Museum Rumah Bundar, dari Bangunan Peninggalan Belanda hingga Katana Tentara Jepang Museum Rumah Bundar. (Foto: Facebook/Yulianny Thejocosumo)

TARAKAN, Kalimantan Utara, merupakan salah satu destinasi favorit. Di sana kamu bisa menemukan banyak tempat wisata kota, sejarah, dan wisata alam. Jangan lupa juga berkunjung ke salah satu obyek wisata unggulan di sana, yaitu Museum Rumah Bundar.

Museum Rumah Bundar berisi banyak barang bernilai sejarah antara lain sisa perlengkapan tentara Jepang dan sekutu serta bangunan itu sendiri yang dibangun sejak 1930-an.

Seperti dikutip Antara, penamaan "rumah bundar" karena atapnya seperti bulatan drum yang dipotong rata di tengahnya. Di sana kamu dapat melihat pedang samurai, peluru, senjata, baling-baling pesawat tempur, sepatu para penjajah, dan helm tentara sekutu.


1. Pernah dijadikan pusat kegiatan tentara sekutu

Museum Rumah Bundar. (Foto: facebook.com/mala.muflih)
Museum Rumah Bundar. (Foto: facebook.com/mala.muflih)

Di sana juga banyak foto-foto saat terjadinya Perang Dunia ke-2 di Tarakan.

Rumah Bundar tepatnya berada di Jalan Danau Jempang atau 15 menit dari Bandara Juwata. Rumah ini adalah bangunan peninggalan Belanda.

Rumah seluas 6 x 12 itu kemudian difungsikan 1945 oleh tentara Sekutu sebagai pusat kegiatan untuk memperbaiki lingkungan di Tarakan yang rusak berat akibat perang dunia ke-2 saat melumpuhkan tentara Jepang.

2. Tarakan diincar karena minyak buminya

Gambar pendaratan pasukan Australia di Tarakan. (Foto: facebook.com/ipit.mucil)
Gambar pendaratan pasukan Australia di Tarakan. (Foto: facebook.com/ipit.mucil)

Tarakan menjadi daerah bersejarah karena tempat tentara Jepang pertama kali mendarat 1947.

Tarakan tercatat sebagai daerah palagan Perang Dunia II (World War II).

Kekayaan sumber daya alam Tarakan, yakni minyak tanah menjadi salah satu magnet bagi kekuatan asing untuk menguasai pulau itu.


3. Perang Tarakan lebih sengit ketimbang perang Pearl Harbour

Foto-foto di Museum Rumah Bundar. (Foto: facebook.com/alicia.christie.9)
Foto-foto di Museum Rumah Bundar. (Foto: facebook.com/alicia.christie.9)

Kekayaan minyak bumi itu jadi petaka. Karena hal hal itulah terjadi peperangan. Dari dokumen tercatat bahwa perang di Tarakan lebih sengit ketimbang perang Pearl Harbor.

Namun, perang Pearl Harbor lebih terkenal. Karena perang antara tentara Jepang dan Amerika di Hawai itu sering dijadikan tema film Hollywood.

Donna, adalah satu staf Museum Rumah Bundar, mengatakan jumlah pengunjung lokal relatif sedikit yang datang.

Justru pengunjung secara rombongan banyak datang dari kelompok mahasiswa dari luar daerah, rombongan pejabat dari Jakarta dan rombongan wisatawan mancanegara. Khususnya Australia, Jepang dan Amerika. (*)

Baca juga berita lainnya dalam artikel: Suly Rejuvenation Festival 2018, Festival Yoga dan Gaya Hidup Sehat Pulau Dewata

Kredit : zulfikar


Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH