Menyaring Hubungan Asmara Lewat Aplikasi Kencan Daring

annehsannehs - Minggu, 13 Februari 2022
Menyaring Hubungan Asmara Lewat Aplikasi Kencan Daring

Siapa pernah FWB-an dari Tinder? (Foto: Pixabay-Tumisu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

THE Tinder Swindler membuat kencan daring jadi bahan pembicaraan populer di media sosial. Pembahasannya meluas dari soal penguatan literasi aplikasi kencan daring, tipu muslihat Simon Leviev, hingga perubahan perilaku berkencan di masa pandemi.

Pandemi, menurut survei Lunch Actually bertajuk Lunch Actually Annual Dating Survey 2021, mengubah cara para jomlo memulai hubungan dengan orang baru melalui sarana kencan daring. Sekira 54 persen jomlo +62 mencoba atau menjajaki kencan vitual ketika pandemi.

Baca juga:

Perempuan di 'The Tinder Swindler' Galang Dana untuk Lunasi Utang

Pengaruh pembatasan sosial membuat orang beralih membuka hubungan percintan melalui aplikasi kencan daring dari rumah masing-masing. Tak heran bila muncul seloroh mencari teman kencan serupa memesan makanan di aplikasi antar online, sama-sama tinggal swipe. Bahkan, orang jauh lebih picky memilih makanan ketimbang menggeser foto profil lawan jenis di aplikasi kencan daring.

Di tiap masa, kencan punya makna berbeda-beda. Menurut buku Encyclopedia of Gender and Society Vol.1 karya Jodi O'Brien, konsep berkencan dimulai pada pergantian abad ke-20. Makna kencan dimaksud tak sesederhana dengan pemahaman banyak orang di masa kini.

pacaran
Apa kamu pernah berhasil pacaran melalui aplikasi kencan daring? (Foto: Unsplash-Mika Baumeister)

Sebelum awal 1900-an, berkencan jadi hubungan sangat pribadi. Alih-alih disebut dating, istilah paling populer tak lain courtship. Istilah courtship merujuk kepada konsep berkencan tidak bebas dan sangat dicampuri orangtua. Perempuan bahkan harus didampingi orangtuanya ketika bertemu dengan beberapa calon pasangan kemudian akan diseleksi bersama-sama berdasarkan status sosial dan keuangan.

Dikutip dari buku From Front Porch to Back Seat: Courtship in Twentieth-Century America karya Beth L. Bailey, istilah gentleman pun baru tercetus pada dekade pertama abad ke-20. Jika laki-laki tertarik dengan satu perempuan, maka ia akan melakukan protokol tepat untuk menyatakan perasaannya dengan cara mendatangi rumah keluarga sang perempuan dan berharap disambut dengan baik.

Baca juga:

Tips Anti-Gagal Jalin Asmara Lewat Aplikasi Kencan Online

Jika laki-laki tersebut sudah sesuai dengan kriteria dari keluarga perempuan, maka kegiatan pacaran bisa dilakukan namun bukan makan malam romantis berdua atau nge-room. Biasanya mereka akan bertemu di pertemuan sosial atau di rumah, tentunya dengan pengawasan ketat orang tua. Jika hubungan mereka mendapatkan restu, maka orangtua perempuan akan mengundang laki-laki untuk pertemuan berikutnya. Pada dasarnya, courtship lebih pada mencari pasangan sepadan, berharap cinta akan bersemi seiring dengan waktu.

Sekitar era 1920-an, konsep berkencan berubah. Berkencan tak perlu lagi didampingi, dan istilah courtship sudah beralih ke going out. Laki-laki dan perempuan memilih sendiri pasangan mereka. Waktu kencan pun biasanya ditentukan laki-laki karena mereka berkewajiban untuk membayar setiap tagihan ketika berkencan.

dating
Arti kencan di tiap jaman mengalami perubahan makna. (Foto: Pixabay-Mohamed Hassan)

Pada 1960-an, makna kenca berubah lagi. Semangat Rock 'n' Roll mulai digandrungi anak muda. Bersamaan dengan itu muncul masa kontra perang Vietnam di AS sehingga membuat anak muda semakin rebel. Makna kencan secara sederhana berpadanan dengan kebebasan. Dari situ konsep hook up tercipta, sehingga menjadi akar dari konsep friends with benefit nan akrab dikenal di era kencan daring.

