Mengenal Skizofrenia, Gangguan Psikologis Pemicu Apatis! Penderita skizofrenia tidak jarang mengalami halusinasi (Foto: Pexels/Demeter Attila)

OTAK merupakan organ penting dalam tubuh. Fungsi otak ialah mengendalikan pikiran dan perilaku. Segala aktivitas yang kamu lakukan intinya berasal dari otak. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga kesehatan otak.

Otak yang tidak sehat akan terganggu fungsi dan kinerjanya. Akibat terburuknya, dokter bisa mendiagnosis kamu dengan penyakit skizofrenia. Skizofrenia adalah kondisi psikologis yang membuat penderita mengalami halusinasi, delusi, dan gangguan pikiran, demikian menurut laman Go-Dok.

Tidak jarang, penderita berperilaku yang membuat tidak bisa berfungsi sebagai individu sosial yang utuh. Kata skizofrenia sendiri berasal dari bahasa Yunani -yaitu ‘skizhein’ (membelah) dan ‘phren’ (ingatan).

Sayangnya, orang Indonesia termasuk yang rentan terkena penyakit ini. Menurut data yang diambil dari Kemenkes, pada 2014 tercatat 400 orang warga Indonesia menderita gangguan psikologis ini.

Inidivdu berusia 15-35 tahun rentan terkena penyakit ini (Foto: Pexels/ Leah Kelley)

Penderitanya ialah mereka yang berusia kisaran 15-35 tahun. Usia tersebut sangat rentan. Nah, berikut ini ada beberapa faktor penyebab orang lebih rentan terkena skizofrenia.

Baca juga: Ternyata Cukup Tidur Bikin Tubuh Kamu Ideal

1. Orangtua yang memiliki riwayat skizofrenia berisiko lebih besar mewariskan penyakitnya ke anak dan cucu.

2. Kelainan pada struktur otak juga meningkatkan seseorang terkena penyakit ini. Ditambah ketidakseimbangan jumlah hormon dopamin dan serotonin, dua jenis hormon yang bekerja sebagai neurotransmitter (pengantar pesan antarneuron) juga dapat memicunya.

3. Seseorang yang lahir dalam keadaan prematur. Mereka terbukti kekurangan nutrisi dan terpapar racun/virus saat masih dalam kandungan.

4. Mereka yang memiliki penyakit auto imun juga rentan terkena skizofrenia. Beberapa kasus telah membuktikan bahwa penyakit auto imun bisa menjadi salah satu faktor menderita penyakit mental itu.

5. Tentu, bagi pengguna obat terlarang memiliki risiko tinggi menderita skizofrenia. Dalam hal ini, obat-obatan terlarang meliputi kokain, amfetamin, dan ganja.

Cara mengobati Skizofrenia

Penyembuhan bisa menggunakan obat anti neurotik (Foto: Pexels/Pixabay)

Siapa pun pasti tidak mau terkena penyakit ini. Namun, masih ada solusi bagi mereka yang terlanjur menderita skizofrenia. Ada dua hal yang bisa dilakukan untuk mengobatinya seperti berikut ini.

1. Terapi kognitif

Pengobatan bisa dilakukan melalui terapi kognitif bersama psikiater. Meskipun tidak bisa sembuh secara total, terapi kognitif terbukti dapat memperbaiki cara dan pola pikir penderitanya. Dampaknya mereka dapat beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekitar seperti sedia kala.

2. Terapi obat antineurotik

Selain psikiater, obat-obatan juga dapat berperan untuk menyembuhkan skizofrenia. Pengobatan bisa menggunakan obat antineurotik. Biasanya, jenis obat-obatan yang diresepkan ditujukan untuk mengurangi frekuensi munculnya halusinasi, delusi, dan paranoid.

Sahabat Merah Putih, intinya setiap penyakit ada obatnya. Jika ada keluarga atau teman menderita penyakit ini kamu harus ikut berperan dalam pengobatannya. Cukup berikan dukungan moral, agar penderita memiliki semangat dan harapan untuk sembuh. (ikh)

Baca juga: Awas! Terlalu Banyak Nonton TV Mengurangi Produksi Sperma

Kredit : digdo


Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH