Inilah Buku-Buku Bacaan Favorit Presiden Indonesia Mulai Bung Karno Sampai Jokowi Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki H dan Mensesneg Pramono Anung tampak sedang membeli beli (Foto: Biro Pers Setpres)

MerahPutih.Com - Dalam sejumlah kesempatan, Presiden Jokowi tampak sedang membaca atau membeli buku. Salah satu momen yang sempat ramai diperbincangkan warganet dimana Presiden Jokowi sedang membaca komik karya si Juki di atas pesawat.

Apakah orang nomor satu Indonesia ini penggemar komik? Mungkin saja. Tapi membaca termasuk salah satu kebiasaan Presiden Jokowi.

Dalam hal membaca buku, Jokowi bukan satu-satunya. Setidaknya tiga nama Presiden Indonesia yang memiliki kegemaran membaca tingkat dewa. Sukarno, BJ Habibie dan Gus Dur, tercatat sebagai kutu buku yang tiada tandingnya.

Lantas, buku-buku apa saja yang dibaca para pemimpin Republik Indonesia itu?

Mencermati pentingnya peran buku, merahputih.com mencoba mengulik sisi lain Presiden RI yang suka membaca dan mengoleksi buku.

Presiden Sukarno sedang melihat pameran buku
Presiden Sukarno sedan meninjau pameran buku (Foto: wiki.archive.id)

1. Soekarno dan Sumber Bacaannya

Presiden RI pertama ini dikenal sebagai seorang yang kutu buku dan kolektor berbagai judul buku.
Bung Karno melahap banyak judul buku dari berbagai jenis bahasa, Inggris, Belanda dan Indonesia.

Tak ayal, wawasan dan gagasannya turut dipengaruhi berbagai jenis bacaannya tersebut.

Sejarawan Peter Kasenda mengungkapkan, minat baca Bung Karno sebetulnya muncul saat dia menjadi murid Tokoh Sarikat Islam HOS Tjokroaminoto.

"Hal itu dituturkannya dalam otobiografinya sendiri, 'Pak Tjok adalah pujaanku. Aku muridnya. Secara sadar atau tidak sadar ia menggemblengku. Aku duduk dekat kakinya dan diberikannya padaku buku-bukunya, diberikan kepadaku miliknya yang berharga. Ia hanya tidak sanggup memberikan kehangatan yang kuharapkan langsung dari pribadinya kepada pribadiku. Karena tak seorangpun yang mencintaiku seperti yang kuidamkan, aku mulai mundur. Kenyataan-kenyataan yang kulihat dalam duniaku yang gelap hanyalah kehampaan dan kemelaratan. Karena itu aku mengundurkan diri ke dalam apa yang dinamakan orang Inggris 'Dunia Pemikiran'. Buku-buku menjadi temanku. Dengan dikelilingi oleh kesadaranku sendiri aku memperoleh kompensasi untuk mengimbangi diskriminasi dan keputusasaan yang kekal inilah aku mencari kesenanganku. Dan di dalam itulah aku dapat hidup dan sedikit bergembira."

Sukarno bersama pemimpin China
Presiden Sukarno bersama pemimpin China sedang melihat sebuah buku (Foto: Xinhua)

"Seluruh waktu kugunakan untuk membaca. Sementara yang lain-lain bermain-main, aku belajar. Aku mengejar ilmu pengetahuan di samping pelajaran sekolah. Kami mempunyai perpustakaan yang besar di kota ini yang diselenggarakan oleh perkumpulan Theosofi. Bapakku seorang Theosofi, karena itu aku boleh memasuki peti harta ini, di mana tidak ada batasnya buat anak seorang miskin. Aku menyelam sama sekali ke dalam dunia kebatinan ini. Dan di sana aku bertemu dengan orang-orang besar. Buah pikiran mereka menjadi buah pikiranku. Cita-cita mereka adalah penderitaan dasarku," kata Peter mengutip.