Dilansir dari eHarmony, kencan daring sebenarnya sudah ditemukan jauh sebelum internet bisa diakses semua orang. Perkencanan melalui komputer tersebut sudah ditemukan dua mahasiswa Harvard University pada 1965 dengan nama Operation Match dengan tujuan memudahkan anak muda berkencan.

Ketika internet baru bisa diakses semua orang pada 1991, tak lama kemudian lahir skema kencan daring. Masa awal kencan daring dimulai ketika match.com (1995), Craiglist (1995) sebenarnya website untuk iklan tetapi digunakan juga untuk "mengiklankan diri untuk berkencan", dan OkCupid (2004).

dating
Kencan daring kian populer sejak pandemi. (Foto: Pixabay-Tumisu)

Sekitar 2015, generasi Z mulai menggunakan aplikasi kencan daring namun masih dilakukan di ruang tertutup. Para penggunanya masih cenderung malu menggunakannya karena dianggap aneh. Dari situ muncul pula konsep friends with benefit (FWB) meski dianggap tidak "beneficial" bagi perempuan.

Dua tahun kemudian, generasi muda sudah mulai terbuka dengan konsep perkencanan digital. Saking terbukanya pemikiran mereka dengan konsep perkencanan baru, tidak sedikit pengguna aplikasi kencan menggunakan Bio Profil sangat template seperti "i am an open-minded person". Tidak hanya Tinder, berbagai aplikasi terkenal lainnya seperti Bumble dan Coffee Meets Bagel juga marak digunakan, dan setiap pemilihan aplikasi menentukan hubungan romansa seperti apa diinginkannya.

Ada beberapa aplikasi tertentu memang lebih banyak menciptakan hubungan FWB berhasil. Ada pula aplikasi lebih ditujukan bagi mereka ingin mencari pasangan serius, serta aplikasi hanya digunakan untuk mencari teman atau koneksi saja.

Menurut laporan dari Tinder: The Future of Dating, lebih dari setengah pengguna Tinder pada 2020 dan 2021 di seluruh dunia merupakan generasi Z berusia 18 sampai 25 tahun. Tidak hanya untuk mencari pasangan atau kehangatan, aplikasi kencan daring tersebut semakin marak digunakan ketika pandemi COVID-19 melanda, meski mereka sudah memiliki pasangan.

pacaran
Konsep cinta sudah berubah di era digital. (Foto: Pixabay/SnapwireSnaps)

Berbagai kematian, kehilangan, dan rasa kesepian disebabkan pandemi berhasil menciptakan new normal dalam berkencan. Kencan bukan lagi harus melalui proses panjang, tetapi lebih bergantung pada ke mana arah angin akan membawa.

Segala keinstanan dari aplikasi kencan daring tak selalu buruk. Tidak sedikit orang berhasil bertemu dengan jodohnya dan beranjak ke pelaminan. Di sisi lain, banyak juga orang ditipu karena cinta, dan tayangan dokumenter Tinder Swindler menjadi bukti nyatanya.

Hadir di tengah-tengah, ada juga kaum jomlo tetap kesulitan mendapatkan pasangan meskipun sudah menggunakan Tinder Gold.

Pada dasarnya, platform hanyalah sebuah wadah diharapkan bisa memudahkan manusia untuk bertemu dan berinteraksi. Kepribadian, keotentikan, dan chemistry masih menjadi hal terdepan dalam menentukan cocok-cocokan pasangan. Jadi, sudahkah kamu swipe kanan hari ini? (SHN)

Baca juga:

Dari Mana Sumber Cuan Raffi-Nagita The Sultans of Contens Versi Forbes Indonesia

#Relasi #Teknologi #Februari +62 Bicara Cuan Love
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

