Menhub Budi Bertemu Menteri Transportasi Jepang Bahas Kelanjutan MRT Fase 2A
Pertemuan Menhub Budi Karya Sumadi dengan Menteri Transportasi Jepang Mr Kokuba Konosuke di London, Inggris, Senin (27/11). (Foto: Ist)
MerahPutih.com - Pemerintah tengah menggalakkan pembangunan transportasi massal, khususnya di Jabodetabek, untuk mengatasi kemacetan dan polusi udara.
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bertemu dengan Menteri Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata Jepang Mr Kokuba Konosuke, dalam kunjungan kerjanya ke London, Inggris, Senin (27/11).
Dalam pertemuan itu, Budi membahas kelanjutan sejumlah kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi yang dilakukan dengan Jepang, di antaranya yaitu MRT Fase 2A (Bundaran HI – Kota).
Baca Juga:
MRT Jakarta Alami Gangguan, Penumpang Dievakuasi
Menhub Budi mendorong agar proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang ditetapkan.
"Membangun transportasi massal perkotaan di Jabodetabek menjadi suatu keharusan. Dengan terus dilanjutkannya pembangunan MRT di berbagai koridor, diharapkan semakin memudahkan mobilitas masyarakat, serta dapat mengurangi kemacetan dan polusi udara," kata Menhub dalam keterangan tertulis, Rabu (29/11).
Budi mengungkapkan, saat ini pemerintah Indonesia tengah mendorong penyelesaian salah satu paket kontrak dari proyek MRT Fase 2A yaitu CP (Contract Package) 205 yang meliputi pembangunan sistem persinyalan, sistem telekomunikasi, sistem operasional, daya (power), hingga rel (track work).
"Kami berharap dukungan pemerintah Jepang untuk mendorong partisipasi perusahaan asal Jepang untuk mengikuti tender CP205. Kami menargetkan penandatanganan kontrak tersebut sudah selesai dilakukan pada Desember 2023," tutur Menhub.
Baca Juga:
Ageless Galaxy Hadirkan Koleksi Kolaborasi Bareng MRT Jakarta
Pembangunan MRT Fase 2 merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek Fase 2 ini terdiri dari dua tahap yaitu Fase 2A dan 2B. Fase 2A menghubungkan Bundaran HI – Kota sepanjang 5,8 Km, yang melewati tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota. Sedangkan Fase 2B menghubungkan Kota – Ancol Barat (Depo) yang masih dalam studi kelayakan.
PT MRT Jakarta menargetkan pekerjaan fase 2A yang memiliki beberapa paket kontrak (CP) ini dapat diselesaikan pada tahun 2028 hingga 2029.
Selain membahas proyek MRT, Menhub juga membahas kelanjutan proyek pengembangan Pelabuhan Patimban yang saat ini masih dalam proses pengerjaan paket 5 dan 6, yang diharapkan dapat selesai sesuai dengan target waktu yang telah disepakati.
Pemerintah terus mengebut penyelesaian pengembangan Pelabuhan Patimban. Pembangunan fase 1 berupa terminal kendaraan berkapasitas 218.000 CBU dan terminal peti kemas berkapasitas 250.000 TEUs telah rampung. Dan saat ini kapasitasnya sudah mendekati optimal.
Kini tengah berlangsung tahap konstruksi pembangunan fase 2, yang akan meningkatkan kapasitas terminal kendaraan menjadi 600.000 CBU dan terminal peti kemas mencapai 3,75 juta TEUs. (Asp)
Baca Juga:
Beli Tiket MRT Tak Bisa Lagi Pakai GoPay hingga OVO, Begini Alasannya
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Noriyuki Makihara Kembali Viral, Lagu Lawas 1992 Ramai Dilirik Netizen Indonesia
Simak Nih! Ini Rekayasa Lalu Lintas Fase 2A MRT Jakarta Segmen Glodok-Kota, Dimulai Besok
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Rekayasa Lalu Lintas MRT Fase 2A Harmoni-Mangga Besar Dimulai, Cek Rute Terbarunya
Indonesia Segera Dapat Kapal Baru dari Jepang, Datang di 2027
Gempa M6,4 Guncang Jepang Barat, Paksa Kereta Cepat Shinkansen Berhenti
Tarif MRT Jakarta Rp1 Berhasil Tarik 326.372 Pelanggan Saat Malam Tahun Baru, Blok M Hub Jadi Magnet Utama
Catat Jadwalnya! KRL, MRT, dan LRT Perpanjang Jam Operasional saat Malam Tahun Baru 2026
Transjakarta, MRT, dan LRT Gratis saat Malam Tahun Baru 2026
Malam Tahun Baru, MRT Jakarta Beroperasi Hingga Pukul 02.00