yang artiya ruwah syakban. Nyadran adalah tradisi ziarah makam oleh masyarakat Jawa, umumnya di pedesaan.

Baca Juga:

Tradisi Nyekar Setiap Tahun Sebelum Puasa

nyadran
Tradisi Nyadran, membersihkan makam dan ditutup dengan kenduri. (Foto: blogkulo)

Kegiatan nyadran diawali dengan kunjungan dan pembersihan makam. Kemudian tabur bunga sembari melantunkan doa-doa untuk arwah keluarga yang sudah meninggal. Di beberapa daerah nyadran juga ditutup dengan kegiatan makan-makan bersama (kenduri). Kegiatan nyadran biasanya dilakukan 2 minggu hingga 1 hari sebelum bulan Ramadan.

Sementara di Kabupaten Gunungkidul Di tradisi nyadran juga dibarengi dengan tradisi mengucap syukur usai masa panen. Warga Gunungkidul biasa mengadakan nyadran usai masa Panen Padi dengan membawa sejumlah hasil bumi, nasi tumpeng dan lauk pauk.

Mereka kemudian mendatangi salah satu lokasi petilasan atau lokasi yang yang dianggap suci. Lokasi tersebut biasanya berupa sumber mata air seperti sumur, sendang atau lokasi yang pernah disinggahi wali songo dan raja-raja dimasa lampau.

Warga kemudian melakukan upacara budaya dan melantunkan doa bersama tokoh agama dan sesepuh. Didalam doa, warga meminta kepada sang pencipta, agar senantiasa diberikan kesehatan serta rejeki panen yang melimpah. Acara nyadran ditutup dengan makan bersama-sama atau kenduri.

Masyarakat Jawa percaya dengan banyak memberi maka mereka akan mendapatkan rezeki yang melimpah. Tradisi ini juga sebagai bentuk salah satu menjaga tali silaturahmi di antara para warga. Selama pandemi tradisi nyadran tetap dilakukan namun dengan sejumlah penyesuaian dan menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga:

Alun-Alun Kidul Keraton Kasunanan Surakarta, Tempat Nongkrong Sambil Melihat Kerbau Bule

nyadran
Nyadran yang dilakukan setahun sekali jelang Ramadan. (Foto: instagram@bpnb.diy)

Salah seorang warga di Kecamatan Gamping Kabupaten Sleman DIY, Andri Prasetyo jelaskan terdapat sejumlah pembatasan dalam pelaksanaan tradisi nyadran selama pandemi.

Kegiatan nyadran di kampungnya dilakukan akhir Maret 2021. Peserta Tradisi nyadran tahun ini dibatasi. Warga yang boleh datang ke makam hanya perwakilan saja.

"Biasanya yang ke makam itu hampir semua anggota keluarga. Tapi sekarang yang maksimal 1 orang perwakilan dari setiap KK. Sebelum pandemi yang datang bisa sampai ratusan orang. Tapi sekarang cuma puluhan saja. Banyak juga warga yang tidak ikut nyadran karena alasan kesehatan," ujar Andri di Yogyakarta, Selasa (13/04).

Selain itu waktu pelaksanaan diubah dari biasanya pagi atau siang hari menjadi malam hari. Durasi kegiatan nyadran dibatasi maksimal hanya 30 menit saja.

Sejumlah kegiatan seperti tausiyah, ceramah dan kata sambutan pun dihilangkan. Warga yang ikut wajib memakai masker dan jaga jarak.

"Jadi kita ke makam itu hanya doa tahlilan saja. Kemudian langsung pulang. Bersih-bersih makam sudah dilakukan kan oleh perwakilan warga," pungkas pria yang tinggal di Dusun Karang Tengah, Nogotirto ini.

Walau mengalami sejumlah perubahan, Andri mengatakan makna utama dari nyadran tidak pernah berubah. Ia tetap bisa berdoa khusyuk untuk almarhum keluarganya. (Teresa Ika/Yogyakarta)

Baca Juga:

Unggahan, Cara Masyarakat Banyumas Sambut Ramadan

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Pelesiran di Negeri Aing: ke Taman Makam Pahlawan Kalibata
Travel
Menguak Sisi Disabilitas Si Buta Dari Gua Hantu
Indonesiaku
Menguak Sisi Disabilitas Si Buta Dari Gua Hantu

Baik Rabin juga Kasrip sama-sama menganggap memiliki anak buta sebagai aib.

Buat Buka Puasa, Kue Cangkir Bermodalkan Susu dan Biskuit
Kuliner
Buat Buka Puasa, Kue Cangkir Bermodalkan Susu dan Biskuit

Hanya butuh dua bahan yang sangat mudah ditemukan, susu dan biskuit.

Bipang Ambawang, Kuliner Primadona dari Borneo
Kuliner
Bipang Ambawang, Kuliner Primadona dari Borneo

Bipang adalah kependekan dari babi panggang.

Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'
Kuliner
Pedagang Keliling Ungkap Keberadaannya Lewat 'Jingle'

Pedagang keliling memiliki 'jingle' untuk memikat hati pembeli.

5 Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun, Ada Kotamu?
Travel
5 Destinasi Favorit Liburan Akhir Tahun, Ada Kotamu?

Setiap kota punya ceritanya masing-masing.

Gaya Indah Istana Raja di Nusantara
Travel
Gaya Indah Istana Raja di Nusantara

Keindahan arsitektur tampak pada megahnya bangunan istana raja.

Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata
Travel
Satgas COVID-19 Indramayu Resmi Tutup Semua Objek Wisata

Penutupan dilakukan sampai dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan
Tradisi
Cuma di Negeri Aing Pesta Pernikahan Sampai Menutup Jalan

Banyak pesta pernikahan di Indonesia yang digelar hingga menutup jalan desa bahkan jalan raya.

Sandal Jepit, Bawaan Wajib Orang Indonesia saat Pelesiran
Travel
Sandal Jepit, Bawaan Wajib Orang Indonesia saat Pelesiran

Sandal jepit sudah menjadi elemen penting bagi orang Indonesia saat pelesiran.