ShowBiz
Harga iPhone 16 hingga iPhone 17 Naik Rp 1,7 Juta, Ternyata ini Penyebabnya
Apple menaikkan harga iPhone 16 hingga iPhone 17. Penyebabnya dikarenakan permintaan memori yang tinggi.
Soffi Amira - Minggu, 13 September 2026
Harga iPhone 16 hingga iPhone 17 Naik Rp 1,7 Juta, Ternyata ini Penyebabnya
Tekno
iPhone 18 Pro Max Tembus Skor 3,55 Juta di AnTuTu, Chip A20 Pro Unjuk Gigi!
iPhone 18 Pro Max mencetak skor tinggi di AnTuTu. HP tersebut meraih skor 3,55 juta di platform tersebut.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
iPhone 18 Pro Max Tembus Skor 3,55 Juta di AnTuTu, Chip A20 Pro Unjuk Gigi!
Tekno
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi NCC, Isyaratkan Jadwal Peluncuran Global Lebih Cepat
Xiaomi 18 kini muncul di database NCC. HP tersebut kabarnya dijadwalkan meluncur lebih cepat.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
Xiaomi 18 Muncul di Sertifikasi NCC, Isyaratkan Jadwal Peluncuran Global Lebih Cepat
Tekno
OPPO Find X10 Dipastikan Bawa 2 Kamera 200MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
OPPO Find X10 dipastikan membawa dua kamera 200MP. Lalu, ada baterai jumbo 8.000mAh yang jadi andalan.
Soffi Amira - Jumat, 11 September 2026
OPPO Find X10 Dipastikan Bawa 2 Kamera 200MP dan Baterai Jumbo 8.000 mAh
Tekno
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Cek Spesifikasi hingga Harganya
iPhone 18 Pro dan Pro Max resmi meluncur. Kedua HP ini membawa banyak perubahan dibanding generasi sebelumnya.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
iPhone 18 Pro dan Pro Max Resmi Meluncur, Cek Spesifikasi hingga Harganya
Indonesia
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian khusus Wapres adalah Eaglesense, sebuah teknologi yang berpotensi dikembangkan sebagai instrumen pemantauan lingkungan, termasuk untuk mendeteksi perubahan kualitas udara
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 10 September 2026
5 Mahasiswa ITB Integrasikan Drone dan Kitbox Sensor Untuk Ukur Kualitas Udara dan AI Buat Mitigasi Banjir
Tekno
Robot Humanoid Kini Bisa Dibeli Langsung di Indonesia, Tokonya di Jakarta Pusat!
Perusahaan robotika Chery, AiMOGA, resmi membuka Experience Store pertamanya di Agora Mall, Jakarta Pusat. Intip kecanggihan robot Mornine dan Argos di sini!
Wisnu Cipto - Kamis, 10 September 2026
Robot Humanoid Kini Bisa Dibeli Langsung di Indonesia, Tokonya di Jakarta Pusat!
Tekno
iPhone Duo Segera Hadir? Bocoran Harga dan Spesifikasinya Terungkap
iPhone Duo segera meluncur. Kini, bocoran harga dan spesifikasinya sudah terungkap. Harganya mencapai Rp 34 jutaan.
Soffi Amira - Rabu, 09 September 2026
iPhone Duo Segera Hadir? Bocoran Harga dan Spesifikasinya Terungkap
ShowBiz
Xiaomi 18 Fold Laris Manis di China, Penjualan Perdana Melonjak 310 Persen!
Xiaomi 18 Fold resmi rilis di China. HP ini mencatatkan penjualan mengesankan, yakni 310 persen.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Xiaomi 18 Fold Laris Manis di China, Penjualan Perdana Melonjak 310 Persen!
Tekno
Vivo X500 Resmi Meluncur 21 September 2026, Bawa Sensor BluePrint LightGuard 900
Vivo X500 dipastikan meluncur 21 September 2026. HP ini membawa teknologi kamera canggih di kelasnya.
Soffi Amira - Selasa, 08 September 2026
Vivo X500 Resmi Meluncur 21 September 2026, Bawa Sensor BluePrint LightGuard 900
Bagikan