Dari kegemarannya itu, Bung Karno menghabiskan waktunya dengan membaca buku pemikiran tokoh-tokoh dunia pergerakan, semisal Karl Marx dan Engels, tokoh filsafat dan politik semisal JJ Rousseau, Voltaire hingga negarawan besar dunia.

"Kesukaannya membaca itu mengantarkannya secara mental berbicara dengan Thomas Jefferson (penulis Declaration of Independence), George Washington (Presiden Amerikat Serikat Pertama), Paul Reverve, Gladstone, Sidney and Beatrice Webb, yang mendirikan Gerakan Buruh Inggris, Mazzini Cavour, Garibaldi, Karl Marx (Nabi Kaum Proletar), Frederich Engels, Lenin, Jean Jacques Rousseau, Aristide Briand dan Jean Jaures ahli pidato terbesar dalam sejarah Perancis," ujarnya.

Dari sanalah, pemikiran Bung Karno seperti terkoneksi dengan pengarangnya. Ide-ide pembaharuan dan radikal digagas melalui banyak bacaan dari seluruh tokoh-tokoh dunia tersebut.

Presiden Soeharto
Presiden Soeharto sedang melihat buku yang diberikan kepadanya (Foto: Dok Setnov)

2. Soeharto

Tak banyak yang mengatahui sisi literasi Presiden RI ke-2 ini. Bahkan, sejumlah pihak menilai Soeharto adalah orang yang tidak memiliki kebiasaan membaca dan tidak terlalu terobsesi dengan pemikiran dan teori-teori.

Berdasarkan data yang dihimpun, Putra asal Desa Kemusuk ini lebih banyak membaca berita aktual dari koran maupun majalah dalam maupun luar negeri.

"Bacaannya sebatas koran-koran dan majalah serta laporan-laporan ringkas yang disiapkan oleh stafnya," seperti diungkap R.E. Elson dalam bukunya, Suharto: Sebuah Biografi Politik (2005).

BJ Habibie dan buku
Presiden BJ Habibie dan buku-buku koleksinya (Foto: The Habibie Center)

3. BJ Habibie

Baharuddin Jusuf Habibie atau akrab disebut BJ Habibie merupakan presiden RI yang mempunyai minat baca tinggi.

Tokoh nasional yang terkenal dengan kejeniusannya ini sejak kecil sudah rajin membaca dan selalu ingin tahu terhadap sesuatu.

Sejak kecil pula beliau banyak menghabiskan waktunya untuk membaca ditengah kesibukan rekan-rekannya bermain.

Berdasarkan keterangannya, Habibie mengaku buku pertama yang senang dibacanya berjudul "Mengelilingi Dunia Dalam 80 Hari" karya penulis Prancis Jules Verne. Buku tersebut merupakan hadiah dari sang ayah kepadanya.

Selain itu, berbagai buku yang menjadi bacaannya adalah terkait bidang ilmu teknik maupun ilmu alam.

Presiden Gus Dur dan buku
Presiden Gus Dur dan buku-buku di ruang kerjanya (Foto: nu.ri.co)

4. Abdurrhaman Wahid (Gus Dur)

Presiden RI ke-4 ini dikenal juga sebagai ulama besar Ormas Islam Nahladtul Ulama (NU). Sebagai seorang ulama besar, Gus Dur memiliki pemikiran moderat yang tentunya sangat terkait dengan berbagai bahan bacaannya.

Diketahui, sejak kecil beliau gemar membaca buku dari berbagai aliran. Rumahnya penuh dengan buku. Ditambah lagi Gus Dur berasal dari keluarga pecinta ilmu dan ahli ilmu.

Bacaannya luas, tak sekedar kajian keagamaan. Dia membaca semua karya William Faulkner, novel-novel Ernest Hemingway, puisi Edgar Allan Poe dan John Done, Andre Gide, Kafka, Tolstoy, dan Pushkin.

Selain itu, Gus Dur juga dikenal senang berdiskusi dan menulis, sudah banyak hasil karya tulis yang dilahirkan dari kesukaannya melahap banyak sumber bacaan.

