Tradisi Indonesia
Mengenal Tradisi Kenduri Jeurat Asal Aceh Ketika Lebaran Tradisi ini sudah turun temurun. (Foto: steemkr.com)

TRADISI Kenduri Jeurat merupakan salah satu warisan budaya asal Aceh yang diwariskan nenek moyang sejak ratusan tahun lalu. Kegiatan tradisi ini berupa menyembelih kurban, memasak dan makan bersama yang dilaksanakan di kuburan.

Acara ini biasanya dilakukan ketika menjelang ramadan. Tetapi terkadang juga bisa dilaksanakan beberapa hari setelah lebaran (Idul Fitri). Tergantung dari hasil rapat desa yang sebelumnya dilakukan.

Baca juga:

Berbagai Tradisi Takbiran di Indonesia

Kenduri sendiri dalam kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti perjamuan makan untuk memperingati peristiwa, meminta berkah, dan sebagainya. Sedangkan Jeurat (bahasa Aceh) memiliki arti kuburan atau makam.

Dilansir dari NU Online, salah satu tradisi masyarakat Aceh ini biasanya dilaksanakan satu sampai dua kali setahun (Idul Fitri dan Idul Adha). Tradisi tersebut Sekaligus untuk berziarah kubur orang tua dan anggota keluarga dengan menggelar acara kenduri di pemakaman.

Tradisi ini juga akan menyembelih hewan kurban kemudian memasaknya untuk dimakan bersama. (Foto steemit.com)

Tradisi ini masih dilakukan hingga sekarang. Daerah yang masih melakukannya seperti masyarakat di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), sebagian wilayah pantai barat-selatan Aceh, dan juga beberapa kabupaten lainnya di Aceh.

Prosesi kenduri jeurat berlangsung di sejumlah lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Kecamatan Kuala Batee dan Babahrot. Kenduri ini digelar dengan perhelatan yang cukup besar. Sehingga, terkadang anggota keluarga yang berdomisili di luar daerah setempat, rela pulang ke kampung asal untuk melaksanakan kenduri jeurat.

Baca juga:

Nyadran, Tradisi yang Masih Hidup Hingga Kini

Menurut beberapa orang tua di Aceh, dari sisi agama, kenduri jeurat bertujuan memuliakan anggota keluarga yang sanak saudaranya sudah berpulang ke rahmatullah. Secara hukum adat, kenduri jeurat dipandang sebagai tradisi turun temurun sejak nenek moyang. Sebelum dilaksanakan tradisi kenduri jeurat, terlebih dahulu dilaksanakan musyawarah gampong, ini bertujuan untuk membentuk panitia khanduri.

Pada hari kenduri dilakukan, biasanya dilakukan bersih-bersih bersama di pemakaman. Setelah selesai, menjelang siang, memasuki acara inti diawali dengan pembacaan surat dari kitab suci Al-Qur'an, lalu dilanjutkan doa bersama dipimpin imam kampung setempat.

Anak yatim dijamu makan di tradisi ini. (Foto: Unsplash/Caroline Attwood)

Kegiatan kenduri jeurat terkadang juga diwarnai adanya santunan terhadap belasan anak yatim di lokasi kuburan. Anak yatim selain dijamu makan, juga bisa membawa makanan untuk dibawa pulang, ditambah santunan berupa uang sumbangan dari anggota keluarga atau ahli waris.

Untuk peralatan memasak, biasanya warga membawa peralatan sendiri atau meminjam alat yang berdekatan dengan Tempat Pemakaman Umum (TPU). Ditambah, Ada kebiasaan menyembelih anak kambing juga saat khanduri berlangsung. Namun, beberapa warga juga masih tetap membawa makanan dari rumah masing-masing untuk tambahannya.

Melihat dari banyak perspektif, tradisi tersebut bukan hanya bernilai pahala juga banyak sisi positif sosial. Selain dapat berkumpul dengan saudara dan keluarga, bersama-sama mendoakan anggota keluarga yang telah tiada. Sekaligus dapat menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar islam. (rzk)

Baca juga:

Tradisi Adat Malam Selikuran Ramadan, Keraton Surakarta Bagikan 1.000 Tumpeng

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Alun-Alun Majalengka dan Cirebon Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat
Travel
Alun-Alun Majalengka dan Cirebon Jadi Pusat Aktivitas Masyarakat

Dua alun-alun di dua kota di Jawa Barat diperindah untuk kegiatan masyarakat.

Ragam Kuliner Unik Negeri Aing Memiliki Nama Binatang
Kuliner
Ragam Kuliner Unik Negeri Aing Memiliki Nama Binatang

Negeri Aing memiliki sejumlah kuliner unik dengan menggunakan nama-nama binatang.

Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau
Tradisi
Panduan Memahami Sebutan Kain Nusantara Kala Lampau

Berita tentang pemberian hadiah berupa kain tersebut telah berlangsung sejak masa dinasti Sung berkuasa (960-1279).

Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka
Travel
Waktunya Refreshing, Gunung Gede Pangrango Kembali Dibuka

Gunung Gede Pangrango sempat ditutup selama dua bulan.

Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural
Travel
Cegah Vandalisme, Jalan Sudirman Direvitalisasi dengan Mural

Untuk mempercantik sebuah kota, tentu saja dibutuhkan peran serta semua pihak.

Rendang Made in Negeri Aing Disukai Warga Dunia
Kuliner
Rendang Made in Negeri Aing Disukai Warga Dunia

Gordon Ramsay berniat memasukkan menu rendang sapi ke salah satu restorannya.

Yuk Bikin Odadingnya Mang Oleh di Rumah
Kuliner
Yuk Bikin Odadingnya Mang Oleh di Rumah

Odading mudah untuk membuatnya di dapur rumahan.

Malam Tahun Baru, Seluruh Objek Wisata di Yogyakarta Tutup Jam 18.00 WIB
Travel
Malam Tahun Baru, Seluruh Objek Wisata di Yogyakarta Tutup Jam 18.00 WIB

Kebijakan ini dikeluarkan oleh Pemda DIY untuk mencegah kerumunan massa

Kawasan Wisata Mawatu di Labuan Bajo Mulai Digarap
Travel
Kawasan Wisata Mawatu di Labuan Bajo Mulai Digarap

Pembangunan tahap pertama diperkirakan selesai akhir kuartal 2022.

Mengenal Google Doodle Hari ini, Pelopor Batik Indonesia KRT Hardjonagoro
Indonesiaku
Mengenal Google Doodle Hari ini, Pelopor Batik Indonesia KRT Hardjonagoro

Ia merupakan putra sulung dari keluarga Tionghoa di Kota Solo.