Sains
Misteri Berlian dari Angkasa Luar Terungkap Batu yang disebut lonsdaleite itu memiliki kekerasan dan kekuatan yang melebihi berlian biasa. (Foto: Unsplash/@ling_gigi)

SETELAH sekian lama para ilmuwan telah memperdebatkan keberadaannya, telah muncul sedikit petunjuk. Sekarang, para peneliti telah mengkonfirmasi keberadaan berlian angkasa luar yang sebelumnya ditemukan di permukaan bumi.

Batu yang disebut lonsdaleite itu memiliki kekerasan dan kekuatan yang melebihi berlian biasa. Menurut penelitian terbaru, mineral langka tersebut tiba di Bumi melalui meteorit.

Terungkap pula lebih jauh tentang proses kimia alami yang para ilmuwan percaya menjadi pembentuk lonsdaleite dan dapat menginspirasi cara untuk memproduksi komponen industri yang sangat kuat. Demikian dikatakan dalam penelitian di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences (12/9).

Penemuan mulai terungkap ketika ahli geologi Andy Tomkins yang juga merupakan seorang profesor di Monash University, Australia mulai melakukan pengkategorian meteorit. Dia menemukan jenis berlian 'rusak' yang aneh dari batu angkasa luar yang ditemukan di Afrika Barat Laut, kata rekan penulis studi Alan Salek, seorang mahasiswa doktoral dan peneliti di RMIT University, Australia.

Salek mengatakan, Tomkins berteori, meteorit yang mengandung lonsdaleite itu berasal dari mantel planet kerdil yang ada sekitar 4,5 miliar tahun cahaya.

"Planet kerdil itu kemudian ditabrak asteroid secara dahsyat, melepaskan tekanan dan mengarah pada pembentukan berlian yang benar-benar aneh ini," tambah Salek seperti dilansir CNN (16/9).

Baca juga:

NASA Temukan 'Pintu Misterius' di Mars

Replikasi dalam industri

Misteri Berlian dari Angkasa Luar Terungkap
Jenis berlian 'rusak' yang aneh itu berasal dari batu ruang angkasa yang ditemukan di Afrika Barat Laut. (Foto: RMIT University)

Menurut profesor geologi dan geokimia Paul Asimow di California Institute of Technology, AS, dengan metode mutakhir dan kemungkinan untuk masa depan, penemuan ini menarik. Asimow tidak terlibat dalam penelitian tersebut.

Tim mampu menganalisis meteorit dengan bantuan mikroskop elektron dan teknik sinkrotron canggih, yang membangun peta komponen objek luar angkasa, termasuk lonsdaleite, berlian, dan grafit.

Berlian lonsdaleite, menurut Asimow, dapat terbentuk dalam tiga cara. Bisa melalui tekanan dan suhu tinggi dalam jangka waktu yang lama, begitulah berlian terbentuk di permukaan bumi; kejutan tabrakan hypervelocity meteor; atau pelepasan uap dari pecahan grafit yang akan menempel pada pecahan berlian kecil yang membentuknya.

"Alam telah memberi kami proses untuk mencoba dan mereplikasi dalam industri," kata Tomkins dalam rilis berita yang diterima CNN.

"Kami berpikir bahwa lonsdaleite dapat digunakan untuk membuat suku cadang mesin yang sangat kecil dan sangat keras jika kami dapat mengembangkan proses industri yang mendorong penggantian suku cadang grafit pra-bentuk oleh lonsdaleite," jelasnya.

Baca juga:

Teleskop Terbesar di Inggris Tayangkan Gambar Angkasa Luar

Misteri Berlian dari Angkasa Luar Terungkap
Berlian lonsdaleite dapat terbentuk dari kejutan tabrakan hypervelocity meteor. (Foto: freepik/kjpargeter)

Para ilmuwan pertama kali mengidentifikasi bit mineral pada 1967, tetapi ukurannya sangat kecil, sekitar 1 hingga 2 nanometer. Ukuran tersebut 1.000 kali lebih kecil dari apa yang ditemukan dalam penemuan terbaru, kata Salek.

Menemukan sampel yang lebih besar telah menunjukkan bahwa lonsdaleite bukan hanya anomali dari berlian lain, kata Asimow.

Berlian biasa, seperti yang teerdapat pada perhiasan, terbuat dari karbon dan memiliki struktur atom kubik, kata Salek. Sebagai bahan paling keras yang dikenal sampai sekarang, mereka juga digunakan dalam pembuatan. Lonsdaleite juga terbuat dari karbon, tetapi memiliki struktur heksagonal yang tidak biasa.

Para peneliti telah menemukan model untuk struktur lonsdaleite sebelumnya, dan mereka berteori bahwa struktur heksagonal dapat membuatnya hingga 58 persen lebih keras daripada berlian biasa, kata Salek.

Tingkat kekerasan ini dapat membuat berlian ruang angkasa yang langka menjadi sumber daya yang berharga untuk aplikasi industri, jika para ilmuwan dapat menemukan cara untuk menggunakan metode produksi baru untuk membuat mineral yang cukup besar. (aru)

Baca juga:

NASA Makin Fokus Meneliti UFO

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tampil Bersama The Adams, Weezer Bawakan Lagi Lagu 'Anak Sekolah'
ShowBiz
Tampil Bersama The Adams, Weezer Bawakan Lagi Lagu 'Anak Sekolah'

Jadi kali kedua untuk membawakan langsung lagu yang dipopulerkan Chrisye.

Gia Sabila Kisahkan Pengagum Rahasia di Single Halu Merindu
ShowBiz
Gia Sabila Kisahkan Pengagum Rahasia di Single Halu Merindu

'Halu Merindu' terinspirasi dari kekaguman Gia Sabila pada seseorang aktor asal Korea Selatan

Startup Siap Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Fun
Startup Siap Dukung Peningkatan Kualitas Pembelajaran

Meningkatkan performa proses pembelajaran melalui teknologi.

BIGBANG akan Comeback di Bulan Depan
ShowBiz
BIGBANG akan Comeback di Bulan Depan

Hal itu diumumkan secara resmi oleh YG Entertainment lewat akun Twitter, Minggu (20/3) malam.

Kiat Kebal Hadapi Inflasi Global Bagi Milenial
ShowBiz
Kiat Kebal Hadapi Inflasi Global Bagi Milenial

Cerdas mengelola keuangan pribadi adalah sebuah keharusan untuk membantu menahan laju inflasi.

Cinta Laura Rilis 'Oh Baby' Versi Remix
ShowBiz
Cinta Laura Rilis 'Oh Baby' Versi Remix

Lagu Oh Baby yang dirilis Cinta Laura sempat viral pada masanya.

Idola Kpop Ucapkan Hal Manis untuk Dirinya Sendiri
ShowBiz
Idola Kpop Ucapkan Hal Manis untuk Dirinya Sendiri

Idola Kpop tulis surat menyentuh untuk dirinya di masa lalu

Sempatkan Latihan Fisik Demi Cegah Penyakit
Fun
Sempatkan Latihan Fisik Demi Cegah Penyakit

Latihan fisik terbukti mampu menghalau penyakit.

Ben Affleck dan Matt Damon Kembali Kerja Sama
ShowBiz
Ben Affleck dan Matt Damon Kembali Kerja Sama

Ben Affleck dan Matt Damon saat ini sedang mengerjakan ulang naskah yang sebelumnya ditulis oleh Alex Convery.

Tanjakan Maut itu Bernama Tanjakan Emen
Fun
Tanjakan Maut itu Bernama Tanjakan Emen

27 orang meninggal dunia pada kecelakaan Tanjakan Emen empat tahun lalu.