Megawati Soekarnoputri
Megawati Soekarnoputri menerima buku dari Try Sutrisno (Foto: Twitter @pdi_perjuangan)

5. Megawati Soekarnoputri

Presiden RI ke-5 ini lebih kental mewarisi darah seniman ayahnya Soekarno ketimbang minat dalam melahap buku bacaan.

Sebagai seorang politisi, Megawati terbilang sukses. Berbagai jabatan politik sudah pernah dirasakannya, mulai dari anggota DPR, Ketum Parpol hingga Presiden RI.

Namun, belum diketahui pasti apakah Ketum PDI Perjuangan ini senang membaca buku atau tidak.
Berdasarkan data yang dihimpun, Pemilik nama Dyah Permata Megawati Sukarnoputri lebih senang menyanyi dan menonton.

Meski begitu, disela-sela kesibukannya, beliua kerap menghabiskan waktu dengan membaca majalah dan koran.

Putri Bung Karno ini juga pernah dikabarkan memborong banyak buku saat berada di Kota Gudeg, Yogyakarta, usai berkampanye beberapa tahun lalu.

Presiden SBY
Presiden SBY sedang membaca buku (Foto: Twitter @SBY)

6. Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY)

Presiden RI Ke- 6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) adalah salah seorang yang gemar membaca buku.

Sejak kecil, SBY disebut meminati beragam buku bacaan hingga dia menjadi seorang Presiden. Hal itu pula yang diwariskan kepada kedua putranya.

Berdasarkan data yang dihimpun, SBY memiliki koleksi buku lebih dari 16 ribu judul.

SBY dalam acara Bedah Buku di CSIS
Presiden SBY berbicara dalam acara bedah buku di Kantor CSIS (Foto: Twitter @SBY)

Sebagai seorang yang memiliki minat baca besar, SBY bahkan mengakui pernah melahap 2 buku dalam seminggu. Hal itu diketahui saat dia masih menjabat sebagai presiden RI.

"Ada dua bacaan saya minggu ini. Diantaranya adalah buku yang ditulis oleh Harun Yahya, seorang penulis, cendikiawan muslim yang tersohor berkebangsaan Turki. Karyanya ada puluhan dan telah diterjemahkan lebih dari 15 bahasa di dunia, dan menjadi rujukan komunitas Islam bahkan komunitas non Islam di seluruh dunia. Buku yang saya baca berjudul Melihat Kebaikan Dalam Segala Hal," kata SBY dihadapan Petinggi Negara saat berbuka puasa di Istana Bogor, beberapa tahun lalu.

Presiden Jokowi sedang baca komik
Presiden Jokowi sedang baca komik (Foto: Twitter @SiJukihoki)

7. Joko Widodo

Presiden RI Ke-7 Joko Widodo tergolong orang yang senang melahap berbagai macam buku bacaan. Sejak kecil beliau sudah senang membaca buku dongeng dan komik, mulai dari komik Gundala Putra Petir, Kho Ping Joo hingga cerita wayang Semar dan Petruk.

Hingga menjadi pejabat negara, kegemaran itu tak pernah terlupakan. Bahkan, disela-sela bekerja sebagai Walikota Solo, Gubernur DKI Jakarta dan akhirnya menjadi Presiden, membaca merupakan bagian dari kesibukannya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Jokowi gemar membaca beragam jenis buku bacaan, mulai dari politik, ekonomi bisnis, sejarah dan pemikiran, hingga novel.

Bahkan diberitakan, di sela-sela kunjungannya ke Ambon menghadiri Hari Pers Nasional 2017 lalu, Jokowi menyempatkan ke toko buku untuk membeli novel, karangan Dewi Lestari Simagunsong berjudul 'Intelegensi Embun Pagi' dan Asal Usul Kota-kota di Indonesia Tempo Doeloe' karya Zainuddin.(Fdi)

Baca juga berita menarik lainnya dalam artikel: Menilik Tradisi Menulis Buku Presiden-presiden Indonesia

Kredit : fadhli


Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH