Menhub Budi Bertemu Menteri Transportasi Jepang Bahas Kelanjutan MRT Fase 2A

Zulfikar SyZulfikar Sy - Rabu, 29 November 2023
Menhub Budi Bertemu Menteri Transportasi Jepang Bahas Kelanjutan MRT Fase 2A
Pertemuan Menhub Budi Karya Sumadi dengan Menteri Transportasi Jepang Mr Kokuba Konosuke di London, Inggris, Senin (27/11). (Foto: Ist)

MerahPutih.com - Pemerintah tengah menggalakkan pembangunan transportasi massal, khususnya di Jabodetabek, untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Mr Kokuba Konosuke, dalam kunjungan kerjanya ke London, Inggris, Senin (27/11).

Dalam pertemuan itu, Budi membahas kelanjutan sejumlah kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan dengan Jepang, di antaranya yaitu MRT Fase 2A (Bundaran HI – Kota).

Baca Juga:

MRT Jakarta Alami Gangguan, Penumpang Dievakuasi

Menhub Budi mendorong agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan.

"Membangun transportasi massal perkotaan di Jabodetabek menjadi suatu keharusan. Dengan terus dilanjutkannya pembangunan MRT di berbagai koridor, diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, serta dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara," kata Menhub dalam keterangan tertulis, Rabu (29/11).

Budi mengungkapkan, saat ini pemerintah Indonesia tengah mendorong penyelesaian salah satu paket kontrak dari proyek MRT Fase 2A yaitu CP (Contract Package) 205 yang meliputi pembangunan sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, sistem operasional, daya (power), hingga rel (track work).

"Kami berharap dukungan pemerintah Jepang untuk mendorong partisipasi perusahaan asal Jepang untuk mengikuti tender CP205. Kami menargetkan penandatanganan kontrak tersebut sudah selesai dilakukan pada Desember 2023," tutur Menhub.

Baca Juga:

Ageless Galaxy Hadirkan Koleksi Kolaborasi Bareng MRT Jakarta

Pembangunan MRT Fase 2 merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek Fase 2 ini terdiri dari dua tahap yaitu Fase 2A dan 2B. Fase 2A menghubungkan Bundaran HI – Kota sepanjang 5,8 Km, yang melewati tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Sedangkan Fase 2B menghubungkan Kota – Ancol Barat (Depo) yang masih dalam studi kelayakan.

PT MRT Jakarta menargetkan pekerjaan fase 2A yang memiliki beberapa paket kontrak (CP) ini dapat diselesaikan pada tahun 2028 hingga 2029.

Selain membahas proyek MRT, Menhub juga membahas kelanjutan proyek pengembangan Pelabuhan Patimban yang saat ini masih dalam proses pengerjaan paket 5 dan 6, yang diharapkan dapat selesai sesuai dengan target waktu yang telah disepakati.

Pemerintah terus mengebut penyelesaian pengembangan Pelabuhan Patimban. Pembangunan fase 1 berupa terminal kendaraan berkapasitas 218.000 CBU dan terminal peti kemas berkapasitas 250.000 TEUs telah rampung. Dan saat ini kapasitasnya sudah mendekati optimal.

Kini tengah berlangsung tahap konstruksi pembangunan fase 2, yang akan meningkatkan kapasitas terminal kendaraan menjadi 600.000 CBU dan terminal peti kemas mencapai 3,75 juta TEUs. (Asp)

Baca Juga:

Beli Tiket MRT Tak Bisa Lagi Pakai GoPay hingga OVO, Begini Alasannya

#Jepang #MRT Jakarta #Budi Karya Sumadi
Bagikan
Ditulis Oleh

Asropih

Bagikan